Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pelajar 16 Tahun di Makassar Nyaris Tewas Disabet Parang

Pelajar 16 Tahun di Makassar Nyaris Tewas Disabet Parang
Salah satu dari tujuh terduga pelaku yang menyerang korban. Dok. Polres Pelabuhan Makassar
Intinya Sih
  • Seorang pelajar SMA Muhammadiyah 6 Makassar berinisial N (16) nyaris tewas diserang sekelompok pemuda bersenjata tajam di Jalan Muhammadiyah akibat cekcok setelah hampir tabrakan.
  • Warga berhasil melerai perkelahian dan menangkap satu remaja berinisial MDF alias Diego, sementara korban mengalami luka di jempol tangan kiri akibat menangkis sabetan parang.
  • Polisi masih memburu pelaku utama MF alias Jeger dan enam terduga lainnya, serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memperketat pengawasan dan pembinaan terhadap remaja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times – Seorang pelajar di Makassar nyaris kehilangan nyawa setelah diserang sekelompok pemuda bersenjata tajam di Jalan Muhammadiyah, Kecamatan Wajo. Polisi kini memburu pelaku utama yang masih buron.

Korban diketahui berinisial N (16), siswa SMA Muhammadiyah 6 Makassar, warga Kecamatan Bontoala. Ia menjadi korban dugaan penyerangan dan penganiayaan yang kini tengah diselidiki Polres Pelabuhan Makassar.

1. Gegara nyaris tabrakan

Salah satu dari tujuh terduga pelaku yang menyerang korban. Dok. Polres Pelabuhan Makassar
Salah satu dari tujuh terduga pelaku yang menyerang korban. Dok. Polres Pelabuhan Makassar

Kasus ini ditangani berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LPB/111/IV/2026/SPKT/Polres Pelabuhan Makassar/Polda Sulsel, tertanggal 28 April 2026, terkait dugaan tindak pidana perlindungan anak.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 16.00 WITA, tepat di depan Panti Asuhan Bahagia, Jalan Muhammadiyah, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo.

Kasubsipenmas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil, menjelaskan insiden bermula saat korban hampir bertabrakan dengan rombongan pelaku yang melintas menggunakan sepeda motor.

“Saat itu terjadi hampir tabrakan antara pelaku dengan korban yang kemudian memicu adu mulut di lokasi,” kata Adil dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Setelah cekcok, pelaku berinisial MF alias Jeger meminta korban menunggu. Ia lalu pergi memanggil rekannya di sebuah warnet, yakni MDF alias Diego dan L.

2. Warga tangkap salah satu terduga pelaku

Salah satu dari tujuh terduga pelaku yang menyerang korban. Dok. Polres Pelabuhan Makassar
Salah satu dari tujuh terduga pelaku yang menyerang korban. Dok. Polres Pelabuhan Makassar

Kepada rekannya, pelaku mengaku hampir menjadi sasaran amukan massa. Tak lama kemudian, mereka kembali ke lokasi dan menantang korban berkelahi.

Situasi pun memanas. MF alias Jeger diduga mengeluarkan parang dari dalam jaketnya dan langsung menyerang korban.

“Korban nyaris terkena sabetan di bagian leher, namun berhasil menghindar dan menangkis dengan tangan kiri. Akibatnya, korban mengalami luka di jempol tangan kiri,” ungkap Adil.

Warga yang melihat kejadian itu segera turun tangan membubarkan perkelahian. Mereka juga berhasil menangkap salah satu rekan pelaku, MDF alias Diego (15), yang kemudian diserahkan ke polisi.

Dari hasil pemeriksaan, MDF diketahui tidak terlibat langsung dalam penyerangan menggunakan senjata tajam, melainkan hanya berada di lokasi bersama rombongan pelaku.

3. Poliai kejar enam orang terduga pelaku lainnya

Salah satu dari tujuh terduga pelaku yang menyerang korban. Dok. Polres Pelabuhan Makassar
Salah satu dari tujuh terduga pelaku yang menyerang korban. Dok. Polres Pelabuhan Makassar

Sementara itu, pelaku utama MF alias Jeger masih dalam pengejaran. Polisi juga telah mengidentifikasi sejumlah terduga pelaku lainnya, yakni FN, FZ alias Ocang, FA alias Cibi, LI, IN, dan KN.

“Pelaku utama yang melakukan penyerangan menggunakan sajam adalah MF alias Jeger, yang saat ini masih dalam pengejaran,” tegas Adil.

Barang bukti yang diamankan berupa satu sarung parang berwarna cokelat sepanjang sekitar 30 cm. Saat ini, penyidik telah memeriksa korban dan pelaku yang ditangkap, serta terus memburu tujuh terduga pelaku lainnya.

Polisi juga akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk meningkatkan pengawasan terhadap remaja.

“Kami akan menggandeng RT dan RW serta memberikan edukasi kepada orang tua terkait pentingnya pengawasan dan pembinaan anak,” ujar Adil.

Polres Pelabuhan Makassar menegaskan komitmennya menindak tegas segala bentuk kekerasan yang melibatkan anak dan kelompok remaja.

“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak agar tidak terlibat dalam tindakan melanggar hukum maupun kelompok yang meresahkan,” tutupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More