Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Silaturahmi di Makassar, Gus Kikin Ungkap Kesiapannya Maju Caketum NU

Kota Makassar
Silaturahmi di Makassar, Gus Kikin Ungkap Kesiapannya Maju Caketum NU
Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, saat menghadiri acara silaturahmi dengan kader NU di Hotel Claro Makassar, Jumat malam (14/8/2026). (IDN Times/Aan Pranata)
  • Gus Kikin menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU jika ditugaskan PWNU Jawa Timur, saat menghadiri silaturahmi kader NU di Makassar.
  • Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung 27–31 Agustus 2026 di Jombang; Gus Kikin berharap pemimpin terpilih membangun NU bermartabat dan menjadi rumah bersama.
  • Gus Kikin mendorong Qanun Asasi sebagai acuan organisasi, sementara PWNU Sulawesi Selatan mencatat tujuh kandidat telah bersilaturahmi menjelang muktamar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, mengungkapkan kesiapannya untuk maju sebagai Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU akhir Agustus nanti. Hal itu disampaikan saat jadi pembicara dalam acara silaturahmi dan seminar yang dihadiri ratusan kader NU di Hotel Claro Makassar, Jumat malam (14/8/2026).

Gus Kikin yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, menyebut pencalonannya sebagai amanah organisasi.

"Kalau saya kemudian diminta, ditugaskan oleh PWNU Jawa Timur untuk mencalonkan diri, nah itu (adalah) tugas," kata Gus Kikin disambut tepuk tangan hadirin.

Pada acara silaturahmi itu, Gus Kikin memaparkan tentang pentingnya menghidupkan kembali prinsip-prinsip Qanun Asasi sebagai ruh organisasi NU. Acara dihadiri Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan AGH. KH. Baharuddin HS.

  1. 1. Siapa pun yang terpilih, itu yang terbaik

    Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, usai menghadiri acara silaturahmi dengan kader NU di Hotel Claro Mak
    Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, usai menghadiri acara silaturahmi dengan kader NU di Hotel Claro Makassar, Jumat malam (14/8/2026). (IDN Times/Aan Pranata)

    Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akan diselenggarakan pada tanggal 27–31 Agustus 2026. Acara lima tahunan ini bertempat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

    Gus Kikin mengatakan, jelang Muktamar, kader NU mulai sibuk, termasuk munculnya figur-figur kandidat pemimpin. Dia mengatakan, siapa pun yang kelak terpilih memimpin NU, maka itulah yang terbaik.

    "Siapa pun yang terpilih nanti jadi ketua, siapa pun yang terpilih jadi rais aam, mudah-mudahan yang terbaik. Mudah-mudahan kita ke depan bisa membangun NU yang lebih bermartabat, NU jadi pemersatu, rumah bersama bagi kita semuanya," ucapnya.

    Dia juga menyinggung bahwa roda organisasi NU tidak dijalankan untuk rencana rencana pendek, melainkan untuk kepentingan umat sepanjang masa.

    "Apa program lima tahun ke depan? Jangan lagi lima tahun ke depan, sampai kiamat kita punya program. Kan programnya NU masuk sorga. Bukan hanya di dunia, akhirat juga kita programkan. Supaya kita selamat."

  2. 2. Qanun Asasi harus jadi acuan dalam menjalankan organisasi

    Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, saat menghadiri acara silaturahmi dengan kader NU di Hotel Claro Mak
    Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, saat menghadiri acara silaturahmi dengan kader NU di Hotel Claro Makassar, Jumat malam (14/8/2026). (IDN Times/Aan Pranata)

    Dalam pemaparannya, Gus Kikin menyinggung soal pentingnya menghidupkan kembali prinsip-prinsip Qanun Asasi sebagai ruh organisasi NU. Dia menegaskann, NU lahir bukan hanya sebagai organisasi, melainkan sebagai peradaban yang dibangun di atas ilmu, adab, ukhuwah, dan kepemimpinan ulama. Seluruh fondasi itu dirumuskan oleh pendiri NU KH. M. Hasyim Asy'ari dalam Al-Qanun Al-Asasi, yang berisi pokok-pokok pikiran, visi, dan pedoman dasar pendirian organisasi.

    "Inilah warisan yang menjadi tanggung jawab kita semua," kata Gus Kikin.

    Qanun Asasi merupakan dokumen historis yang mengandung kandungan prinsip penting bagi perjalanan organisasi NU. Pada mukadimah, terdapat dalil-dalil berupa 41 ayat Alquran dan 9 hadis Rasulullah yang jadi rujukan pendirian NU. Lalu pada bab-bab selanjutnya mengandung tentang akidah, sanad ilmu yang bersambung lewat penguatan bermazhab, pembahasan adab, hingga pentingnya persatuan.

    Dia berharap, Qanun Asasi merupakan acuan dan rujukan untuk berorganisasi. Hal itu hendaknya jadi perhatian bagi siapa pun yang kelak memimpin NU.

    "Saya lebih suka Qanun Asasi diberlakukan di NU, itu nomor satunya. Kalau nomor duanya, saya kepilih, monggo silakan. Kalau nggak ya nggak apa-apa," katanya.

  3. 3. Sudah tujuh kandidat silaturahmi ke Sulsel jelang Muktamar NU

    Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, saat menghadiri acara silaturahmi dengan kader NU di Hotel Claro Mak
    Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, saat menghadiri acara silaturahmi dengan kader NU di Hotel Claro Makassar, Jumat malam (14/8/2026). (IDN Times/Aan Pranata)

    Dalam sambutannya, Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan AGH. KH. Baharuddin HS menyampaikan penghormatan kepada Gus Kikin yang meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan kader NU di Makassar. Dia menyebut jelang Muktamar ke-35 NU, sejumlah kandidat calon ketua umum sudah datang daerahnya untuk menggalang dukungan.

    "Sudah tujuh kandidat datang bersilaturahim. Itu artinya NU tidak kekurangan stok. Banyak kader, ada yang sudah sepuh, ada yang muda sekali," katanya.

    Di satu sisi, kata Baharuddin, banyaknya kandidat pemimpin juga menjadi persoalan karena semakin sulit menentukan pilihan.

    "Tidak lama lagi tinggal hitung hari, kita akan ketemu di muktamar. Kalau sudah tujuh kandidat, pilihan kita tambah susah. Tapi tentunya kita bisa menilai siapa kira-kira yang pas untuk membawa NU seperti yang kita harapkan," ucapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More