Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kualitas Udara Makassar Kurang Sehat, Asap Karhutla Berpotensi Terbawa Angin

Kota Makassar
3 min read
Kualitas Udara Makassar Kurang Sehat, Asap Karhutla Berpotensi Terbawa Angin
Layar digital menampilkan citra sebaran asap di Kantor BMKG Wilayah IV, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/10/2026). (ANTARA FOTO/Hasrul Said)
  • Kualitas udara Makassar dan sekitarnya berada pada kategori sedang hingga kurang sehat berdasarkan PM2,5, terutama dari dini hari sampai pagi menjelang siang.

  • BBMKG IV Makassar menyebut partikel asap karhutla dari Kalimantan berpotensi masuk ke Sulawesi Selatan saat angin bertiup dari barat.

  • Perubahan arah angin menentukan sumber dan konsentrasi partikulat; kondisi serupa berpotensi berlanjut beberapa hari karena hotspot Kalimantan masih tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Kualitas udara di wilayah Makassar dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir terpantau berada pada kategori sedang hingga kurang sehat. Kondisi tersebut terutama terlihat dari indikator partikulat PM2,5 yang dipantau melalui pengamatan kualitas udara di wilayah Maros.

Prakirawan BBMKG IV Makassar, Asriani Idrus, mengatakan kondisi kualitas udara kurang sehat lebih sering terpantau pada dini hari hingga pagi menjelang siang. Kondisi tersebut kemudian cenderung membaik setelah memasuki siang hari.

  1. 1. Udara kurang sehat terdeteksi dari dini hari hingga pagi

    Prakirawan BBMKG IV Makassar, Asriani Idrus, mengungkapkan kualitas udara di wilayah Makassar dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir te
    Prakirawan BBMKG IV Makassar, Asriani Idrus, mengungkapkan kualitas udara di wilayah Makassar dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir terpantau berada pada kategori sedang hingga kurang sehat. (Dok. Istimewa)

    Asriani mengatakan hasil pengamatan kualitas udara dalam beberapa hari terakhir menunjukkan indikator PM2,5 di Maros dan sekitarnya, termasuk Makassar, berada pada kategori sedang hingga kurang sehat.

    "Memang kita ada pengamatan kualitas udara di Maros, di situ terpantau kita dari batas sedang hingga tidak sehat. Tidak sehat sampai sedang. Jadi beberapa hari ini terpantau kualitasnya untuk indikator PM2,5 Maros dan sekitarnya termasuk Makassar itu masuk dalam kategori kurang sehat hingga sedang," kata Asriani, Sabtu (3/10/2026).

    Menurutnya, kondisi kurang sehat paling sering terjadi pada dini hari, tengah malam hingga pagi hari. Pada pengamatan Sabtu, kondisi tersebut bahkan masih terpantau hingga sekitar pukul 11.00 WITA sebelum kembali membaik sekitar tengah hari.

    Asriani mengatakan kondisi tersebut masih terus dipantau karena kualitas udara dapat berubah mengikuti kondisi angin dan sebaran partikulat di atmosfer.

  2. 2. Asap karhutla Kalimantan bisa terbawa ke Sulsel

    Prakirawan BBMKG IV Makassar, Asriani Idrus, mengungkapkan kualitas udara di wilayah Makassar dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir te
    Prakirawan BBMKG IV Makassar, Asriani Idrus, mengungkapkan kualitas udara di wilayah Makassar dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir terpantau berada pada kategori sedang hingga kurang sehat. (Dok. Istimewa)

    Berdasarkan analisis sebaran asap dan arah angin, Asriani mengatakan terdapat kemungkinan partikulat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah lain terbawa masuk ke Sulawesi Selatan.

    Saat ini angin di wilayah Sulsel dominan bertiup dari arah timur. Namun, berdasarkan data pengamatan Automatic Weather Station (AWS), terdapat kondisi angin yang berasal dari arah barat.

    "Nah, penyebabnya itu kebanyakan dari kebakaran, asap kebakaran hutan. Di sini bisa dilihat dari gambar peta sebarannya, kelihatan di sini kan, pusat, di Kalimantan nih pusatnya," ujar Asriani.

    Menurutnya, jika angin bertiup dari arah barat, terdapat kemungkinan partikel asap dari Kalimantan terbawa menuju wilayah Sulawesi Selatan. Namun, kondisi tersebut sangat bergantung pada perubahan arah angin.

  3. 3. Arah angin menentukan sebaran asap

    Kabut asap yang menyelimuti kota Palembang
    Ilustrasi. Kabut asap yang menyelimuti kota. (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Asriani menjelaskan arah angin dapat berubah sehingga sumber partikulat yang masuk ke Sulsel juga berpotensi berbeda. Ketika angin kembali dominan dari timur, konsentrasi PM2,5 dapat menurun dan kualitas udara berpotensi membaik.

    "Bisa saja terjadi. Kalau dilihat dari arah anginnya tadi sekitar dari barat daya hingga barat laut, arah anginnya. Tapi arah angin kan berubah-ubah ya. Jadi kadang dia timuran, kalau timuran dia mungkin kembali bersih lagi, agak turun indikatornya, PM2,5-nya," katanya.

    Sebaliknya, ketika angin kembali berubah dari arah barat, partikel asap dari Kalimantan berpotensi terbawa menuju Sulawesi Selatan. Asriani menyebut sumber asap juga dapat berasal dari wilayah lain apabila arah angin bergerak dari timur.

    "Kalau arah timuran bisa saja asap karhutlanya dari Papua Maluku, sedangkan kalau tiba-tiba anginnya berubah haluan dari barat kemungkinan yang Kalimantan masuk, karena kan lebih dekat," ujarnya.

    Asriani mengatakan kondisi kualitas udara tersebut masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hal itu karena titik panas atau hotspot di Kalimantan masih terpantau cukup tinggi.

    "Kalau ini masih dipantau terus ya, mungkin beberapa hari ke depan masih sama, karena kalau dilihat ini masih merah-merah sekali ya, masih kuat sekali ini titik hotspotnya di Kalimantan belum mereda. Jadi masih ada kemungkinan terjadi beberapa hari kemudian," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More