Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Pasutri Setelah Menikah

4 Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Pasutri Setelah Menikah
ilustrasi pasangan sedang menghitung keuangan (pexels.com/Mikhail Nilov)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Banyak pasangan muda terjebak gaya hidup mewah di awal pernikahan, seperti pesta besar dan belanja berlebihan, yang akhirnya membuat keuangan jebol dan sulit menabung.
  • Kurangnya transparansi soal penghasilan, utang, dan pengeluaran antar pasangan sering memicu konflik rumah tangga karena tidak ada kejelasan arah finansial bersama.
  • Tidak memiliki dana darurat serta asuransi membuat pasangan rentan terhadap situasi tak terduga, sementara gaya hidup berlebihan memperparah kondisi finansial pasca menikah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menikah memang sering kali terkesan indah di awal. Namun, seiring berjalannya waktu ketika saldo rekening semakin menipis akan menimbulkan konflik satu sama lain. Tagihan yang datang satu persatu bahkan tidak punya dana darurat untuk ke depan.

Tidak sedikit pasangan muda yang gagal bukan karena tidak cocok, melainkan karena masalah finansial tidak bisa diselesaikan secara baik-baik. Inilah alasan mengapa mengatur serta menyiapkan finansial dengan baik sangat penting untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

Sebelum terlambat, yuk pahami empat kesalahan finansial fatal yang sering dilakukan pasangan muda berikut ini!

1. Terlalu banyak gaya di awal pernikahan yang membuat keuangan jebol

ilustrasi pesta (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi pesta (pexels.com/cottonbro studio)

Kesalahan paling umum yang sering dilakukan pasangan muda adalah terlalu banyak gaya ketika pernikahan berlangsung. Mereka menginginkan untuk terlihat sempurna ketika menikah dengan memasang dekor serba mahal namun tidak sesuai budget di kantong. Padahal bisa dikatakan bahwa ini hanya kepuasan sesaat.

Selain itu beberapa pasangan muda sering kali gengsi harus memiliki rumah bagus terlebih dahulu, bulan madu ke luar negeri, bahkan membeli perabot yang ujung-ujungnya jarang dipakai. Maka di sinilah pentingnya menetapkan prioritas untuk membeli barang yang sekiranya dibutuhkan terlebih dahulu. Membuat catatan keuangan di awal adalah langkah penting untuk menyiasati takut kekurangan uang di kemudian hari.

2. Tidak punya prinsip untuk transparan soal keuangan satu sama lain

ilustrasi seseorang menghitung uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi seseorang menghitung uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Setelah menikah masalah keuangan merupakan tanggung jawab bersama. Jika keduanya tidak transparan mengenai penghasilan, hutang, pengeluaran pribadi, ini bisa menjadi salah satu hal yang memicu konflik. Keduanya harus saling terbuka dari awal supaya tidak saling menyalahkan.

Prinsip transparansi bukan berarti harus membebankan keuangan pada salah satu pihak. Lebih dari itu prinsip ini ditekankan agar keduanya saling mengetahui dan percaya arah finansial rumah tangga ke depannya. Jadi, jangan sembunyikan hal kecil seperti jumlah penghasilan atau cicilan pribadi.

3. Tidak memiliki dana darurat serta asuransi untuk kemudian hari

ilustrasi pria dan wanita bertengkar (pexels.com/Timur Weber)
ilustrasi pria dan wanita bertengkar (pexels.com/Timur Weber)

Di tengah hidup yang penuh ketidakpastian, menabung selalu menjadi kebutuhan utama untuk diprioritaskan. Tentunya kita tidak akan pernah tahu kapan akan sakit, kehilangan pekerjaan, atau memiliki kebutuhan mendesak di waktu yang akan datang. Menabung akan menjadi hal mudah ketika kamu paham cara mengaturnya.

Dengan persiapan finansial yang tepat maka kamu akan lebih siap menghadapi masalah keuangan tanpa harus terpaksa berhutang. Jumlah dana darurat biasanya setara dengan 3 sampai 4 bulan pengeluaran bulanan. Meskipun demikian, kamu juga bisa menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.

4. Terjebak pada gaya hidup berlebihan setelah menikah

ilustrasi makan di restoran (pexels.com/RDNE Stock Project)
ilustrasi makan di restoran (pexels.com/RDNE Stock Project)

Awal pernikahan memang sering tergoda dengan hidup serba mewah. Makan di restoran mahal atau travelling setiap akhir pekan selalu menjadi kebutuhan wajib. Tapi masalahnya, gaya hidup yang berlebihan seperti ini dapat membuat keuangan jebol.

Parahnya jika kamu belum sempat menata prioritas untuk kedepannya hal ini hanya akan membuat stress karena banyak tagihan dan cicilan menumpuk. Kebahagiaan tidak selalu bisa diukur dengan seberapa mahal dan mewah barang yang dimiliki. Justru ketenangan akan kamu dapatkan ketika bisa hidup nyaman, saling mendukung satu sama lain, dan masih memiliki tabungan untuk masa depan.

Pernikahan memang selalu terkesan indah namun, namun jangan biarkan euforia membuatmu kehilangan kendali tentang masalah finansial. Jangan terlalu memikirkan gengsi yang belum tentu cocok dengan kondisimu. Sebab yang terpenting adalah bisa hidup sesuai kemampuan dan menabung untuk masa depan demi membangun kebiasaan finansial sehat bersama-sama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More