Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karhutla Ancam Hampir Seluruh Wilayah Sulsel di Tengah Kekeringan

Kota Makassar
Karhutla Ancam Hampir Seluruh Wilayah Sulsel di Tengah Kekeringan
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
  • Kekeringan ekstrem membuat hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan rentan karhutla karena vegetasi kering mudah tersulut dan api cepat menyebar.
  • Kebakaran lahan terjadi di Enrekang, termasuk sekitar 10 hektare di Gunung Nona dan 20 hektare di tiga titik Anggeraja, merusak fasilitas pertanian warga.
  • Penyebab kebakaran masih didalami; pemerintah membentuk tim, posko, patroli lintas instansi, serta mengimbau warga tidak membakar lahan agar api tak merembet.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Kondisi kekeringan ekstrem membuat lahan dan vegetasi kering sehingga api lebih mudah menyebar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulsel, Kasman, mengatakan kondisi lahan yang kering membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Vegetasi seperti semak-semak yang mengering dinilai sangat mudah terbakar hanya karena percikan api kecil.

"Semak-semak yang sangat kering itu sangat mudah terbakar. Sedikit saja percikan itu bisa menyebabkan kebakaran," kata Kasman, Selasa (18/8/2026).

Menurut Kasman, kondisi cuaca saat ini membuat ancaman karhutla tidak hanya berada di wilayah tertentu. Hampir seluruh daerah di Sulsel dinilai memiliki potensi kebakaran karena mengalami kekeringan.

"Kritis tentunya ya kalau kritis di Sulsel tergantung kondisi cuacanya karena kalau saat ini kan hampir semua wilayah di Sulsel itu mengalami kekeringan," katanya.

  1. 1. Karhutla terjadi di sejumlah daerah

    Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
    Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

    Sejumlah wilayah Sulsel telah mengalami kebakaran lahan dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya di kawasan Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

    Selain itu, kebakaran lahan juga terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Enrekang. Berdasarkan laporan BPBD Enrekang, kebakaran pada Minggu (16/8/2026) terjadi di Buntu Kapere (Desa Tampo), Buntu Pujan (Desa Mampu), dan Buntu Mendatte (Desa Mendatte) di Kecamatan Anggeraja.

    Total areal yang terdampak di tiga lokasi tersebut mencapai sekitar 20 hektare. Kebakaran menyebabkan pipa instalasi lahan pertanian warga hangus dan dinamo pompa air mengalami kerusakan berat.

    Petugas pun gabungan berjibaku memadamkan api di lokasi. Api berhasil dipadamkan pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.

  2. 2. Penyebab karhutla masih didalami

    Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
    Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

    Kasman mengatakan penyebab kebakaran di sejumlah wilayah Sulsel masih didalami. Pihaknya masih melihat kemungkinan faktor alam maupun adanya unsur kesengajaan.

    "Saat ini juga teman-teman sementara mendalami penyebabnya apakah faktor alam atau mungkin faktor kesengajaan," katanya.

    Untuk mengantisipasi meluasnya karhutla, Gubernur Sulsel telah membentuk tim penanganan karhutla yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat, Pemprov Sulsel, pemerintah kabupaten/kota, hingga sektor swasta. Penanganan di lapangan juga melibatkan BPBD, Damkar, TNI, Polri, Manggala Agni, Polhut, kelompok masyarakat, serta kelompok tani.

    Kasman mengatakan setiap kabupaten telah memiliki posko penanganan karhutla. Tim juga melaksanakan patroli dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

    "Setiap kabupaten ada posko. Kemarin juga dari kepolisian, dari Polda juga sudah melakukan apel kesiapsiagaan untuk karhutla," katanya.

  3. 3. Warga diminta tidak membakar lahan

    Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Ilustrasi karhutla. (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Kasman mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di lahan. Terutama saat membuka atau membersihkan lahan yang berpotensi memicu kebakaran.

    "Kami sampaikan arahan dari Bapak Gubernur untuk masyarakat yang khususnya mungkin yang saat ini di Provinsi Sulawesi Selatan mengalami kekeringan ekstrem untuk berhati-hati melakukan aktivitas, baik itu mungkin melakukan pembakaran di lahan-lahan milik mereka," katanya.

    Menurutnya, pembakaran lahan dapat dengan mudah meluas akibat kondisi vegetasi yang kering dan angin kencang. Api bahkan berpotensi merembet ke kawasan hutan maupun permukiman.

    "Jangan sampai ini bisa merembet ke kawasan hutan atau mungkin ke permukiman. Itu yang mungkin kita harus memberikan edukasi ke masyarakat sehingga nantinya bisa kita mencegah," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More