Diduga Rekam Mahasiswi KKN di Toilet, Guru PNS Takalar Dibekuk Polisi

- Guru PNS berinisial SHL di Takalar ditahan setelah diduga merekam mahasiswi KKN secara diam-diam melalui ponsel yang disembunyikan dalam tempat sampah kamar mandi.
- Kasus terungkap setelah rekaman diduga diperlihatkan kepada rekan SHL, lalu informasi disampaikan kepada korban; polisi menyebut video sempat dihapus dari ponsel.
- Polres Takalar melanjutkan penyelidikan dengan pemeriksaan psikologi, psikiatri, dan digital forensik untuk memulihkan data video serta mendalami dugaan terhadap SHL.
Makassar, IDN Times - Seorang guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial SHL di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, ditahan polisi usai diduga merekam secara diam-diam seorang mahasiswi yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN). SHL diketahui merupakan guru di UPT SD Inpres Pasuleang II dan telah mengajar sekitar 10 tahun.
Korban merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar yang sedang menjalani KKN di wilayah Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Saat diduga melakukan aksinya, SHL disebut menggunakan telepon seluler yang disembunyikan di dalam tempat sampah kamar mandi.
1. HP diduga disembunyikan di tempat sampah kamar mandi

Ilustrasi kekerasan seksual yang menggambarkan kerentanan dan tekanan psikologis yang dialami korban. (id.pinterest.com/LaListanews) Kasat Reskrim Polres Takalar Iptu Haryanto Hidayat Pabeta mengatakan kasus ini kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Takalar setelah korban membuat laporan pada Sabtu (15/8/2026). SHL telah ditahan di Polres Takalar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Betul, terduga pelaku sudah kami bawa ke Polres Takalar karena diduga merekam seorang mahasiswi,” kata Haryanto dalam keterangannya kepada IDN Times, Rabu (19/8/2026).
Haryanto menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal, telepon seluler yang diduga digunakan SHL disebut diletakkan secara tersembunyi di dalam tempat sampah kamar mandi. Kamera dan fitur perekaman video diduga dalam kondisi aktif.
“Kasus tersebut kemudian terungkap setelah rekaman yang diduga dibuat SHL disebut sempat diperlihatkan kepada seorang rekannya. Rekan tersebut selanjutnya menyampaikan informasi itu kepada korban,” ujarnya.
Setelah mengetahui aksinya diduga terungkap, SHL disebut sempat menghapus file video dari telepon selulernya. “Hasil rekaman video sempat dihapus oleh pelaku. Kami akan memeriksa HP pelaku dan berusaha memulihkan file rekaman video tersebut,” ucap Haryanto.
2. Polisi libatkan digital forensik dan pemeriksaan psikologi

Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mardya Shakti) Haryanto mengatakan penyelidikan perkara tersebut masih berlangsung. Polisi telah mengirim permintaan pemeriksaan psikiatri terhadap korban dan terduga pelaku ke RS Bhayangkara Makassar.
Namun, pemeriksaan tersebut masih menunggu jadwal yang direncanakan pada Oktober 2026. Sementara itu, permintaan pemeriksaan psikologis juga telah diajukan dan kini menunggu jadwal dari UPT PPA Provinsi Sulawesi Selatan.
Selain pemeriksaan terhadap korban dan terduga pelaku, penyidik juga berencana mengajukan permintaan pemeriksaan digital forensik ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel. Pemeriksaan itu berkaitan dengan upaya memulihkan data video yang diduga telah dihapus dari telepon seluler SHL.
“Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengupayakan pemulihan data video yang diduga telah dihapus dari telepon seluler SHL,” jelasnya.
3. Pelaku dikenal sebagai guru dan penceramah

Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti) Di lingkungan tempat tinggalnya, SHL disebut tidak hanya dikenal sebagai guru. Ketua Komite SDN 135 Inpres Pasuleang, Bahar Daeng Nanga, mengatakan SHL telah lama mengajar siswa kelas VI sekolah dasar.
Menurut informasi yang dihimpun, SHL juga kerap mengisi ceramah keagamaan dalam kegiatan masyarakat, termasuk acara takziah. Bahkan, tiga hari sebelum diamankan polisi, SHL disebut sempat membawakan khutbah di Masjid Agung Takalar.
Informasi mengenai aktivitas SHL sebagai penceramah tersebut menjadi bagian dari keterangan warga mengenai sosoknya sebelum kasus dugaan perekaman tersembunyi terhadap mahasiswi KKN mencuat. Sementara itu, polisi masih mendalami perkara tersebut, termasuk memeriksa perangkat elektronik yang diduga digunakan untuk melakukan perekaman.
Hasil pemeriksaan digital forensik nantinya diharapkan dapat mengungkap apakah data video yang telah dihapus masih dapat dipulihkan. Polisi juga masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap SHL terkait dugaan perekaman tersebut.




















