Lansia Hilang Diduga Terseret Arus Sungai Bilareng di Gowa

- Seorang lansia bernama Dg Patiha (70) dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus Sungai Bilareng di Dusun Lemoa, Gowa, saat debit air meningkat akibat hujan deras.
- Tim SAR gabungan memperluas area pencarian hingga 2,5 kilometer ke arah hilir sungai dengan membagi beberapa unit untuk penyelaman dan penyisiran tepi sungai.
- Pencarian juga dilakukan menggunakan perahu rafting dan drone, namun sempat terhenti sementara karena cuaca buruk yang menghambat visibilitas tim penyelam di lapangan.
Makassar, IDN Times - Seorang warga lanjut usia (lansia) bernama Dg Patiha (70), dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus Sungai Bilareng di Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Hingga Jumat (6/3/2026), Tim SAR gabungan masih mencari keberadaan korban.
Korban diketahui merupakan warga Dusun Lemoa. Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar dari Sekretaris Camat Bontolempangan, Al Ashar, peristiwa itu bermula pada Selasa (4/3/2026) sekitar pukul 07.00 Wita.
1. Barang milik korban di pinggir Sungai Bilareng

Saat itu, korban berangkat menuju sawah miliknya. Namun hingga sekitar pukul 15.00 WITA, korban tak kunjung kembali ke rumah sehingga membuat keluarga khawatir.
Pihak keluarga kemudian menyusul ke lokasi sawah untuk mencari korban. Namun, korban tidak ditemukan. Warga yang melakukan pencarian awal hanya menemukan barang milik korban di pinggir Sungai Bilareng. Saat kejadian, debit air sungai diketahui sedang meningkat akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut. Kondisi itu membuat korban diduga terseret arus sungai.
2. Tim SAR perluas pencarian korban

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan tim SAR gabungan masih mengoptimalkan pencarian dengan memperluas area penyisiran hingga sekitar 2,5 kilometer ke arah hilir sungai.
“Pada hari kedua operasi, tim SAR gabungan membagi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian,” kata Arif.
Ia menjelaskan, SRU 1 melakukan penyelaman di beberapa titik sungai yang dicurigai. Kemudian SRU 2 menyisir tepi kiri dan kanan sungai dengan berjalan kaki.
3. Gunakan drone untuk optimalkan pencarian

Sementara itu, SRU 3 melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai menggunakan perahu rafting. Sedangkan SRU 4 melakukan pemantauan dari udara dengan mengoperasikan drone.
Namun proses pencarian sempat dihentikan sementara karena cuaca buruk yang menyulitkan tim di lapangan.
“Pencarian sempat dihentikan karena hujan cukup deras, sehingga tim penyelam tidak mendapatkan visibilitas yang cukup untuk mencari korban di bawah air,” jelas Arif.
Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, BPBD Gowa, MRB, FPL Lompobattang, Koramil, Polsek Bongaya, SAR Unhas, SAR UNM, serta masyarakat setempat.

















