Karhutla di TN Babul, Satgas Gabungan Bahu-membahu Padamkan Api

- Karhutla sejak 30 September 2026 melanda TN Bantimurung-Bulusaraung, bermula di karst Leang Kassi, Pangkep, lalu meluas ke sejumlah kawasan karst dan wilayah Maros.
- Pemprov Sulsel mengerahkan satgas lintas sektor melibatkan KPH, Kementerian Kehutanan, TNI-Polri, Damkar, pemerintah kabupaten, serta Manggala Agni untuk memadamkan dan mengendalikan titik api.
- Medan ekstrem menghambat akses kendaraan pemadam sehingga petugas memakai metode manual; luas terdampak belum pasti, dengan estimasi sementara sekitar 35 hektare dan pengukuran menunggu penanganan berlanjut.
Take a Deeper Reads

Makassar, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga melanda kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) sekak Rabu (30/9/2026). Api yang awalnya terpantau di kawasan karst Leang Kassi, Kampung Lesang, Kelurahan Minasatene, Kabupaten Pangkep, kemudian meluas hingga sejumlah kawasan karst dan wilayah Kabupaten Maros.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bersama sejumlah unsur terkait masih menangani kebakaran di kawasan taman nasional tersebut. Upaya pemadaman terus digencarkan untuk mengendalikan titik api yang masih muncul.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan penanganan karhutla telah dikoordinasikan dengan pihak lingkungan hidup. Pemprov Sulsel juga mengerahkan satgas gabungan untuk mempercepat penanganan.
"Ya, ini kami sudah teruskan ke lingkungan hidup dan bersama penggabungan, kita sudah ada satgas penggabungan yang selalu melaksanakan dan alhamdulillah cukup efektif selama ini," kata Andi Sudirman, Selasa (6/10/2026).
1. Satgas gabungan dikerahkan padamkan karhutla

(Ilustrasi Karhutla) ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel Kasman mengatakan penanganan karhutla dikerjakan secara lintas sektor. Sejumlah unsur dilibatkan, mulai dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Kementerian Kehutanan, TNI-Polri, pemadam kebakaran (Damkar), hingga pemerintah kabupaten.
"Karhutlah ini teman-teman KPH bersama Kementerian Kehutanan, TNI-Polri, Damkar, Bupati yang ada di Sulsel itu memang bahu-membahu untuk melakukan pemadaman," Kasman.
Menurut Kasman, sejumlah titik kebakaran di wilayah Sulsel juga telah ditangani. Petugas bahkan masih melanjutkan pemadaman hingga malam hari di beberapa wilayah.
"Kemarin juga ada beberapa titik yang sudah dilakukan pemadaman. Kemarin ada beberapa wilayah di Kabupaten yang sampai malam teman-teman melakukan pemadaman di lapangan," katanya.
2. Medan terjal menyulitkan pemadaman

Ilustrasi Karhutla (Doc. BNPB) Khusus di kawasan TN Babul, proses pemadaman menghadapi kendala medan yang cukup ekstrem. Kondisi topografi membuat kendaraan pemadam tidak selalu dapat menjangkau lokasi titik api.
"Cuma memang kondisi topografi yang memang cukup ekstrim sehingga teman-teman di lapangan bagaimana caranya untuk melakukan upaya pemadaman," kata Kasman.
Karena itu, petugas memadamkan api dengan sejumlah metode. Upaya tersebut dikerjakan secara manual serta menggunakan peralatan yang tersedia di lapangan.
"Karena memang kadang di lapangan itu kondisi lapangan yang cukup ekstrem sehingga mungkin tidak bisa mobil damkar masuk. Mungkin dilakukan upaya pemadaman manual seperti itu," katanya.
Pemadaman di kawasan taman nasional juga melibatkan Manggala Agni dan petugas KPH. Keduanya turut membantu petugas dalam menangani titik api di kawasan tersebut.
"Jadi di Taman Nasional itu memang sudah dilakukan pemadaman. Karena termasuk dari Manggala Agni, dari teman-teman KPH itu sudah bahu-bahu untuk melakukan pemadaman," katanya.
3. Luasan lahan terbakar masih diukur

Ilustrasi karhutla (Dok: istimewa) Kasman mengatakan luasan kawasan TN Babul yang terdampak kebakaran belum dapat dipastikan. Data terbaru masih dikoordinasikan dengan Kementerian Kehutanan karena petugas saat ini masih memprioritaskan pemadaman. Namun dari informasi yang dihimpun, sejauh ini luasan ditaksir mencapai 35 hektar lahan.
"Data terbaru itu nanti kami coba koordinasikan dengan teman-teman kementerian. Karena sekarang ini penanganannya masih dilakukan penanganan pemadaman," katanya.
Menurutnya, pengukuran luasan lahan terdampak akan dilaksanakan setelah proses penanganan kebakaran berlanjut. Petugas saat ini masih fokus pada upaya pemadaman dan pengendalian titik api.
"Tentunya ini kami terus berupaya untuk memantau, mengukur, karena teman-teman sekarang fokus dulu memadamkan. Nanti kita lakukan pengukuran berapa luasan," katanya.


















