Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Influenza A Bisa Mirip Flu Biasa, Kenali Tanda dan Gejalanya! 

Kota Makassar
3 min read
Influenza A Bisa Mirip Flu Biasa, Kenali Tanda dan Gejalanya! 
ilustrasi flu (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Influenza A dapat memicu demam, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan lemas; virus ini memiliki subtipe seperti H1N1 serta H3N2.
  • Segera ke fasilitas kesehatan bila demam tinggi menetap, sesak napas, tubuh makin lemah, atau kesadaran menurun; anak, lansia, ibu hamil, dan pengidap komorbid lebih berisiko komplikasi.
  • Dinkes Sulsel menegaskan influenza A disebabkan virus, bukan langsung oleh cuaca panas atau El Nino; masyarakat diimbau menjaga cairan, istirahat, kebersihan, dan etika batuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Influenza A memiliki gejala yang sekilas mirip dengan flu biasa. Namun, masyarakat perlu mengenali tanda bahaya agar dapat segera mendapatkan penanganan medis jika kondisi memburuk.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Evi Mustikawati Arifin mengatakan influenza A merupakan salah satu jenis virus influenza yang dapat menimbulkan sejumlah gejala umum. Di antaranya demam, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas.

"Influenza A pada dasarnya merupakan salah satu jenis virus influenza yang gejalanya mirip dengan flu pada umumnya seperti demam, batuk, pilek dan juga nyeri-nyeri otot, sakit kepala dan badan terasa lemas," kata Evi, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, influenza A memiliki sejumlah subtipe, seperti H1N1 dan H3N2. Pada kondisi tertentu, infeksi influenza dapat menyebabkan penyakit yang lebih berat sehingga perlu mendapat perhatian.

  1. 1. Waspadai demam tinggi dan kondisi tubuh semakin lemah

    ilustrasi demam (IDN Times/Mardya Shakti)
    ilustrasi demam (IDN Times/Mardya Shakti)

    Evi meminta masyarakat memperhatikan kondisi tubuh ketika mengalami gejala influenza. Jika demam tinggi berlangsung terus-menerus atau kondisi tubuh semakin lemah, maka masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

    Selain itu, sesak napas juga menjadi salah satu tanda bahaya. Terlebih lagi jika terjadi penurunan kesadaran maka sangat membutuhkan penanganan medis segera.

    "Jika demam tinggi menetap, sesak nafas, kondisi semakin lemah atau terdapat tanda bahaya lainnya maka segeralah periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan," katanya. 

  2. 2. Anak, lansia, ibu hamil, dan pengidap komorbid perlu lebih waspada

    Ilustrasi Anak penyakit ISPA.
    Ilustrasi Anak penyakit ISPA. (IDN Times/Anjani Asra)

    Perhatian lebih perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Kelompok tersebut berisiko mengalami komplikasi ketika terserang influenza.

    "Bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, kita minta perhatian lebih karena kelompok tersebut lebih berisiko mengalami komplikasi," katanya. 

    Karena itu, mereka perlu mendapatkan penanganan medis lebih cepat apabila mengalami gejala berat atau kondisi kesehatan semakin memburuk.

    Dinkes Sulsel memastikan fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, tetap siap menangani deteksi, pemeriksaan, pemantauan, dan penanganan pasien sesuai kondisi klinis.

    Kasus dengan gejala ringan umumnya dapat ditangani dengan istirahat dan terapi suportif. Sementara pasien dengan gejala berat atau berasal dari kelompok berisiko dapat membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

  3. 4. Cuaca panas dan El Nino bukan penyebab langsung influenza A

    ilustrasi cuaca panas (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    ilustrasi cuaca panas (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Di tengah kondisi cuaca panas dan fenomena El Nino, Evi menegaskan bahwa influenza A disebabkan oleh virus. Menurutnya, peningkatan suhu atau kondisi cuaca ekstrem tidak dapat disebut sebagai penyebab langsung seseorang terinfeksi influenza A.

    "Pada prinsipnya influenza disebabkan oleh virus bukan semata-mata karna cuaca panas atau El Nino. Jadi kita tidak bisa mengatakan bahwa panas secara langsung menyebabkan influenza A," jelasnya.

    Meski demikian, cuaca ekstrem dapat memengaruhi kondisi tubuh, seperti menyebabkan kelelahan, kurang tidur, atau dehidrasi. Karena itu, masyarakat tetap diminta menjaga kondisi kesehatan selama cuaca panas.

    Evi mengimbau masyarakat mencukupi kebutuhan cairan, menjaga pola makan bergizi, cukup tidur, serta mengurangi aktivitas fisik berat saat matahari sedang terik.

    Dia juga meminta masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker ketika sedang sakit atau berada di tempat padat, serta menjaga etika batuk dan bersin.

    "Pesan kami, waspada itu bagus, tetapi panik jangan," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More