Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Polres Bone Tangkap 15 Pelaku Narkoba, Ada Dosen

IMG-20260106-WA0097.jpg
Polisi saat merilis 15 tersangka penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Bone. (Dok. Humas Polres Bone)
Intinya sih...
  • Penangkapan dilakukan secara bertahap, total 15 terduga pelaku diamankan dari beberapa laporan polisi.
  • Polisi menduga semua terduga pelaku merupakan satu jaringan, dengan total barang bukti sabu seberat 3,38 gram disita.
  • AMT diduga pengurus Muhammadiyah di Watampone, namun pihak Muhammadiyah membantah kabar tersebut.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Satuan Reserse Narkoba Polres Bone, Sulawesi Selatan, mengungkap jaringan penyalahgunaan narkotika. Sebanyak 15 terduga pelaku ditangkap.

Salah satu yang ikut diringkus adalah seorang oknum dosen berinisial AMT dari salah satu kampus swasta di Kabupaten Bone.

1. Penangkapan pelaku secara bertahap

Ilustrasi narkoba (IDN Times/Istimewa)
Ilustrasi narkoba (IDN Times/Istimewa)

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bone, Iptu Irham, mengatakan penindakan dilakukan secara bertahap sejak 2 hingga 5 Januari 2026. Pelaku ditangkap di beberapa lokasi berbeda, baik di dalam maupun di luar wilayah Bone.

“Total ada 15 orang yang kami amankan dari beberapa laporan polisi. Salah satunya merupakan oknum dosen berinisial AMT,” kata Irham, Selasa (6/1/2026).

Pengungkapan jaringan ini, kata Irham, berawal dari penangkapan seorang pria berinisial AE di kawasan Jalan Pisang Baru, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Dari tangan AE, polisi menemukan satu paket sabu dan uang tunai Rp400 ribu yang diduga hasil transaksi narkoba.

2. Polisi duga semua pelaku merupakan satu jaringan

Ilustrasi narkoba. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi narkoba. (IDN Times/Mardya Shakti)

Penangkapan itu kemudian mengarah ke dua nama lain, yakni AP dan HE, yang juga ditangkap di wilayah Kelurahan Macege. Polisi kembali menemukan sabu saat menangkap keduanya.

Dari pengembangan terhadap HE, penyidik menemukan keterkaitan dengan dosen AMT.

Polisi lalu menangkap AMT karena diduga terlibat dalam jaringan yang sama. Ada keterkaitan antar pelaku dalam satu rangkaian peredaran narkotika di wilayah Bone.

"Ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,73 gram yang berada dalam penguasaan HE yang saat itu juga oknum dosen AMT turut ditangkap,” sebutnya

Selain di Kota Watampone, penangkapan juga dilakukan di Bajoe, Kecamatan Ajangale, hingga Kabupaten Sidrap. Total barang bukti sabu yang disita dari seluruh rangkaian pengungkapan ini mencapai 3,38 gram.

3. Muhammadiyah bantah salah satu pelaku Ketua PCM

Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)

Saat ini, lima orang terduga pelaku masih menjalani asesmen di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut. Sementara pelaku lainnya masih diproses di Polres Bone.

Di sisi lain, muncul informasi bahwa AMT disebut sebagai pengurus Muhammadiyah di Watampone. Namun kabar itu langsung dibantah pihak Muhammadiyah.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Watampone, Andi Tabrani Rasyid, menegaskan bahwa AMT bukan Ketua PCM dan sudah lama tidak aktif dalam organisasi tersebut.

“Dia bukan Ketua PCM Watampone dan bukan kader aktif Muhammadiyah,” tegas Andi Tabrani.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Tender Preservasi Jalan Paket 6 Sulsel Senilai Rp278,6 Miliar

08 Jan 2026, 22:11 WIBNews