Polres Bone Tangkap 15 Pelaku Narkoba, Ada Dosen

- Penangkapan dilakukan secara bertahap, total 15 terduga pelaku diamankan dari beberapa laporan polisi.
- Polisi menduga semua terduga pelaku merupakan satu jaringan, dengan total barang bukti sabu seberat 3,38 gram disita.
- AMT diduga pengurus Muhammadiyah di Watampone, namun pihak Muhammadiyah membantah kabar tersebut.
1. Penangkapan pelaku secara bertahap

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bone, Iptu Irham, mengatakan penindakan dilakukan secara bertahap sejak 2 hingga 5 Januari 2026. Pelaku ditangkap di beberapa lokasi berbeda, baik di dalam maupun di luar wilayah Bone.
“Total ada 15 orang yang kami amankan dari beberapa laporan polisi. Salah satunya merupakan oknum dosen berinisial AMT,” kata Irham, Selasa (6/1/2026).
Pengungkapan jaringan ini, kata Irham, berawal dari penangkapan seorang pria berinisial AE di kawasan Jalan Pisang Baru, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Dari tangan AE, polisi menemukan satu paket sabu dan uang tunai Rp400 ribu yang diduga hasil transaksi narkoba.
2. Polisi duga semua pelaku merupakan satu jaringan

Penangkapan itu kemudian mengarah ke dua nama lain, yakni AP dan HE, yang juga ditangkap di wilayah Kelurahan Macege. Polisi kembali menemukan sabu saat menangkap keduanya.
Dari pengembangan terhadap HE, penyidik menemukan keterkaitan dengan dosen AMT.
Polisi lalu menangkap AMT karena diduga terlibat dalam jaringan yang sama. Ada keterkaitan antar pelaku dalam satu rangkaian peredaran narkotika di wilayah Bone.
"Ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,73 gram yang berada dalam penguasaan HE yang saat itu juga oknum dosen AMT turut ditangkap,” sebutnya
Selain di Kota Watampone, penangkapan juga dilakukan di Bajoe, Kecamatan Ajangale, hingga Kabupaten Sidrap. Total barang bukti sabu yang disita dari seluruh rangkaian pengungkapan ini mencapai 3,38 gram.
3. Muhammadiyah bantah salah satu pelaku Ketua PCM

Saat ini, lima orang terduga pelaku masih menjalani asesmen di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut. Sementara pelaku lainnya masih diproses di Polres Bone.
Di sisi lain, muncul informasi bahwa AMT disebut sebagai pengurus Muhammadiyah di Watampone. Namun kabar itu langsung dibantah pihak Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Watampone, Andi Tabrani Rasyid, menegaskan bahwa AMT bukan Ketua PCM dan sudah lama tidak aktif dalam organisasi tersebut.
“Dia bukan Ketua PCM Watampone dan bukan kader aktif Muhammadiyah,” tegas Andi Tabrani.


















