Viral Video Penampakan Sosok Pocong di Sinjai, Ternyata Ini Faktanya

- Video penampakan pocong di Sinjai ternyata rekayasa ulah iseng remaja gabut.
- Konten dibuat pada Selasa dini hari dan tersebar luas di media sosial, menimbulkan ketakutan.
- Polres Sinjai imbau warga gunakan medsos dengan bijak dan tidak menyebarkan konten yang belum jelas kebenarannya.
Makassar, IDN Times - Video penampakan sosok mirip pocong di lingkungan Sekolaj Dasar (SD) Negeri 6 Mattumpu, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, gegerkan warga dan siswa sekolah. Dalam video berdurasi 35 detik yang beredar, tiga remaja tampak merekam sosok mirip pocong di sudut sekolah.
"Agaro, astagfirulah astagfirullah," ucap pria yang merekam sosok mirip pocong tersebut.
1. Hanya ulah iseng remaja gabut yang sengaja membuat konten

Setelah video pocong viral di media sosial, Polres Sinjai langsung menurunkan Unit Resmob Satreskrim untuk menyelidiki. Hasilnya, ternyata video itu bukan peristiwa mistis, melainkan ulah iseng tiga remaja gabut yang sengaja membuat konten.
Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso mengatakan hasil penyelidikan memastikan video penampakan pocong itu adalah rekayasa. Pemerannya menggunakan kain kafan dan dibuat secara sengaja.
"Hasil penyelidikan anggota mengamankan dua remaja yang terlibat dalam pembuatan video. Keduanya masing-masing berinisial NAA alias Awa (21) yang berperan sebagai pocong, serta IJ (18) yang merekam aksi tersebut," kata Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso, Selasa (6/1/2026).
2. Konten dikirim di grup WhatsApp dan tersebar di medsos

Agus mengungkapkan, berdasarkan pengakuan para pelaku, video itu dibuat pada Selasa dini hari, 30 Desember 2025, sekitar pukul 02.00 Wita. Lokasinya berada di halaman SD Negeri 6 Mattumpu, Jalan Bulu Bicara, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara.
“Awalnya hanya untuk bercanda dan dikirim ke grup WhatsApp. Tapi kemudian menyebar luas dan viral hingga menimbulkan ketakutan,” ucap Agus.
3. Polisi imbau warga gunakan medsos dengan bijak

Polres Sinjai masih melakukan pendalaman dan pembinaan terhadap kedua remaja tersebut serta mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak sembarangan menyebarkan konten yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan media sosial secara bijak dan tidak ikut menyebarkan informasi yang bisa menimbulkan keresahan,” tandasnya.


















