Pemuda 19 Tahun Asal Pinrang Berangkat Haji Gantikan Almarhumah Ibu

- Ammar Zahran Muwahid Ismail, pemuda 19 tahun asal Pinrang, berangkat haji menggantikan almarhumah ibunya yang wafat sebelum jadwal keberangkatan.
- Proses pengalihan porsi haji sempat tertunda karena usia Ammar belum memenuhi batas minimal saat ibunya meninggal dunia pada 2022.
- Ammar berangkat sendiri tanpa keluarga, bekerja sebagai PPPK di BPN Pinrang, dan menyiapkan diri dengan manasik serta menjaga kondisi fisik sebelum ke Tanah Suci.
Makassar, IDN Times - Keberangkatan jemaah haji tahun ini juga diwarnai kisah penggantian porsi oleh anggota keluarga. Seorang jemaah muda asal Kabupaten Pinrang, Ammar Zahran Muwahid Ismail (19), berangkat ke Tanah Suci untuk menggantikan almarhumah ibunya.
Ammar menjadi salah satu jemaah termuda dalam rombongan Embarkasi Makassar. Dia berangkat sendiri tanpa didampingi keluarga lain.
"Ibu daftar tahun 2010. Meninggal 2022," kata Ammar saat ditemui di Asrama Haji Sudiang, Makassar.
1. Sempat tertunda karena batas usia

Ammar menjelaskan, ibunya sebenarnya dijadwalkan berangkat pada 2023. Namun setelah wafat, proses pengalihan porsi kepada dirinya tidak bisa langsung karena terkendala usia.
"Harusnya itu 2023. Tapi pas pemindahan ke saya, tidak cukup umur," katanya.
Saat itu, usia Ammar belum memenuhi batas minimal 17 tahun. Karena itu, dia belum bisa diberangkatkan sebagai pengganti.
2. Berangkat tanpa keluarga

Keberangkatan ini juga dijalani Ammar seorang diri tanpa sanak keluarganya. Dia merupakan anak tunggal dan kini tinggal sendiri di rumah di Pinrang.
Ayahnya masih berada di wilayah yang sama, namun telah menikah kembali sejak dua tahun lalu. Kunjungan sang ayah berlangsung secara berkala.
"Sendiri. Ayah biasa datang, tiap dua minggu," katanya.
Sejak awal tahun ini, Ammar mulai terbiasa menjalani aktivitas secara mandiri. Dia juga memasak dan mengurus kebutuhan sehari-harinya sendiri.
3. Bekerja sambil menunggu keberangkatan

Dalam keseharian, Ammar bekerja sebagai PPPK di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pinrang. Pekerjaan tersebut dijalani setelah menyelesaikan pendidikan di bidang pertanahan.
"Baru mulai tahun ini, habis kuliah," katanya.
Walaupun sibuk bekerja, dia tak lupa menyiapkan dirinya untuk berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Untuk persiapan haji, dia telah mengikuti manasik serta menjaga kondisi fisik dengan berolahraga.
Meski menjalani banyak hal seorang diri, Ammar tetap berusaha menjalani proses ini dengan tenang. Di tengah kesederhanaannya, dia menyimpan harapan besar untuk masa depan. Saat ditanya soal cita-citanya, dia tak ingin muluk-muluk.
"Mau jadi orang sukses," katanya singkat.


















