Makassar Siapkan Teknologi Air Laut Jadi Air Minum di 6 Pulau

- Pemkot Makassar menjajaki desalinasi bertenaga surya untuk mengolah air laut menjadi air minum, sebagai solusi keterbatasan air tawar di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.
- Survei awal bersama PT Prolink Intidata Nusantara dijadwalkan di Pulau Langkai, Lumu-Lumu, Bonetambung, dan Barrang Lompo guna menilai kondisi geografis, kebutuhan warga, serta kecocokan teknologi.
- Teknologi berkapasitas sekitar 250 liter per jam masih dikaji dari kualitas air, energi, biaya pemeliharaan, panel surya, hingga lokasi alat sebelum masuk rencana anggaran.
Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menjajaki penggunaan teknologi desalinasi untuk mengolah air laut menjadi air minum bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Teknologi tersebut rencananya menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi untuk mengatasi keterbatasan air tawar di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.
Rencana itu dibahas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menerima audiensi PT Prolink Intidata Nusantara terkait teknologi pengolahan air laut menjadi air minum di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (29/9/2026). Pemkot Makassar akan lebih dulu melakukan survei untuk memastikan teknologi tersebut sesuai dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat di pulau.
1. Air laut akan diolah menjadi air tawar

Pengunjung berkeliling menikmati suasana di Pulau Samalona. (IDN Times/Aan Pranata) Teknologi yang dijajaki menggunakan sistem Reverse Osmosis (RO) untuk memisahkan kandungan garam dari air laut. Air hasil pengolahan nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber air minum setelah melalui proses pemurnian dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Munafri mengatakan program tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat pulau yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air tawar. Sistem yang menggunakan energi matahari juga diharapkan membuat penyediaan air lebih mandiri.
"Ini adalah solusi jangka panjang, air bersih yang mandiri berbasis energi matahari. Kita mau hadirkan program air langsung minum bagi warga di pulau," ujar Munafri.
2. Empat pulau disurvei untuk tahap awal

- Pemerintah Kota Makassar menjajaki penggunaan teknologi desalinasi untuk mengolah air laut menjadi air minum bagi masyarakat di wilayah kepulauan. (Dok. Humas Pemkot Makassar) Kecamatan Kepulauan Sangkarrang memiliki delapan pulau, enam di antaranya berpenghuni. Pemkot Makassar akan memprioritaskan pulau berpenghuni karena program tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Tim Pemkot Makassar bersama PT Prolink Intidata Nusantara dijadwalkan melakukan survei pada Rabu (30/9/2026) di Pulau Langkai, Lumu-Lumu, Bonetambung, dan Barrang Lompo. Survei dilakukan untuk melihat kondisi geografis, kontur wilayah, sumber air, kebutuhan masyarakat, serta kesesuaian teknologi yang ditawarkan.
"Tim akan ke pulau besok melihat kondisi, tim PT Prolink Intidata Nusantara akan survei apakah sesuai dengan kondisi atau kontur pulau yang kita miliki," ungkap Munafri.
3. Kapasitas sekitar 250 liter air per jam

Petugas PLN tengah meninjau pengoperasian inovasi Desalinasi Berbasis Energi Surya yang juga merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN di Pulau Barrang Lompo, Kota Makassar. (Dok. Istimewa) Teknologi desalinasi yang sedang dijajaki memiliki kapasitas produksi sekitar 250 liter per jam. Munafri menyebut sekitar 30 persen air yang diproses dapat menjadi air hasil desalinasi, sementara sisanya memiliki kadar garam lebih tinggi.
Pemkot Makassar masih akan mengkaji kualitas air hasil pengolahan, kebutuhan energi, kapasitas produksi, hingga biaya pemeliharaan sebelum menentukan penerapannya. Hasil samping proses desalinasi juga disebut berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, seperti pembuatan es atau garam, dengan tetap memperhatikan persyaratan teknis dan keamanan.
"Kita mencoba mendengarkan apa yang menjadi masukan detail. Saya ajak Pak Camat, Kepala Dinas PU, Direktur PDAM, untuk memastikan apakah ini bisa kita pakai, apakah memang cocok dan dibutuhkan oleh masyarakat pulau atau tidak," tuturnya.
Selain persoalan air, penggunaan tenaga surya menjadi pertimbangan karena sejumlah pulau masih mengandalkan generator set berbahan bakar solar untuk kebutuhan listrik. Pemkot Makassar akan mengkaji kebutuhan panel surya, penyimpanan daya, lokasi penempatan alat, serta kebutuhan lahan sebelum program tersebut masuk dalam rencana penganggaran.
Munafri mengatakan penyediaan air bersih tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi, tetapi juga untuk mandi, memasak, mencuci, dan menunjang sanitasi masyarakat. Ketersediaan air juga dinilai penting untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata di wilayah kepulauan.
"Program ini kita harapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pelayanan air minum bagi masyarakat di enam pulau berpenghuni, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan terluar Makassar," tukas Appi.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















