Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

HUT ke-81 RI, Gubernur Sulsel Ingatkan Besarnya Jasa Para Pejuang

Kota Makassar
HUT ke-81 RI, Gubernur Sulsel Ingatkan Besarnya Jasa Para Pejuang
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Silaturahmi Nasional bersama keluarga pahlawan nasional, keluarga perintis kemerdekaan, veteran, wredatama, dan LKSA di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sulsel, Jumat (14/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengajak masyarakat menghargai pengorbanan pejuang, veteran, keluarga pahlawan, dan perintis kemerdekaan pada HUT ke-81 RI.
  • Ia menekankan ketahanan pangan sebagai bagian ketahanan negara, menyebut stok beras Sulsel lebih dari 800 ribu ton yang diklaim cukup memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan.
  • Andi Sudirman juga menyoroti ketahanan air dan energi, serta mengajak masyarakat menjaga persatuan dan meneruskan semangat pejuang melalui kebijakan strategis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengajak masyarakat untuk menghargai jasa para pejuang, veteran, keluarga pahlawan nasional, dan perintis kemerdekaan dalam momentum HUT ke-81 Republik Indonesia (RI).

Hal itu disampaikan Andi Sudirman saat menghadiri Silaturahmi Nasional dengan Keluarga Pahlawan Nasional, Keluarga Perintis Kemerdekaan, Veteran, Wredatama, dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat (14/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sudirman mengajak seluruh pihak untuk kembali memahami perjuangan generasi terdahulu. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia diraih dan dipertahankan dengan pengorbanan yang besar.

Perjuangan para pendahulu, kata dia, tidak hanya terjadi saat merebut kemerdekaan, tetapi juga berlanjut setelah Indonesia merdeka. Para pejuang harus menghadapi berbagai situasi untuk mempertahankan keutuhan bangsa.

"Kita coba bayangkan bagaimana perjuangan ibu-ibu yang melepas suaminya ke medan pertempuran. Mereka tidak tahu apakah suaminya akan kembali atau tidak,"kata Sudirman dalam sambutannya.

Dia menilai kondisi tersebut jauh berbeda dengan kehidupan masyarakat saat ini. Menurutnya, masyarakat kini hidup dalam kondisi yang relatif lebih aman dan didukung berbagai fasilitas.

"Orang-orang dulu memiliki keyakinan yang lebih kuat, memiliki sebuah cita-cita pada tanahnya yang kuat," katanya.

  1. 1. Ketahanan pangan jadi bagian dari kekuatan negara

    Peserta Silaturahmi Nasional bersama keluarga pahlawan, veteran, wredatama, dan LKSA di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sulsel.
    Silaturahmi Nasional bersama keluarga pahlawan nasional, keluarga perintis kemerdekaan, veteran, wredatama, dan LKSA di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sulsel, Jumat (14/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Dalam sambutannya, Sudirman juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan negara.

    Dia menyebut Sulsel saat ini memiliki stok beras yang disebut mencapai lebih dari 800 ribu ton. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi capaian penting karena stok pangan dapat menopang kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

    "Ini cukup untuk 10 bulan ke depan. Sulawesi Selatan itu bisa bertahan sampai 10 bulan ke depan," katanya.

    Sudirman menilai ketahanan pangan tidak dapat dilepaskan dari peran para petani. Menurutnya, keberhasilan menjaga ketersediaan pangan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat.

    "Bahkan dulu semuanya itu bersatu dan yang paling di depan tentu para petani. Ini luar biasa," katanya.

  2. 2 Ketahanan air dan energi juga jadi perhatian

    Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri silaturahmi nasional bersama keluarga pahlawan dan veteran.
    Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Silaturahmi Nasional bersama keluarga pahlawan nasional, keluarga perintis kemerdekaan, veteran, wredatama, dan LKSA di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sulsel, Jumat (14/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Selain pangan, Sudirman juga menyoroti pentingnya ketahanan air dan energi. Menurutnya, kedua sektor tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan daerah dan negara.

    Dia mengatakan air merupakan kebutuhan utama kehidupan sehingga keberadaannya harus dijaga. Menurutnya, kondisi sumber air perlu menjadi perhatian karena debit air dapat berkurang dan tidak selalu tersedia secara konsisten.

    "Ini sekarang masih berkeringan. Makanya ketahanan air ini penting sekali. Kehidupan tidak ada kalau tidak ada air," katanya.

    Sementara untuk energi, dia menyinggung kondisi antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sebagai salah satu gambaran pentingnya menjaga ketahanan energi. Menurutnya, ketahanan pangan, air, dan energi merupakan bagian dari kebijakan strategis yang harus dipersiapkan pemerintah.

  3. 3. Gubernur ajak masyarakat belajar dari perjuangan pejuang

    Peserta menghadiri Silaturahmi Nasional bersama keluarga pahlawan, veteran, wredatama, dan LKSA di Sulsel.
    Silaturahmi Nasional bersama keluarga pahlawan nasional, keluarga perintis kemerdekaan, veteran, wredatama, dan LKSA di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sulsel, Jumat (14/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

    Sudirman juga mengajak masyarakat untuk kembali mengenang besarnya pengorbanan para pejuang. Menurutnya, perjuangan tersebut menjadi bagian penting dalam mempertahankan Indonesia.

    Dia menceritakan pengalaman mengunjungi sumber mata air yang berada di kawasan sulit dijangkau. Untuk mencapai lokasi tersebut, perjalanan harus ditempuh menggunakan kendaraan dan dilanjutkan dengan berjalan kaki.

    Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa menjaga sumber kehidupan membutuhkan perjuangan. Hal itu juga membutuhkan kesiapan dan ketekunan.

    "Kita ini di dunia sementara saja, numpang, lewat saja. Bahkan ada di antara satu sama lain sikut-sikutan, mau mengusir orang yang lain. Bagaimana itu?" katanya.

    Karena itu, dia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan memikirkan kepentingan bangsa dalam setiap kebijakan. Menurutnya, semangat perjuangan generasi terdahulu perlu diteruskan melalui upaya menjaga ketahanan dan kedaulatan Indonesia.

    "Makanya penting semua kebijakan strategis dalam bernegara maupun kehidupan, pertahanan-pertahanan," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More