Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rektor Unhas Lepas KKN Tanggap Bencana dan Tim Bantuan Medis ke NTT

Kota Makassar
Rektor Unhas Lepas KKN Tanggap Bencana dan Tim Bantuan Medis ke NTT
Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggerakkan sumber daya akademiknya untuk membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi di NTT. (Dok. Unhas)
  • Unhas mengirim mahasiswa KKN Tanggap Bencana dan Tim Bantuan Medis Terpadu untuk membantu penanganan pascagempa di NTT, dengan keberangkatan bertahap sesuai kebutuhan wilayah terdampak.
  • Dari 50 pendaftar, peserta diseleksi berdasarkan keilmuan dan keahlian tanggap bencana. Tim awal beranggotakan 10 mahasiswa didampingi dosen, setelah mendapat pembekalan keselamatan dan koordinasi.
  • Tim medis melibatkan Fakultas Kedokteran Gigi, RSGM Unhas, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Vokasi. Tim pertama dijadwalkan ke Ruteng, Manggarai, selama sekitar dua pekan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Universitas Hasanuddin (Unhas) mengirim mahasiswa dan Tim Bantuan Medis (TBM) Terpadu untuk membantu penanganan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, melepas para relawan tersebut usai Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Pelepasan berlangsung di Lapangan PKM Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar. Keberangkatan relawan akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

  1. 1. Sebanyak 50 mahasiswa mendaftar

    Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan. IDN Times/Darsil Yahya
    Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan. IDN Times/Darsil Yahya

    Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, mengatakan mahasiswa yang dikirim telah menjalani proses seleksi dan persiapan. Sebelumnya, sebanyak 50 mahasiswa mendaftarkan diri untuk mengikuti KKN Tematik Tanggap Bencana tersebut.

    Peserta kemudian diseleksi berdasarkan latar belakang keilmuan dan keahlian tanggap bencana. Menurut Ruslin, penentuan anggota tim disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

    “Semua kita siapkan sesuai kebutuhan daerah. Kita tidak ingin berjalan sendiri. Karena itu, kebutuhan di lapangan harus menjadi dasar dalam menentukan siapa yang diberangkatkan dan apa yang dibawa,” jelas Ruslin dalam keterangannya, Senin.

  2. 2. Tim pertama berisi 10 mahasiswa

    Korban gempa Flores di Sikka berdiam di tenda BNPB. (Dok BNPB)
    Korban gempa Flores di Sikka berdiam di tenda BNPB. (Dok BNPB)

    Tim pertama yang diberangkatkan terdiri dari 10 mahasiswa dan akan didampingi dosen. Sebelum menuju lokasi, mereka akan mendapatkan pembekalan mengenai batas peran, prosedur keselamatan, pola koordinasi, serta kondisi yang mungkin dihadapi selama berada di wilayah bencana.

    Unhas juga berkoordinasi dengan jejaring penanganan kebencanaan di lokasi. Langkah tersebut dilakukan agar keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari sistem penanganan yang sudah berjalan dan tetap mengutamakan keselamatan.

    “Sejak lama Unhas mengusung semangat humaniversity, perguruan tinggi yang menempatkan kemanusiaan sebagai bagian penting dari pengabdian. Semangat itu terus kita perkuat melalui tindakan nyata,” kata Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa.

  3. 3. Tim medis libatkan sejujmlah fakultas

    Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggerakkan sumber daya akademiknya untuk membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi di NTT. (
    Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menggerakkan sumber daya akademiknya untuk membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi di NTT. (Dok. Unhas)

    Selain mahasiswa KKN, Unhas mengirim Tim Bantuan Medis yang melibatkan sejumlah unit di lingkungan kampus. Tim tersebut berasal dari Fakultas Kedokteran Gigi, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unhas, Fakultas Kedokteran, serta Fakultas Vokasi.

    “Semua fakultas terlibat. Yang dipersiapkan bukan hanya mahasiswa yang berangkat, tetapi juga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lokasi,” tambah Prof. JJ.

    Tim pertama dijadwalkan berangkat menuju NTT pada Rabu (19/8/2026). Para mahasiswa akan ditempatkan di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, selama kurang lebih dua pekan untuk mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More