Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Didukung Listrik Masuk Sawah, Produktivitas Padi Sidrap Meningkat

Kab. Sidenreng Rappang
Didukung Listrik Masuk Sawah, Produktivitas Padi Sidrap Meningkat
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menghadiri Panen Raya Padi Oplah Non-Rawa melalui Program Listrik Masuk Sawah di Desa Takalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (18/8/2026). (Dok. Pemprov Sulsel)
  • Panen raya padi di Desa Takalasi, Sidrap, mencatat produktivitas 10,4 ton per hektare saat kemarau, naik dari sekitar 7 ton per hektare pada musim tanam sebelumnya.
  • Program Listrik Masuk Sawah mendukung pompanisasi irigasi; di Sidrap terdapat 1.073 titik layanan dari total 1.471 titik di wilayah UP3 Parepare, dengan kebutuhan daya 3,4 MVA.
  • Dukungan Kementerian Pertanian untuk Sidrap pada 2026 mencapai sekitar Rp65 miliar, sementara alokasi PMAAS daerah ditingkatkan dari 7.000 menjadi 10.000 hektare.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menghadiri panen raya padi Oplah Non-Rawa melalui Program Listrik Masuk Sawah di Desa Takalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (18/8/2026). Panen tersebut menjadi bagian dari penguatan Pertanian Modern Advance Agriculture System (PMAAS) sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, produktivitas padi di lokasi panen mencapai 10,4 ton per hektare berdasarkan hasil ubinan. Angka tersebut meningkat dibandingkan musim tanam sebelumnya yang berada di kisaran 7 ton per hektare.

  1. 1. Inovasi pertanian di itengah tantangan perubahan musim

    Seorang petani tengah menebar benih padi di areal persawahan Kelurahan Duampanua, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi S
    Seorang petani tengah menebar benih padi di areal persawahan Kelurahan Duampanua, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada Senin (8/6/2026). (IDN Times/Aan Pranata)

    Fatmawati mengatakan keberhasilan panen tersebut menjadi bukti sinergi berbagai pihak dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah kondisi kekeringan. Ia juga menyaksikan pengoperasian Program Listrik Masuk Sawah dan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa pompa 3 inci.

    “Di tengah kekeringan, ternyata kita masih panen. Ini bukti nyata sinergi yang baik seluruh pihak dalam penanganan kekeringan di Kabupaten Sidrap,” ujar Fatmawati.

    Menurutnya, peningkatan produktivitas menunjukkan pentingnya kolaborasi dan penerapan inovasi pertanian untuk menjaga hasil panen di tengah tantangan perubahan musim. Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sidrap, Kementerian Pertanian, PLN, jajaran pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan petani yang terus menjaga produktivitas pertanian.

    “Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kita bersama-sama mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Sulawesi Selatan sebagai salah satu penopang pangan nasional,” katanya.

  2. 2. Listrik Masuk Sawah bantu penuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian

    Petani di Kelurahan Duampanua, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, memanfaatakan pompa listrik untuk mengairi
    Petani di Kelurahan Duampanua, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, memanfaatakan pompa listrik untuk mengairi areal persawahan pada masa tanam kedua yang bertepatan dengan musim kemarau. (IDN Times/Aan Pranata)

    Program Listrik Masuk Sawah menjadi salah satu dukungan untuk memenuhi kebutuhan energi pengairan lahan pertanian. Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UID Sulselrabar Albert S. menyampaikan terdapat 1.471 titik layanan pompanisasi untuk irigasi pertanian di wilayah kerja UP3 Parepare, dengan 1.073 titik di antaranya berada di Kabupaten Sidrap.

    Dukungan tersebut membutuhkan daya sekitar 3,4 MVA untuk layanan pompanisasi di wilayah tersebut. Menurut Albert, elektrifikasi kini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, bisnis, dan industri, tetapi juga mendukung sentra pertanian dan perkebunan.

    “Semoga hal ini dapat membantu sektor pertanian menjadi lebih produktif, tangguh, dan tahan terhadap perubahan musim,” ujarnya.

    Fatmawati berharap bantuan pompa dan berbagai inovasi pertanian yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan membantu petani mempertahankan produktivitas, menekan risiko gagal panen, dan meningkatkan kesejahteraan.

    “Semoga dengan adanya bantuan pompa ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, bisa tetap panen tepat waktu dan kita bisa meminimalisir kegagalan panen,” ujar Fatmawati.

  3. 3. Dukungan pertanian Sidrap capai Rp65 Miliar

    Ilustrasi sawah
    Ilustrasi sawah. (Dok. Kementan)

    Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar, Rustan Massinai, mengatakan dukungan Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Sidrap pada 2026 mencapai sekitar Rp65 miliar. Dukungan itu mencakup cetak sawah sekitar 606 hektare, optimalisasi lahan 3.120 hektare, pembangunan irigasi pompa sekitar 150 unit, irigasi tersier 38 titik, irigasi pipa 10 titik, serta pembangunan konservasi.

    Sidrap juga mendapat dukungan optimalisasi lahan rawa sekitar 3.000 hektare. Rustan mendorong pemerintah daerah terus mengusulkan kebutuhan pengembangan pertanian untuk program tahun berikutnya.

    “Silakan diusulkan. Kami siap membantu untuk menambah tahun 2027, baik cetak sawah, Oplah, maupun irigasi pertanian,” katanya.

    Dukungan pertanian modern juga terus diperluas di Sulawesi Selatan. Kepala BRMP Sulawesi Selatan Dr. Zainal Abidin menyampaikan program PMAAS pada 2026 ditargetkan mencakup 91.000 hektare yang tersebar di 24 kabupaten/kota.

    Khusus Kabupaten Sidrap, alokasi PMAAS ditingkatkan dari target awal 7.000 hektare menjadi 10.000 hektare berdasarkan usulan pemerintah daerah. “Dengan PMAAS ini kita berharap produktivitas bisa mencapai 10 ton per hektare. Kemarin di Desa Majelling kita sudah mendapatkan 11,2 ton per hektare,” jelas Zainal.

    Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan keberhasilan panen di Takalasi merupakan hasil kolaborasi pemerintah, petani, penyuluh, PLN, dan berbagai pihak yang mendukung sektor pertanian. Desa Takalasi sebelumnya menjadi salah satu wilayah yang terdampak kekeringan, namun dukungan sumur bor, Program Listrik Masuk Sawah, bantuan pertanian, dan kerja keras masyarakat membantu mempertahankan produktivitas lahan.

    Pemerintah Kabupaten Sidrap juga mendorong perluasan PMAAS di Desa Takalasi hingga sekitar 395 hektare yang mencakup 13 kelompok tani. Selain itu, pemerintah daerah berencana memperkuat infrastruktur listrik untuk mendukung sekitar 120 hektare lahan yang masih membutuhkan peningkatan kapasitas listrik.

    Panen raya di Takalasi menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menjaga produktivitas pangan di tengah tantangan perubahan musim. Peningkatan produktivitas dari sekitar 7 ton menjadi 10,4 ton per hektare juga menjadi gambaran potensi penerapan pertanian modern dalam memperkuat sektor pangan di Sulawesi Selatan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More