Sulsel Genjot Serapan Tenaga Kerja Lewat Program Pemerintah

- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan berbagai program untuk menekan angka pengangguran, termasuk melalui proyek strategis dan pembangunan Sekolah Rakyat yang menyerap banyak tenaga kerja.
- Skema padat karya diterapkan dalam proyek multi years dengan kewajiban melibatkan tenaga kerja lokal agar manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
- Pemprov Sulsel mengembangkan Creative Hub bagi siswa SMK sebagai tempat praktik berstandar industri, guna mencetak lulusan siap kerja dengan dukungan pelatih bergaji dan uang saku bagi peserta.
Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan sejumlah program untuk menekan angka pengangguran, khususnya bagi lulusan baru. Hal ini disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, saat disinggung soal upaya menekan angka pengangguran sebagai peringatan Hari Buruh Internasional 2026.
Sudirman mengatakan tren pengangguran di daerahnya saat ini mulai menunjukkan penurunan. Salah satu faktor pendorongnya berasal dari berbagai program pemerintah yang mulai berjalan.
"Kita memang menggalakkan. Jadi sebenarnya Alhamdulillah sekarang lagi turun pengangguran," kata Andi Sudirman di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (30/4/2026).
1. Program MBG dan Sekolah Rakyat serap tenaga kerja

Sudirman menyebut salah satu program yang berkontribusi adalah program MBG yang realisasinya di Sulsel termasuk cepat di tingkat nasional. Selain itu, Pemprov juga mendorong pembangunan sejumlah proyek strategis yang berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Di antaranya pembangunan sejumlah Sekolah Rakyat yang direncanakan mencapai puluhan titik. Sulsel menjadi salah satu daerah dengan jumlah proyek Sekolah Rakyat terbanyak di luar Pulau Jawa.
Dari total 25 perencanaan, sebanyak 9 proyek telah dieksekusi dan 7 lainnya disetujui. Sementara itu, 13 proyek lainnya masih dalam tahap proses persetujuan sebagai bagian dari pengembangan lanjutan program tersebut.
"Jadi itu nanti akan menyerap tenaga kerja dalam proses pembangunannya, karena tidak sedikit," katanya.
2. Skema padat karya libatkan tenaga kerja lokal

Selain proyek pembangunan, Pemprov Sulsel juga mengandalkan skema padat karya melalui proyek multi years. Dalam pelaksanaannya, pemerintah mensyaratkan keterlibatan tenaga kerja lokal agar dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Multi years ini yang banyak menyerap tenaga kerja, karena kami persyaratkan wajib menggandeng lokal," katanya.
3. Creative Hub SMK disiapkan untuk lulusan siap kerja

Di sektor pendidikan vokasi, Pemprov juga menyiapkan pengembangan Creative Hub bagi siswa SMK. Fasilitas ini dirancang sebagai tempat praktik kerja dengan standar industri agar lulusan siap masuk dunia kerja.
Menurut Sudirman, konsep Creative Hub tidak hanya menekankan pembelajaran teori, tetapi juga praktik langsung dengan pendekatan komersial. Siswa akan dilatih menangani pekerjaan riil, termasuk perawatan kendaraan milik pemerintah dengan standar profesional.
"Dia bisa praktek di situ, dilatih, ada sekolahnya, tempatnya, di sini belajar, sehingga dia tidak cuma belajar teori, tapi langsung ada praktek yang betul-betul," katanya.
Selain itu, para pelatih di fasilitas tersebut akan mendapatkan gaji sesuai peran mereka. Sementara itu, siswa akan diformat untuk menerima uang saku selama menjalani praktik.
"Semua pelatih-pelatihnya kita gaji. Tapi kalau anak-anaknya nanti kita akan formatkan untuk uang saku nanti mungkin, seperti dia praktik," katanya.


















