Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ekspor Sulsel Agustus 2026 Tembus US$161,66 Juta, Didominasi Nikel

Kota Makassar
4 min read
Ekspor Sulsel Agustus 2026 Tembus US$161,66 Juta, Didominasi Nikel
Ilustrasi ekspor (pexels.com/Wolfgang Weiser)
  • Ekspor Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 mencapai US$161,66 juta, turun 7,77 persen dari Juli tetapi naik 14,03 persen secara tahunan; kumulatif Januari–Agustus sebesar US$1,02 miliar.
  • Nikel mendominasi ekspor senilai US$78,28 juta atau 48,42 persen, sementara Jepang dan Tiongkok menyerap mayoritas pengiriman; Pelabuhan Malili dan Makassar menjadi titik ekspor utama.
  • Impor Sulsel Agustus 2026 bernilai US$83,56 juta, turun 29,33 persen tahunan, didominasi gandum; Australia menjadi pemasok terbesar dan Pelabuhan Makassar menangani 87,74 persen pembongkaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat nilai ekspor Sulawesi Selatan pada bulan Agustus 2026 mencapai US$161,66 juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 7,77 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan Juli 2026 yang tercatat sebesar US$175,28 juta.

Meski terkoreksi secara bulanan, nilai ekspor Agustus 2026 tersebut tumbuh sebesar 14,03 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang bernilai US$141,77 juta. Secara kumulatif, total nilai pengiriman barang ke luar negeri melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai US$1.021,64 juta, meski mencatatkan penurunan sebesar 4,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

  1. 1. Nikel tetap jadi komoditas ekspor utama meski alami penurunan

    Ilustrasi Nikel.
    Ilustrasi Nikel. (IDN Times/Anjani Asra)

    Berdasarkan rilis BPS Sulsel, Kamis (1/10/2026), Komoditas nikel masih menjadi penopang utama ekspor Sulawesi Selatan pada Agustus 2026. Nilai ekspor nikel tercatat sebesar US$78,28 juta dan menyumbang kontribusi terbesar mencapai 48,42 persen dari total nilai ekspor Sulsel, meskipun secara bulanan mengalami penurunan sebesar 23,75 persen dibandingkan Juli 2026.

    Selain nikel, komoditas biji-bijian berminyak menyumbang US$22,95 juta atau 14,20 persen dari total ekspor, sementara besi dan baja mencatatkan nilai sebesar US$22,44 juta dengan porsi 13,88 persen setelah tumbuh 18,96 persen dari bulan sebelumnya. Komoditas kakao atau cokelat juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 27,37 persen menjadi US$11,37 juta, disusul komoditas ikan dan udang yang melonjak 29,69 persen dengan nilai US$8,26 juta.

    Jika dilihat secara akumulatif dari Januari hingga Agustus 2026, kelompok komoditas daging dan ikan olahan mencatatkan persentase kenaikan paling pesat sebesar 107,34 persen hingga nilainya mencapai US$16,31 juta. Sebaliknya, komoditas besi dan baja mengalami koreksi paling dalam dengan penurunan mencapai 63,88 persen atau berkurang sebesar US$78,78 juta dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

  2. 2. Jepang dan Tiongkok jadi tujuan utama pasar ekspor

    Terminal peti kemas di Pelabuhan Makassar, salah satu pelabuhan yang dikelola Pelindo Regional 4. (Dok. Pelindo Regional 4)
    Terminal peti kemas di Pelabuhan Makassar, salah satu pelabuhan yang dikelola Pelindo Regional 4. (Dok. Pelindo Regional 4)

    Pasar ekspor Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 masih terfokus pada dua negara tujuan utama, yakni Jepang dan Tiongkok. Jepang menjadi pasar terbesar dengan menyerap nilai ekspor mencapai US$81,68 juta atau mencakup 50,53 persen dari total pasar, sedangkan Tiongkok berada di posisi kedua dengan nilai US$65,35 juta atau berkontribusi sebesar 40,42 persen.

    Selain kedua negara tersebut, Sulsel juga mengirimkan komoditas ekspor ke Taiwan sebesar US$3,38 juta, Timor-Leste senilai US$1,69 juta, serta Filipina sebesar US$1,43 juta. Secara akumulatif sepanjang Januari hingga Agustus 2026, gabungan transaksi ke Jepang, Tiongkok, dan Taiwan mendominasi hingga 91,75 persen dari total pengiriman barang keluar Sulawesi Selatan.

    Berdasarkan pelabuhan muat tempat keberangkatan barang di Sulawesi Selatan, aktivitas pengiriman terbesar pada Agustus 2026 terpusat di Pelabuhan Malili dan Pelabuhan Makassar. Pelabuhan Malili mencatatkan pengiriman barang dengan nilai US$78,28 juta atau menyumbang 48,42 persen dari total nilai ekspor daerah ini. Sementara itu, Pelabuhan Makassar menangani ekspor senilai US$77,02 juta yang mencakup 47,64 persen dari total ekspor, di mana angka pengiriman melalui pintu ini mengalami peningkatan sebesar 11,69 persen jika dibandingkan dengan capaian pada bulan Juli 2026.

  3. 3. Nilai impor Sulsel Agustus 2026 turun 29,33 persen secara tahunan

    Pelabuhan Makassar New Port (MNP). Dok. Pelindo Regional IV
    Pelabuhan Makassar New Port (MNP). Dok. Pelindo Regional IV

    Dari sisi transaksi masuk barang, BPS mencatat nilai impor yang dibongkar di pelabuhan Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 mencapai US$83,56 juta. Capaian ini mengalami penurunan sebesar 29,33 persen jika dibandingkan dengan nilai impor pada Agustus 2025 yang sempat menyentuh angka US$118,24 juta.

    Struktur barang yang diimpor pada periode ini didominasi oleh gandum-ganduman dengan nilai US$23,51 juta atau mencakup 28,14 persen, diikuti oleh olahan makanan hewan sebesar US$19,83 juta, serta gula dan kembang gula senilai US$12,57 juta. Komoditas bahan bakar mineral dan mesin-mesin atau pesawat mekanik turut melengkapi daftar utama impor dengan nilai masing-masing US$10,83 juta dan US$4,10 juta. Secara kumulatif sejak Januari hingga Agustus 2026, total nilai impor Sulsel tercatat sebesar US$647,71 juta, atau tumbuh 5,43 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

    Australia menempati posisi teratas sebagai negara pemasok barang impor terbesar ke Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 dengan transaksi senilai US$31,84 juta atau menguasai 38,10 persen dari total impor. Posisi selanjutnya ditempati oleh Tiongkok dengan pengiriman barang bernilai US$14,77 juta, Argentina sebesar US$9,23 juta, Singapura senilai US$8,20 juta, dan Brasil sebesar US$7,69 juta. Untuk pintu masuk kedatangan barang, Pelabuhan Makassar menjadi lokasi pembongkaran utama dengan nilai impor mencapai US$73,32 juta, yang berarti menangani hingga 87,74 persen dari seluruh aktivitas impor Sulawesi Selatan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More