Tak Kunjung Padam, Nyaris 2 Pekan Kaki Gunung Klabat di Minut Terbakar

Kebakaran di kaki Gunung Klabat, Minahasa Utara, telah berlangsung hampir dua pekan sejak 19 September 2026 dan merambat ke hutan lindung yang lebih curam.
Bupati Joune Ganda meminta BPBD Minut memperbarui laporan untuk memetakan risiko titik api baru dan mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana besar.
Tim gabungan masih mengejar titik api terjauh untuk membatasi perluasan; asap berpotensi mengganggu penerbangan, meski Bandara Sam Ratulangi masih beroperasi normal.
Manado, IDN Times - Sudah nyaris 2 pekan kaki Gunung Klabat di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, mengalami kebakaran. Kebakaran pertama kali terjadi pada Sabtu, 19 September 2026.
Kobaran api memang menjauh dari pemukiman warga. Namun, api justru semakin merambat ke hutan lindung Gunung Klabat.
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menyebut hal ini justru membuat tim gabungan semakin sulit memadamkan api. "Karena kalau lebih tinggi maka wilayahnya lebih curam," tutur Joune, Kamis (1/10/2026).
1. Muncul api di titik lain

Pemandangan kaki Gunung Klabat di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, yang terbakar. Dok. Damkar Minut Kekhawatiran lain adalah munculnya titik api di lokasi berbeda. Untuk itu, ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut membuat laporan terbaru.
Laporan tersebut akan menjadi dasar tim gabungan mencegah munculnya titik api di lokasi lain. Joune menegaskan bahwa pihaknya tak ingin menunggu kebakaran ini menjadi bencana besar.
"Isi laporannya prediksi di lapangan yang bisa membuat kebakaran hutan semakin membesar," kata Joune.
2. Berpotensi ganggu penerbangan

Pemandangan kaki Gunung Klabat di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, yang terbakar. Dok. Warga Jika kebakaran meluas, hal ini bisa berdampak pada aktivitas penerbangan. Pasalnya, Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dan Gunung Klabat hanya berjarak sekitar 26 kilometer. "Kalau makin membesar Bandara Sam Ratulangi bisa ditutup karena asap tebal yang mengganggu penerbangan," ujarnya.
Namun, hal tersebut baru sebatas potensi yang perlu diantisipasi. Penerbangan di Bandara Sam Ratulangi saat ini pun masih berjalan normal. Hanya saja, kualitas udara sudah menurun.
Joune menyebut bahwa kualitas udara Minut rata-rata dalam kategori baik atau hijau. Namun, sejak kebakaran ini kualitas udara menurun menjadi warna kuning.
3. Kejar titik api paling jauh

Rusa tertangkap kamera petugas yang memadamkan kebakaran di kaki Gunung Klabat, Minut, Sulawesi Utara. Dok. Damkar Minut Ketua Tim Operasi Lapangan Tim Pemburu Api Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sulawesi Seksi Wilayah III Manado, Silvri Christian Sengkey, membenarkan bahwa pihaknya masih terus berupaya memadamkan api. Ia membantah isu yang beredar bahwa api sudah sepenuhnya padam.
"Itu masyarakat hanya sudah tidak melihat titik api di sekitar kebun atau rumah. Padahal titik api masih ada, hanya saja menjauh ke arah hutan lindung," jelas Silvri.
Saat ini, tim gabungan berupaya mengejar titik api terjauh. Hal itu dilakukan untuk memotong titik api agar kebakaran tak semakin meluas.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















