Kisah Veteran Makassar, Usia 21 Tahun Langsung Hadapi Medan Perang

- Bambang Riadi pertama kali ditugaskan ke Timor Timur pada usia 21 tahun sebagai prajurit muda dalam Operasi Seroja, menghadapi kekhawatiran medan perang dan kehilangan rekan seperjuangan.
- Selama kariernya, Mayor Purnawirawan TNI ini kembali bertugas di Timor Timur dan Papua, serta bergabung dengan Pasukan Garuda dalam misi perdamaian PBB di Mesir pada 1977-1978.
- Bambang mengajak generasi muda meneladani keberanian pendahulu dan mengisi kemerdekaan lewat kesiapan mental, fisik, pendidikan, kemampuan, serta kontribusi membangun negara.
Makassar, IDN Times - Usianya baru 21 tahun ketika Bambang Riadi pertama kali dikirim menjalankan tugas operasi ke Timor Timur. Saat itu, dia masih seorang prajurit muda yang baru memulai kariernya sebagai bintara.
Bambang, yang kini berpangkat Mayor Purnawirawan TNI, tak ubahnya sama seperti anak muda pada umumnya. Dia mengaku sempat dihantui perasaan khawatir ketika harus berhadapan langsung dengan situasi perang di usia yang masih sangat muda.
"Yang paling tidak terlupakan tentunya pada waktu pertama kali menjadi militer, yang istilahnya masih hijau, langsung ditugaskan ke daerah perang. Jadi kayaknya perasaannya, wah bagaimana ini, bisa pulang atau tidak nanti?" kata Bambang kepada IDN Times, Jumat (14/8/2026).
1. Menjalankan tugas di Timor Timur hingga Papua

Mayor Purnawirawan TNI Bambang Riadi. IDN Times/Asrhawi Muin Bambang mengawali karier militernya sebagai bintara pada 1976. Penugasan pertamanya adalah operasi di Timor Timur dalam Operasi Seroja.
Dalam penugasan tersebut, Bambang menyaksikan langsung kerasnya medan operasi. Banyak rekan seperjuangannya yang gugur, sementara dia bersyukur masih diberi kesempatan untuk kembali.
"Banyak yang meninggal. Jadi kita masih bisa kembali, masih ini alhamdulillah bersyukur kita," katanya.
Penugasan Bambang tidak berhenti setelah tugas pertamanya di Timor Timur. Setelah menjadi bintara, dia kembali mendapat penugasan ke wilayah tersebut.
"Setelah menjadi bintara, tugas lagi ke Timor Timur lagi. Setelah menjadi perwira lagi, tugas lagi ke Timor Timur dan ke Papua," tuturnya.
2. Pernah jadi Pasukan Garuda di Mesir

ilustrasi TNI (IDN Times/Ilman Nafi'an) Selain menjalankan operasi di dalam negeri, Bambang juga pernah ditugaskan ke luar negeri sebagai bagian dari Pasukan Garuda di Mesir. Berbeda dengan penugasan di Timor-Timur, tugas Bambang di Mesir merupakan bagian dari misi perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Ke luar negeri, ke Mesir, ke Pasukan Garuda. Di bawah naungan PBB. 1977 sampai 1978," katanya.
Bambang sendiri merupakan pria asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Namun, sejak memulai karier sebagai anggota TNI pada 1975, dia menetap dan menjalani sebagian besar kehidupannya di Makassar.
"Sudah mulai tahun 1975 sampai sekarang. Semenjak jadi militer," katanya.
Meski telah lama tinggal di Makassar, keluarga besarnya masih berada di Jawa Tengah. Bambang kini tinggal bersama istri dan keluarganya menetap di Makassar.
3. Pesan Bambang untuk generasi muda

ilustrasi generasi muda Indonesia (unsplash.com/Hobi Industri) Setelah melewati berbagai penugasan, Bambang menyampaikan pesan kepada generasi muda. Dia mengajak generasi muda meneladani keberanian dan pengorbanan para pendahulu.
"Kepada generasi muda, mestinya harus banyak mencontoh para pendahulu-pendahulu kita yang gagah berani, yang rela berkorban untuk membela negara," katanya.
Menurutnya, generasi muda saat ini tidak harus mengangkat senjata untuk mengisi kemerdekaan. Perjuangan dapat diwujudkan melalui pendidikan, kemampuan, serta kontribusi dalam membangun negara.
"Generasi muda harus dengan adanya proklamasi ini mengisinya bukan ikut angkat senjata, tapi mengisi kemerdekaan. Tentunya menyiapkan mental, fisik, akal, kepandaian untuk membangun negara," kata Bambang.



















