Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Appi Titip Pesan ke Jemaah Haji Makassar: Bukan Tamasya, tapi Perjalanan Suci

Appi Titip Pesan ke Jemaah Haji Makassar: Bukan Tamasya, tapi Perjalanan Suci
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melepas jemaah haji di Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (29/4/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan ibadah haji adalah perjalanan spiritual, bukan wisata, serta mengingatkan jemaah menjaga niat, kesehatan, dan menaati aturan selama beribadah.
  • Munafri mengajak jemaah saling menjaga dan membantu di Tanah Suci, sekaligus meminta petugas haji memberikan pelayanan terbaik dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.
  • Tahun 2026, Makassar memberangkatkan 331 jemaah haji setelah melalui pemeriksaan kesehatan ketat; kuota berkurang dari tahun sebelumnya karena penyesuaian distribusi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menitipkan pesan penting kepada Jemaah Haji Kota Makassar 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pesan tersebut disampaikan saat prosesi pelepasan jemaah di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Baruga Anging Mammiri, Rabu (29/4/2026).

Dalam kegiatan itu, Munafri didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa. Ini pertama kali pelepasan jemaah haji dilaksanakan di rumah jabatan wali kota Makassar.

1. Ibadah haji bukan perjalanan rekreasi

Jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Makassar. (IDN Times/Ashrawi Muin)
Jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Makassar. (IDN Times/Ashrawi Muin)

Dalam sambutannya, Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa ibadah haji bukanlah perjalanan wisata. Melainkan perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Ini adalah kewajiban dan kesempatan besar untuk memohon segala doa terbaik serta mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia mengingatkan para jemaah untuk menjaga niat, meluruskan hati, serta menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Selain itu, jemaah juga diminta menjaga kesehatan dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan petugas.

2. Jemaah diminta saling menjaga

IMG_20260421_121228.jpg
Jemaah calon haji kloter 1 Embarkasi Makassar asal Kabupaten Soppeng dilepas dari Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Makassar, Selasa (21/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Munafri juga mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Menurutnya, solidaritas menjadi kunci agar seluruh proses ibadah berjalan lancar.

“Jadilah satu keluarga yang tidak terpisahkan. Saling menjaga, saling membantu, karena ini adalah perjalanan spiritual yang harus dijalani bersama,” pesannya.

Ia turut menitipkan doa agar para jemaah mendoakan Kota Makassar dan masyarakatnya. Selain itu, Munafri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Kementerian Agama, atas dukungan dalam proses pemberangkatan haji tahun ini.

Kepada para petugas haji, Munafri menekankan bahwa tugas yang diemban merupakan amanah besar dan mulia. Ia meminta seluruh petugas memberikan pelayanan terbaik dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

“Tugas Bapak dan Ibu jauh lebih berat, tetapi sangat mulia. Layani para jemaah dengan sepenuh hati agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan khusyuk,” imbuhnya.

3. Tahun ini Makassar dapat kuota haji 331 orang

IMG_20260421_091134.jpg
Jemaah haji kloter 1 Embarkasi Makassar asal Kabupaten Soppeng dilepas dari Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Makassar, Selasa (21/4/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Makassar, Muhammad Amrullah Arief, menegaskan kesiapan jemaah haji telah melalui proses ketat, terutama dari aspek kesehatan. Pemeriksaan kesehatan merupakan bagian dari syarat istitha’ah, yakni kemampuan fisik dan mental calon jemaah sebelum diberangkatkan.

“Prosesnya sangat ketat dalam pengawalan dan pemeriksaan kesehatan. Itulah yang dimaksud dengan istitha’ah, sehingga calon jemaah benar-benar siap,” ujarnya.

Ia menyebut total jemaah haji asal Kota Makassar tahun ini sekitar 331 orang. Sebagian telah diberangkatkan melalui kloter 1, 4, dan 10, sementara sisanya akan menyusul. Jumlah kuota untuk Makassar berkurang dari 1.165 pada tahun 2025, akibat penyesuaian sistem distribusi keberangkatan secara nasional.

Di sisi lain, daftar tunggu (waiting list) jemaah haji Makassar untuk tahun 2027 diperkirakan mencapai sekitar 2.080 orang di luar pendamping mahram dan lansia. Secara keseluruhan, jumlah jemaah pada tahun mendatang diperkirakan berada pada kisaran 2.400 hingga 2.700 orang.

“Ini menunjukkan animo masyarakat sangat tinggi, sehingga butuh persiapan lebih matang, terutama dari sisi kesehatan,” jelasnya.

Amrullah menambahkan, pihaknya akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Makassar, Dinas Kesehatan, dan rumah sakit daerah untuk memastikan kesiapan seluruh jemaah.

Share
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More