Dinsos Sulsel Ungkap Perubahan Siswa Usai Setahun di Sekolah Rakyat

- Dinsos Sulsel menilai siswa Sekolah Rakyat mengalami peningkatan kualitas dan kepercayaan diri setelah setahun, didukung akses pendidikan, fasilitas, serta lingkungan belajar yang lebih baik.
- Perubahan terlihat pada keberanian tampil dan berkomunikasi, karakter, kerapian, serta kesehatan; bakat seni, teknologi, dan kemampuan bahasa siswa juga mulai berkembang setelah mendapat kesempatan.
- Pemerintah ingin mengukur dan mempersempit kesenjangan kemampuan antara anak keluarga kurang mampu dan mampu, dengan Sekolah Rakyat sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Makassar, IDN Times - Dinas Sosial Sulawesi Selatan menilai program Sekolah Rakyat mulai menunjukkan perubahan pada kualitas dan kepercayaan diri siswa. Anak-anak dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan kini mulai berani tampil, berkomunikasi, dan menunjukkan potensi yang mereka miliki.
Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan, Abdul Malik Faisal, mengatakan perubahan siswa mulai terlihat setelah mereka memperoleh akses pendidikan yang lebih baik. Fasilitas dan lingkungan belajar yang mendukung juga membantu siswa mengembangkan kemampuan serta kepercayaan diri.
Menurutnya, sebagian siswa sebelumnya tumbuh di lingkungan yang kumuh dan jauh dari kondisi kehidupan keluarga sejahtera. Kondisi tersebut turut memengaruhi kesempatan mereka untuk mengembangkan kemampuan.
"Anak-anak ini ada talentnya, ada bakat. Ada bakat di seni, seperti penyanyi, kemudian baca puisi, dan macam-macam," kata Malik, Kamis (13/8/2026).
1. Siswa mulai berani tampil di depan umum

Salwa Dzakila Asmar mengikuti kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar, Jumat (24/10/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin) Malik mengatakan perkembangan siswa tidak hanya terlihat dari kemampuan akademik. Perubahan juga tampak pada karakter, kerapian, kesehatan, hingga keberanian berkomunikasi.
Dia mencontohkan sejumlah siswa yang sebelumnya cenderung tertutup kini mulai berani berkomunikasi. Mereka juga mulai percaya diri tampil di hadapan banyak orang.
"Setelah dia masuk ini, yang sudah rintisan satu tahun ini, kita lihat bagaimana anak-anak ini bisa tampil. Dia berani bicara di panggung dengan berani," katanya.
Menurut Malik, perubahan tersebut menunjukkan perkembangan positif pada siswa Sekolah Rakyat. Kondisi ini membuat pemerintah optimistis terhadap keberlanjutan program tersebut.
2. Bakat siswa mulai terlihat setelah mendapat kesempatan

Para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar mengikuti mata pelajaran olahraga, Jumat (24/10/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin) Malik menilai keterbatasan ekonomi tidak selalu mencerminkan kemampuan seorang anak. Sebagian siswa justru memiliki bakat yang sebelumnya tidak terlihat karena tidak memperoleh kesempatan untuk mengembangkannya.
Selain bidang seni, terdapat siswa yang menunjukkan kemampuan di bidang teknologi. Salah satunya mampu membuat lampu dengan memanfaatkan energi matahari.
"Ini artinya mereka kemarin agak terhambat karena tidak ada kesempatan. Sekarang setelah mereka dapat kesempatan, baru kita lihat," katanya.
Kemampuan bahasa juga mulai berkembang. Malik menyebut sejumlah siswa SMA bahkan sudah mampu menggunakan bahasa Inggris dengan baik, serta mulai mempelajari bahasa Mandarin dan Jepang.
3. Pemerintah ingin mempersempit jarak dengan anak keluarga mampu

Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar yang berlokasi di BBPPKS, Jumat (24/10/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin) Malik menegaskan keberhasilan Sekolah Rakyat tidak bisa diukur hanya dalam waktu singkat. Pemerintah masih membutuhkan waktu untuk melihat sejauh mana program tersebut mampu mempersempit kesenjangan kemampuan antara anak dari keluarga kurang mampu dan anak dari keluarga mampu.
"Yang kita mau ukur sekarang adalah bagaimana jarak ketimpangan antara anak-anak sekarang dari keluarga prasejahtera atau tidak mampu dengan anak-anak yang mampu, seberapa jauh jaraknya," jelasnya.
Dia berharap proses pendidikan di Sekolah Rakyat secara bertahap dapat membuat kesenjangan tersebut semakin kecil. Dengan begitu, anak-anak dari keluarga miskin memiliki bekal yang lebih setara untuk melanjutkan pendidikan dan membangun masa depan.
"Basic-nya ini adalah Sekolah Rakyat yang memutus rantai kemiskinan. Artinya bapaknya, neneknya, kakeknya bisa miskin, tapi anak cucunya tidak boleh miskin," kata Malik.



















