Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Penularan Influenza A Meningkat, Dinkes Sulsel Minta Warga Tak Panik

Kota Makassar
2 min read
Penularan Influenza A Meningkat, Dinkes Sulsel Minta Warga Tak Panik
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin. IDN Times/Asrhawi Muin
  • Dinkes Sulsel meningkatkan kewaspadaan dan memantau influenza melalui surveilans, mengikuti arahan Kemenkes terkait kasus mirip influenza serta infeksi saluran pernapasan berat.
  • Aktivitas influenza nasional meningkat, tetapi masih dalam rentang kewaspadaan dan sesuai pola musiman Agustus-September 2026; Dinkes memperkuat deteksi dini serta kesiapsiagaan layanan kesehatan.
  • Influenza A bergejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan lemas; puskesmas hingga rumah sakit disiagakan menangani kasus berdasarkan tingkat keparahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Dinkes Sulsel) meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran influenza yang mengalami peningkatan di Indonesia. Masyarakat diminta tetap waspada, namun tidak panik menghadapi kondisi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas influenza melalui surveilans. Pemantauan tersebut mengacu pada arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kita mengikuti surveillance dan arahan Kementerian Kesehatan, termasuk pemantauan kasus influenza like illness dan kasus infeksi saluran pernapasan berat," kata Evi, Senin (5/10/2026).

  1. 1. Aktivitas influenza meningkat tetapi masih dalam rentang kewaspadaan

    ilustrasi flu (IDN Times/Arief Rahmat)
    ilustrasi flu (IDN Times/Arief Rahmat)

    Menurut Evi, Kemenkes telah menyampaikan adanya peningkatan aktivitas influenza secara nasional. Meski demikian, kondisi tersebut masih berada dalam rentang kewaspadaan dan belum menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.

    Karena itu, Dinkes Sulsel memperkuat pemantauan terhadap kasus influenza. Kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan juga ditingkatkan untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

    "Kementerian Kesehatan juga mengarahkan agar daerah memperkuat surveillance, kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan, juga tentunya deteksi dini serta penanganan kasus sesuai tingkat keparahannya," katanya.

  2. 2. Influenza A memiliki gejala mirip flu biasa

    ilustrasi influenza (pixabay.com/Mojpe)
    ilustrasi influenza (pixabay.com/Mojpe)

    Evi mengatakan masyarakat tidak perlu panik karena influenza A pada dasarnya merupakan salah satu jenis virus influenza. Gejalanya dapat menyerupai flu pada umumnya, seperti demam, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas.

    Influenza A memiliki sejumlah subtipe, di antaranya H1N1 dan H3N2. Pada kondisi tertentu, infeksi tersebut dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

    "Jadi intinya masyarakat tidak perlu panik. Influenza A pada dasarnya merupakan salah satu jenis virus influenza yang gejalanya mirip dengan flu pada umumnya seperti demam, batuk, pilek dan juga nyeri-nyeri otot, sakit kepala dan badan terasa lemas," jelasnya.

  3. 3. Puskesmas hingga rumah sakit disiagakan

    Ilustrasi puskesmas sebagai fasilitas layanan kesehatan masyarakat untuk pemeriksaan dan perawatan dasar.
    Ilustrasi puskesmas (IDN Times/Wira Sanjiwani)

    Evi menjelaskan peningkatan aktivitas influenza juga tercatat pada Agustus hingga September 2026. Namun, kondisi tersebut masih sesuai dengan pola musiman yang selama ini terjadi di Indonesia dan sejumlah negara ASEAN.

    Dinkes Sulsel pun memastikan fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, tetap siap menangani kasus influenza. Kesiapan tersebut mencakup deteksi, pemeriksaan, pemantauan, hingga penanganan pasien sesuai kondisi klinis.

    Untuk kasus dengan gejala ringan, penanganan umumnya cukup dengan istirahat dan terapi suportif. Sementara pasien dengan gejala berat maupun kelompok berisiko memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

    "Prinsip kita adalah waspada dan tidak panik," kata Evi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More