12 Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan di Bantaeng, Mobil Masuk Jurang

- Mobil pikap yang membawa 12 mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 mengalami kecelakaan tunggal di perbatasan Desa Bonto Lojong dan Kayu Loe, Bantaeng, Kamis siang.
- Menurut pengemudi, rem mobil diduga blong saat rombongan pulang ke posko usai kegiatan penutupan dan penghijauan; kendaraan dibenturkan ke pohon, terbalik, lalu berguling.
- Seluruh mahasiswa dievakuasi ke RS Anwar Makkatutu Bantaeng; 10 telah diizinkan pulang, sementara dua mahasiswa dengan cedera menjalani istirahat sebelum dijemput ke Makassar.
Makassar, IDN Times Sulsel - Mobil rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengalami kecelakaan tunggal di perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Mobil pikap yang mengangkut 12 mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 itu diduga mengalami rem blong saat perjalanan kembali ke posko.
Pengemudi kemudian berupaya menghentikan laju kendaraan dengan membenturkannya ke pohon di pinggir jalan. Akibat benturan, mobil terbalik dan berguling ke sisi jalan yang lebih rendah sehingga seluruh mahasiswa harus dievakuasi untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Kecelakaan tersebut terjadi ketika rangkaian KKN Unhas Gelombang 116 memasuki tahap akhir. Kegiatan penutupan dan penarikan mahasiswa dari sejumlah daerah berlangsung secara bertahap mulai Rabu (12/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026).
1. Kecelakaan terjadi saat mahasiswa pulang ke posko

Mobil yang ditumpangi 12 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengalami kecelakaan tunggal di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis (13/8/2026). (Dok. Istimewa) Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi Unhas, Ishaq Rahman, membenarkan kecelakaan tersebut. Sebelum kejadian, para mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 mengikuti kegiatan penutupan yang dirangkaikan dengan penghijauan serentak di kawasan Pinus Rombeng, Desa Bonto Lojong.
Setelah kegiatan selesai, rombongan mahasiswa yang berposko di Desa Kayu Loe kemudian kembali menuju posko. Kecelakaan terjadi saat mereka dalam perjalanan pulang.
“Rombongan mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 yang berposko di Desa Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng, mengalami kecelakaan tunggal yang cukup serius pada Kamis, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WITA,” ujar Ishaq dalam keterangannya, Kamis malam.
2. Mobil diduga mengalami rem blong

Ilustrasi kecelakaan. (IDN Times/Aditya Pratama) Ishaq mengatakan, berdasarkan keterangan pengemudi, kecelakaan bermula ketika sistem pengereman mobil mengalami masalah. Mobil pikap terbuka tersebut saat itu membawa 12 mahasiswa dari Posko Kayu Loe.
“Menurut informasi pengemudi, mobil alami rem blong. Sebagai upaya menghentikan laju kendaraan, pengemudi sengaja membenturkan mobil ke pohon di pinggir jalan,” jelasnya.
Benturan tersebut membuat kendaraan kehilangan keseimbangan hingga terbalik dan berguling ke sisi jalan yang lebih rendah. Lokasi kecelakaan berada di perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe.
“Akibatnya, mobil terbalik dan berguling ke sisi jalan yang lebih rendah. Peristiwa ini terjadi di perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe,” imbuhnya.
3. Dua belas mahasiswa dievakuasi, dua masih diobservasi

Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Arief Rahmat) Sesaat setelah kejadian, para mahasiswa dievakuasi ke rumah warga di sekitar lokasi. Koordinator Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Kabupaten Bantaeng, Putri F. Nurdin, yang berada tidak jauh dari lokasi, langsung menuju tempat kejadian setelah mendapat informasi.
Putri kemudian menghubungi Public Safety Center (PSC). Sekitar 10 menit kemudian, tim medis PSC Cabang Loka tiba di lokasi untuk memberikan penanganan awal sambil menunggu ambulans.
“Dalam waktu sekitar 10 menit, Tim Medis dari PSC Cabang Loka tiba di lokasi dan memberikan penanganan awal sambil menunggu ambulance,” kata Ishaq.
Seluruh mahasiswa selanjutnya dibawa ke RS Anwar Makkatutu Bantaeng untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis di Unit Gawat Darurat (UGD). Dari 12 mahasiswa, lima orang dinyatakan sehat dan stabil, sedangkan empat lainnya mengalami cedera ringan.
Tiga mahasiswa kemudian menjalani observasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan menggunakan X-ray. Hasil pemeriksaan menunjukkan dua mahasiswa mengalami keseleo pada kaki, sedangkan satu mahasiswa terindikasi mengalami fraktur pada bagian paha.
Perkembangan kondisi mahasiswa disampaikan pada Kamis malam sekitar pukul 21.45 WITA. Sebanyak 10 mahasiswa telah diperbolehkan pulang, sementara dua lainnya juga mendapat izin meninggalkan rumah sakit.
Namun, Putri meminta dua mahasiswa tersebut tetap beristirahat di rumah sakit karena saat itu sedang tertidur. Keduanya dijadwalkan dijemput dan dibawa kembali ke Makassar pada Jumat (14/8/2026).




















