Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Unhas Sambut 10.401 Mahasiswa Baru, Rektor Minta Jangan Minder

Kota Makassar
Unhas Sambut 10.401 Mahasiswa Baru, Rektor Minta Jangan Minder
Suasana acara penerimaan mahasiswa baru Universitas Hasanuddin di JK Arenatorium, Kampus Unhas Tamalanrea, pada 11 Agustus 2026. (dok. Humas Universitas Hasanuddin)
  • Unhas menyambut 10.401 mahasiswa baru sarjana dan sarjana terapan Tahun Akademik 2026 melalui PKKMB, dengan tema inovasi, sinergi, dan dampak bagi negeri.
  • Mahasiswa baru lolos dari SNBP 3.309 orang, SNBT 5.273 orang, dan Jalur Mandiri 1.819 orang; Unhas memakai 17,49 persen kuota mandiri.
  • Rektor meminta mahasiswa disiplin, menuntaskan studi, dan percaya diri berkompetisi; Menteri Diktisaintek menekankan adaptasi, pengasahan kompetensi, serta dampak nyata bagi masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi menyambut 10.401 mahasiswa baru jenjang sarjana dan sarjana terapan untuk Tahun Akademik 2026. Penyambutan ini dilakukan bersamaan dengan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di JK Arenatorium GOR Unhas, Selasa (11/8/2026) pagi.

Mengusung tema "Tumbuh dengan Inovasi, Bergerak dengan Sinergi, Berdampak untuk Negeri", acara ini ini tak cuma menjadi langkah awal pembekalan akademik. Pihak Kampus Meraj juga memanfaatkan momen ini untuk menanamkan karakter bagi para calon pemimpin masa depan.

  1. 1. Seluruh mahasiswa baru melalui seleksi ketat di tiga jalur penerimaan

    Suasana acara penerimaan mahasiswa baru Universitas Hasanuddin pada 11 Agustus 2026.
    Suasana acara penerimaan mahasiswa baru Universitas Hasanuddin di JK Arenatorium, Kampus Unhas Tamalanrea, pada 11 Agustus 2026. (dok. Humas Universitas Hasanuddin)

    Sebanyak 10.401 mahasiswa baru yang berhasil menembus Unhas merupakan hasil penyaringan ketat melalui tiga jalur resmi, yakni SNBP (3.309 orang), SNBT (5.273 orang), dan Jalur Mandiri (1.819 orang). Penyeleksian ini dirancang sedemikian rupa untuk memastikan kualitas calon mahasiswa yang masuk tetap terjaga secara obyektif dan transparan.

    "Untuk Jalur Mandiri, walaupun kami diberikan kewenangan menerima hingga 50 persen, Unhas hanya menerima 17,49 persen saja. Proses penerimaan ini kami laksanakan secara independen, dengan mekanisme seleksi yang dirancang untuk menjaring calon mahasiswa berkualitas," jelas Wakil Rektor (WR) I Unhas, Muhammad Ruslin, dalam keterangan tertulis.

  2. 2. Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, meminta anak daerah menghapus rasa minder

    Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, berbicara dalam acara penerimaan mahasiswa baru pada 11 Agustus 2026.
    Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, berbicara dalam acara penerimaan mahasiswa baru di JK Arenatorium, Kampus Unhas Tamalanrea, pada 11 Agustus 2026. (dok. Humas Universitas Hasanuddin)

    Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, mengingatkan keberhasilan menembus Unhas bukan akhir perjalanan. Ini disebutnya sebagai awal dari ujian konsistensi, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap aturan akademik. Mahasiswa diminta untuk menjauhi segala bentuk pelanggaran dan fokus menyelesaikan masa studi hingga tuntas. Lebih jauh, ia memacu semangat mahasiswa baru membawa nama kampus di arena kompetisi nasional maupun internasional.

    "Tradisi juara di kampus ini hadir untuk menghapus rasa minder anak daerah. Ini adalah bukti bahwa kapasitas mahasiswa di luar Pulau Jawa itu setara, kita mampu memimpin di kancah nasional dan siap berkompetisi di level dunia," ungkap Prof. Jeje, sapaan akrabnya di hadapan ribuan mahasiswa yang hadir.

  3. 3. Menteri Diktisaintek, Brian Yulianto, meminta mahasiswa baru Unhas terus beradaptasi

    Suasana acara penerimaan mahasiswa baru Universitas Hasanuddin pada 11 Agustus 2026.
    Suasana acara penerimaan mahasiswa baru Universitas Hasanuddin di JK Arenatorium, Kampus Unhas Tamalanrea, pada 11 Agustus 2026. (dok. Humas Universitas Hasanuddin)

    Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Brian Yuliarto, turut memberikan arahan secara virtual mengenai pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah laju perubahan era modern. Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan masa kuliah untuk mengasah kompetensi sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

    "Mahasiswa harus berani melangkah, mampu bertransformasi secara cepat dan adaptif, serta menghasilkan dampak nyata. Proses itu dimulai sejak PKKMB sebagai momentum awal mengenal kehidupan perguruan tinggi dan beradaptasi dengan lingkungan akademik," tutur Yuliarto.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More