Korban Tewas Banjir Bandang Pulau Siau di Sulut Jadi 16 Orang

- Status tanggap darurat selama 14 hari ditetapkan Bupati Sitaro, Chyntia Kalangit
- 17 rumah hilang karena banjir bandang, warga menyelamatkan diri ke Gunung Sempele
- Pemprov Sulut meminta agar warga direlokasi setelah bencana banjir bandang di Pulau Siau
Manado, IDN Times - Hingga Selasa (6/1/2026), tercatat 693 warga terdampak banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Dari jumlah tersebut 16 orang meninggal dunia.
"Tiga orang masih hilang, dan 18 lainnya luka-luka," ujar Kapolres Sitaro, AKBP Iwan Permadi.
Dari 14 orang yang meninggal, 2 di antaranya balita yaitu El Kamanangan (4) dan Kananta Kairi Kansil yang masih berusia 2 bulan. Kemudian para korban selamat kebanyakan mengungsi di museum, gereja, hingga rumah keluarga.
1. Status tanggap darurat selama 14 hari

Bupati Sitaro, Chyntia Kalangit, menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Status tersebut tertuang daam Surat Keputusan Bupati Sitaro Nomor 1 Tahun 2026.
"Lokasi bencana ada sembilan titik. Paling parah di Kelurahan Bahu, Kelurahan Paseng, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, dan Kampung Batusenggo," kata Chyntia.
Untuk membersihkan material Pemkab Sitaro mendapat bantuan alat berat dari Pemprov Sulut berupa 2 uni ekskavator, Pemerintah Kecamatan Tagulandang 2 ekskavator, dan dari kontraktor 2 unit. Alat berat digunakan mengangkut material yang tak bisa menggunakan tenaga manusia.
2. Terbangun karena suara batu

Dari data sementara, sebanyak 17 rumah dinyatakan hilang karena tersapu banjir. Salah satunya adalah milik Rafles Tatoya (55) di Desa Bahu, Kecamatan Siau Timur.
Saat kejadian, ia, istri, dan anak sedang tidur. Rafles kemudian terbangun karena mendengar suara gemuruh batu.
"Waktu keluar lihat air sudah mengalir ke rumah. Cepat sekali masuk karena memang deras," ujarnya.
3. Selamatkan diri ke gunung

Rafles menyebut ia dan anak-istrinya berhasil menyelamatkan diri ke Gunung Sempele. Mayoritas warga Desa Bahu pun menyelamatkan diri ke sana.
Rafles pun berharap setelah kondisi pulih, bisa kembali memiliki rumah. Pemprov Sulut pun meminta agar warga direlokasi.
"Saya sudah sarankan agar warga direlokasi dari sini karena saya lihat potensi bencana seperti ini bisa datang lagi," ujar Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, ketika memantau penanganan bencana di Siau.


















