Penumpang Laut Turun, Aktivitas Bongkar Muat Sulsel Makin Sibuk

- Penumpang angkutan laut Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 turun 9,13 persen secara bulanan menjadi 242,97 ribu orang, tetapi naik 20,01 persen dibandingkan Agustus 2025.
- Volume barang laut meningkat 4 persen menjadi 1,82 juta ton, didorong kenaikan bongkar 10,74 persen; secara tahunan tumbuh 8 persen dan kumulatif Januari-Agustus naik 12,11 persen.
- Pelabuhan Makassar menangani 1,17 juta ton barang, naik 16,52 persen bulanan, serta menjadi pelabuhan dengan penumpang terbanyak; Biringkasi mencatat penurunan total bongkar muat.
Take a Deeper Reads

Makassar, IDN Times - Aktivitas angkutan laut di Sulawesi Selatan menunjukkan pergerakan yang berbeda antara penumpang dan barang pada Agustus 2026. Jumlah penumpang kapal turun 9,13 persen dibandingkan Juli, tetapi volume barang yang diangkut justru meningkat 4 persen menjadi 1,82 juta ton.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan menunjukkan, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Agustus 2026 mencapai 242,97 ribu orang. Angka tersebut turun dari 267,38 ribu penumpang pada Juli 2026, tetapi masih tumbuh 20,01 persen dibandingkan Agustus 2025 dan 4,38 persen secara kumulatif Januari-Agustus 2026.
1. Penumpang kapal turun pada Agustus

Penumpang memadati Pelabuhan Makassar pada masa Lebaran 2026. (Dok. Pelindo Regional 4) Penurunan jumlah penumpang terjadi pada dua arah perjalanan. Penumpang yang turun dari kapal atau debarkasi berkurang 16,34 persen secara bulanan, sedangkan penumpang yang naik atau embarkasi turun 1,20 persen dibandingkan Juli 2026.
Meski turun secara bulanan, jumlah penumpang masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penumpang debarkasi naik 15,99 persen dan embarkasi tumbuh 24,02 persen secara tahunan.
Pelabuhan Makassar menjadi titik dengan jumlah penumpang terbesar, yakni 93,30 ribu orang selama Agustus 2026. Berikutnya Pelabuhan Parepare mencatat 68,25 ribu penumpang dan Pelabuhan Bajoe sebanyak 33,77 ribu orang.
2. Arus barang justru meningkat

Terminal petikemas Pelabuhan Makassar. (Dok. Pelindo Regional IV) Berbeda dengan penumpang, angkutan barang melalui laut mencatat pertumbuhan pada Agustus 2026. BPS mencatat volume barang angkutan laut dalam negeri mencapai 1.815,75 ribu ton atau sekitar 1,82 juta ton, naik 4 persen dibandingkan Juli.
Kenaikan terutama berasal dari aktivitas bongkar barang yang meningkat 10,74 persen secara bulanan. Sementara itu, barang yang dimuat mengalami penurunan 3,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara tahunan, arus barang laut juga menunjukkan pertumbuhan 8 persen. Jika dihitung secara kumulatif sejak Januari hingga Agustus 2026, volume barang angkutan laut bahkan tumbuh 12,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
3. Pelabuhan Makassar jadi penyumbang terbesar

Terminal peti kemas di Pelabuhan Makassar, salah satu pelabuhan yang dikelola Pelindo Regional 4. (Dok. Pelindo Regional 4) Pelabuhan Makassar menjadi kontributor terbesar terhadap aktivitas bongkar muat barang pada Agustus. Total barang yang dibongkar di pelabuhan tersebut mencapai 738,09 ribu ton, naik 13,88 persen dibandingkan Juli 2026.
Pada aktivitas muat, Pelabuhan Makassar juga mencatat kenaikan cukup besar. Volume barang yang dimuat mencapai 429,38 ribu ton atau meningkat 21,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Jika aktivitas bongkar dan muat digabungkan, Pelabuhan Makassar menangani 1,17 juta ton barang pada Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat 16,52 persen secara bulanan dan 16,48 persen dibandingkan Agustus 2025.
Sementara itu, Pelabuhan Biringkasi mencatat total bongkar muat 349,74 ribu ton. Angka tersebut turun 22,52 persen dibandingkan Juli dan 26,11 persen secara tahunan, meski secara kumulatif Januari-Agustus masih tumbuh 6,66 persen.


















