Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Asap Karhutla Kalimantan Masuk Sulsel, Gubernur Siapkan Edaran Wajib Masker

Kab. Gowa
3 min read
Asap Karhutla Kalimantan Masuk Sulsel, Gubernur Siapkan Edaran Wajib Masker
Ilustrasi. Proses pemadaman karhutla di Sumsel (Dok: Manggala Agni)
  • Gubernur Sulsel menyiapkan edaran kewajiban masker setelah kualitas udara di Makassar dan sejumlah wilayah memburuk akibat asap karhutla dari Kalimantan.

  • BMKG mencatat konsentrasi PM 2,5 di Maros dan sekitarnya berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

  • Perubahan arah angin memengaruhi masuknya asap ke Sulsel, sementara kondisi udara tidak sehat diperkirakan masih terjadi beberapa hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah aturan wajib masker perlu segera diterapkan?
Share Article

Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman menyiapkan surat edaran terkait kewajiban penggunaan masker bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Kebijakan ini disiapkan menyusul memburuknya kualitas udara di Makassar dan sejumlah wilayah Sulsel akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan yang terbawa angin menuju Sulawesi.

  1. 1. Pemprov akan lalukan analisis kualitas udara

    Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. (Dok. Istimewa)
    Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. (Dok. Istimewa)

    Andi Sudirman mengatakan, edaran tersebut akan disiapkan setelah pemerintah melakukan analisis terhadap kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Sulsel.

    “Nanti baru buat edaran untuk yang wajib. Nanti kita mau analisis, kita data dulu nanti berapa,” kata Andi Sudirman di GOR Sudiang Makassar, Minggu (4/10/2026).

    Dia menegaskan, warga yang beraktivitas dalam waktu lama di luar ruangan nantinya diwajibkan menggunakan masker.

    “Ya, yang lama di luar harus pakai masker,” ujarnya.

  2. 2. Kualitas udara Makassar masuk kategori sedang hingga tidak sehat

    Ilustrasi suasana Pantai Losari di Kota Makassar. (Unsplash.com/Khairul Akbar)
    Ilustrasi suasana Pantai Losari di Kota Makassar. (Unsplash.com/Khairul Akbar)

    Kondisi udara di Makassar dan wilayah sekitarnya memang tengah menjadi perhatian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mencatat konsentrasi Particulate Matter (PM) 2,5 di wilayah Maros dan sekitarnya, termasuk Makassar, berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

    Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Asriani Idrus, mengatakan suhu udara 30-35 derajat Celsius yang terjadi saat ini masih tergolong wajar karena Sulsel sedang berada di puncak musim kemarau.

    Namun, masyarakat juga perlu memperhatikan suhu yang dirasakan tubuh atau feels like temperature. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, seperti suhu udara, kelembapan, arah angin, dan radiasi.

    “Ini berbeda dengan suhu biasa yang diukur termometer, karena merupakan kombinasi dari arah angin, suhu udara, kelembapan, dan radiasi. Jadi, kondisi tubuh kita dipengaruhi oleh tekanan akibat panas lingkungan,” jelas Asriani.

  3. 3 Asap karhutla Kalimantan terbawa angin ke Sulsel

    Jalan tol layang AP Pettarani yang dikelola PT Makassar Metro Nusantara, anak usaha PT Nusantara Infrastructure. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
    Jalan tol layang AP Pettarani yang dikelola PT Makassar Metro Nusantara, anak usaha PT Nusantara Infrastructure. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

    Selain suhu panas, BMKG menyoroti penurunan kualitas udara akibat polusi. Berdasarkan pola harian, kondisi kualitas udara cenderung memburuk mulai tengah malam hingga pagi hari.

    Kondisi tersebut kemudian berangsur membaik dan kembali normal sekitar pukul 12.00 Wita.

    Asriani menjelaskan, hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya pergerakan asap dari wilayah Kalimantan menuju Sulawesi Selatan.

    ““Kami melihat dari peta sebaran asap, arah angin dominan saat ini memang dari timur. Tapi data AWS menunjukkan angin juga datang dari barat. Penyebab utamanya adalah asap kebakaran hutan yang pusatnya terlihat di Kalimantan. Kemungkinan besar asap itu terbawa dari Kalimantan ke Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

    Menurut BMKG, emisi kendaraan belum menjadi faktor utama dalam penurunan kualitas udara kali ini. Perubahan arah angin justru sangat memengaruhi konsentrasi polutan di wilayah Sulsel.

    Saat angin bergerak dari timur, kualitas udara cenderung membaik. Namun, ketika angin berembus dari barat, partikel asap dari Kalimantan berpotensi kembali masuk ke wilayah Sulsel.

    BMKG memperkirakan kondisi udara tidak sehat masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Sebab, titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Kalimantan masih terpantau dan belum sepenuhnya mereda.

    “Faktor utamanya memang asap kiriman. Selain Kalimantan, jika angin dominan dari timur, asap dari kebakaran hutan di Papua dan Maluku juga bisa terbawa ke wilayah Sulawesi,” katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More