Basarnas Evakuasi 8 Pendaki di Gunung Bawakaraeng, Hipoterima hingga Asma

- Tim SAR Gabungan mengevakuasi delapan pendaki Gunung Bawakaraeng pada 17 Agustus 2026 akibat hipotermia, asma, kram paha, dan gejala tifus; beberapa dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong.
- Basarnas Makassar mengerahkan 295 personel dalam siaga 15–18 Agustus 2026 untuk pengamanan pengibaran Merah Putih, tersebar di delapan titik jalur dan puncak Bawakaraeng.
- Hingga 17 Agustus 2026, sebanyak 3.273 pendaki terdaftar melalui jalur Lembanna, Bulu Balea, Tassoso, dan Kanreapia; tim SAR terus memantau serta siap memberi pertolongan.
Makassar, IDN Times Sulsel - Tim SAR Gabungan mengevakuasi delapan pendaki yang mengalami berbagai gangguan kesehatan saat mendaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (17/8/2026) pagi sekitar pukul 06.30 Wita.
Kedelapan pendaki tersebut dievakuasi menuju Posko Registrasi Bulu Balea untuk mendapatkan penanganan medis. Beberapa pendaki kemudian dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
1. Pendaki alami berbagai gangguan kesehatan

Tim SAR Gabungan mengevakuasi delapan pendaki yang mengalami berbagai gangguan kesehatan saat mendaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa. (Dok. Basarnas Makassar) Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan delapan pendaki tersebut mengalami kondisi kesehatan yang berbeda. Gangguan yang dialami antara lain hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus.
"Seluruhnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat menuju Posko Registrasi Bulu Balea untuk mendapatkan penanganan medis," kata Arif dalam keterangannya.
Arif mengimbau pendaki tidak memaksakan diri jika mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan. Cuaca, suhu dingin, kelelahan, dan kepadatan jalur menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan pendaki.
“Kami mengimbau seluruh pendaki untuk mempersiapkan diri dengan baik, membawa perlengkapan sesuai kebutuhan, menjaga kondisi fisik, dan tidak memaksakan diri jika tubuh mulai mengalami gangguan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
2. Basarnas siagakan 295 personel

Tim SAR Gabungan mengevakuasi delapan pendaki yang mengalami berbagai gangguan kesehatan saat mendaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa. (Dok. Basarnas Makassar) Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar menggelar siaga khusus untuk mengamankan kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Gunung Bawakaraeng dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Siaga khusus tersebut berlangsung pada 15–18 Agustus 2026.
Sebanyak 295 personel dilibatkan dalam operasi siaga tersebut. Mereka terdiri dari personel Basarnas Makassar, SAR komunitas, organisasi kemanusiaan, relawan, tenaga medis, dan unsur terkait lainnya.
"Personel disebar di delapan titik pemantauan, yakni Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso," jelas Arif.
Menurut Arif, penempatan personel di sejumlah titik dilakukan untuk memastikan pendaki mendapatkan pelayanan dan pertolongan dengan cepat apabila mengalami kondisi darurat. Tim juga terus memantau situasi di sepanjang jalur pendakian.
“Kami menempatkan personel di sejumlah titik untuk memastikan pendaki mendapatkan rasa aman selama berada di jalur. Prinsip kami jelas, ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kami harus hadir dan memberikan respons secepat mungkin,” ujar Arif.
3. Sebanyak 3.273 pendaki sudah registrasi

Tim SAR Gabungan mengevakuasi delapan pendaki yang mengalami berbagai gangguan kesehatan saat mendaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa. (Dok. Basarnas Makassar) Hingga Senin (17/8/2026), tercatat 3.273 pendaki telah melakukan registrasi melalui sejumlah jalur pendakian Gunung Bawakaraeng. Data tersebut berasal dari empat jalur registrasi yang dipantau petugas.
Rinciannya, sebanyak 223 pendaki melakukan registrasi melalui Lembanna, 1.681 orang melalui Bulu Balea, 947 orang melalui Tassoso, dan 422 orang melalui Kanreapia. Angka tersebut menunjukkan aktivitas pendakian cukup tinggi selama momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
"Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pemantauan dan siap memberikan pertolongan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan," pungkasnya.


















