Investasi Sulsel Tumbuh Rp5 Triliun pada Triwulan I 2026

- Realisasi investasi Sulawesi Selatan triwulan I 2026 naik sekitar Rp5 triliun dibanding tahun sebelumnya, dengan kontribusi terbesar dari Makassar, Luwu Timur, dan Luwu.
- Kenaikan investasi ditopang ekspansi proyek tambang emas PT Masmindo Dwi Area serta sektor jasa di Makassar, meski belum ada investasi besar baru yang terealisasi.
- Pemerintah menargetkan realisasi investasi Rp21 triliun pada 2026, didukung beroperasinya kawasan industri nikel IHIP dan proyek tambang emas yang diproyeksikan berdampak jangka panjang.
Makassar, IDN Times - Realisasi investasi di Sulawesi Selatan pada triwulan I 2026 mencatat pertumbuhan sekitar Rp5 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan aktivitas penanaman modal di daerah masih bergerak positif di tengah berbagai gejolak ekonomi global.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Selatan, Asrul Sani, mengatakan pertumbuhan investasi di Sulawesi Selatan masih terkonsentrasi di sejumlah daerah. Kota Makassar, Kabupaten Luwu Timur, dan Kabupaten Luwu menjadi wilayah yang memberi kontribusi terbesar terhadap realisasi investasi pada triwulan I 2026.
"Kalau untuk di 2026, sebenarnya kita sudah rilis bahwa untuk triwulan satu itu kalau membandingkan year on year dari tahun sebelumnya sebenarnya mengalami peningkatan. Dia pertumbuhan itu sebesar Rp5 triliun secara keseluruhan," kata Asrul Sani, Jumat (12/6/2026).
1. Pertumbuhan ditopang ekspansi proyek yang sudah berjalan

Menurut Asrul, investasi di Luwu dan Luwu Timur didominasi penambahan kapasitas usaha serta pengembangan proyek yang telah berjalan. Salah satu penyumbang utama berasal dari aktivitas konstruksi tambang emas yang dikelola PT Masmindo Dwi Area.
"Di Luwu dan di Luwu Timur itu bukan investasi baru, tapi penambahan kapasitas dan proses, itu untuk pertambangan Masmindo yang sudah mulai proses konstruksinya untuk tambang emas," katanya.
Sementara itu, Makassar masih menjadi motor investasi Sulsel melalui sektor jasa. Aktivitas perdagangan, jasa, dan layanan usaha menjadi penopang utama realisasi investasi di ibu kota provinsi ini.
Asrul mengakui hingga pertengahan 2026 belum terdapat investasi besar baru yang masuk ke Sulawesi Selatan. Sejumlah investor skala menengah masih berada dalam tahap pengurusan perizinan sebelum merealisasikan investasinya.
"Sepanjang pengetahuan kami belum, masih yang kecil-kecil. Kalau yang investasi besar belum ada. Tapi kalau khusus yang menengah itu ada beberapa yang masih berproses perizinannya," katanya.
2. Sulsel dibidik capai investasi Rp21 triliun

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tetap optimistis terhadap prospek investasi pada 2026. Sulsel ditargetkan membukukan realisasi investasi sebesar Rp21 triliun oleh pemerintah pusat, yang juga telah dimasukkan ke dalam dokumen RPJMD Sulsel.
Optimisme tersebut didorong oleh mulai beroperasinya kawasan industri nikel PT Indonesia Huali Industrial Park (IHIP) di Kabupaten Luwu Timur. Aktivitas industri di kawasan itu diperkirakan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap realisasi investasi sepanjang tahun ini.
Selain itu, proyek tambang emas PT Masmindo Dwi Area di Kabupaten Luwu telah memasuki tahap konstruksi. Aktivitas tersebut diyakini akan memberi kontribusi terhadap peningkatan realisasi investasi di Sulawesi Selatan.
3. Proyek besar diproyeksikan berdampak dalam beberapa tahun ke depan

Asrul mengatakan investasi merupakan proses jangka panjang yang umumnya berlangsung selama dua hingga lima tahun. Karena itu, sejumlah proyek industri besar tersebut diproyeksikan memberi dampak lebih besar terhadap perekonomian Sulsel pada tahun-tahun mendatang.
"Nah itu tentunya pasti berpengaruh terhadap realisasi investasi nanti," kata Asrul.


















