Pemprov Sulsel Dampingi Keluarga Pelaut yang Disandera di Somalia

- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat menanggapi penyanderaan kapten kapal Honour 25 asal Gowa di perairan Somalia dan langsung berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
- Gubernur Andi Sudirman Sulaiman memastikan keluarga korban terhubung dengan Kementerian P2MI dan Kemenlu, sementara Dinas Ketenagakerjaan Sulsel mendampingi serta memfasilitasi komunikasi langsung dengan pejabat pusat.
- Sebanyak 18 awak kapal disandera, termasuk empat WNI; Ashari Samadikun masih bisa berkomunikasi dengan keluarga, dan pemerintah terus mengupayakan mediasi agar seluruh korban dibebaskan selamat.
Makassar, IDN Times – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat merespons kasus penyanderaan seorang pelaut asal Kabupaten Gowa di perairan Somalia. Korban diketahui bernama Ashari Samadikun (33), yang bekerja sebagai kapten kapal tanker Honour 25 berbendera Uni Emirat Arab.
Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat tingginya mobilitas pekerja migran asal Sulawesi Selatan di sektor pelayaran internasional. Koordinasi pun langsung dilakukan dengan pemerintah pusat untuk memastikan keselamatan korban.
1. Pemprov Sulsel hubungkan keluarga dengan pemerintah pusat

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan pihaknya telah menghubungkan keluarga korban dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Langkah ini dilakukan agar keluarga mendapatkan informasi terkini sekaligus memastikan penanganan berjalan melalui jalur diplomasi.
“Ini terus kami monitor perkembangannya,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Rabu (29/4/2026).
2. Keluarga korban didampingi, komunikasi difasilitasi

Atas arahan gubernur, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel, Jayadi Nas, mengunjungi rumah keluarga korban di Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Senin (27/4/2026) malam. Ia menyebut kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan pendampingan sekaligus memperkuat koordinasi lintas pemerintah.
“Atas arahan Bapak Gubernur, kami bergerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Bahkan kami sambungkan pihak keluarga dengan Wakil Menteri melalui telepon,” jelasnya.
Pemerintah juga memfasilitasi komunikasi langsung antara keluarga korban dan Wakil Menteri P2MI agar informasi yang diterima tetap akurat dan terbaru.
3. Sebanyak 18 awak kapal disandera, empat di antaranya WNI

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi saat kapal tanker Honour 25 berlayar dari Oman sejak 21 April 2026 menuju perairan Somalia dengan membawa muatan minyak dari Uni Emirat Arab. Dalam peristiwa tersebut, terdapat 18 awak kapal yang disandera. Empat di antaranya merupakan warga negara Indonesia, termasuk Ashari yang berasal dari Sulawesi Selatan.
“Saat ini korban masih dapat berkomunikasi dengan keluarga dan dalam kondisi selamat, meskipun situasi tetap menjadi perhatian serius,” kata Jayadi.
Ia menambahkan, pemerintah terus berupaya membuka jalur mediasi agar seluruh korban dapat dibebaskan dengan selamat. “Kehadiran kami untuk memastikan bahwa pemerintah hadir dan terus berupaya berkoordinasi agar ada mediasi sehingga korban dapat dilepaskan dengan selamat,” ujarnya.

















