68 Persen Masyarakat Produktif RI Masih Tanggung Beban Keluarga

- Sebanyak 68 persen responden di Indonesia masih mendukung kebutuhan finansial anggota keluarga.
- Rata-rata 38 persen pendapatan bulanan dialokasikan untuk keluarga, sementara 69 persen responden merasakan dampaknya terhadap kemandirian finansial jangka panjang.
- Manulife Indonesia dan Bank Danamon memperkenalkan PPFE dengan opsi Pengakhiran Polis Lebih Awal pada 14 Agustus 2026.
Makassar, IDN Times - Beban finansial untuk menopang keluarga masih menjadi salah satu penghambat utama masyarakat Indonesia dalam mencapai kemandirian finansial jangka panjang, terutama bagi kelompok usia produktif.
Temuan Manulife Asia Care Survey 2026 menunjukkan bahwa 68 persen responden di Indonesia masih memberikan dukungan finansial kepada anggota keluarga, dengan rata-rata mengalokasikan 38 persen dari pendapatan bulanan mereka untuk kebutuhan tersebut.
1. Respons Industri: Produk Proteksi dengan Opsi Pencairan Lebih Awal

Ilustrasi keluarga (unsplash.com/Dimas Rizki Pratama) Merespons temuan tersebut, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk pada 14 Agustus 2026 memperkenalkan Proteksi Prima Fleksi Ekstra (PPFE), produk asuransi jiwa sekaligus instrumen perencanaan keuangan jangka menengah.
Poin pembeda utama produk ini terletak pada manfaat Pengakhiran Polis Lebih Awal (Early Policy Termination Benefit), yang memungkinkan nasabah mengakses manfaat polis sebelum masa perlindungan berakhir, sesuai ketentuan yang berlaku pada tahun polis tertentu.
2. Tak ada dana "terkunci"

ilustrasi keluarga (pexels.com/Emma Bauso) Skema ini menjawab persoalan yang kerap dikeluhkan pemegang polis asuransi jiwa konvensional, yakni dana yang "terkunci" hingga jatuh tempo meski kebutuhan mendesak muncul lebih cepat, misalnya untuk biaya pendidikan anak atau kebutuhan keluarga lain di tengah jalan.
"Banyak orang berada pada tahap kehidupan di mana mereka memikul tanggung jawab yang besar, baik untuk keluarga maupun orang tua mereka. Mereka perlu menyeimbangkan kebutuhan keluarga saat ini dengan perencanaan keuangan jangka panjang," kata Kah Jing Lee, Chief Bancassurance Officer Manulife Indonesia.
3. Kedepankan fleksibilitas

ilustrasi keluarga (pexels.com/Anastasiya Gepp) Ivan Jaya, Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, menambahkan bahwa fleksibilitas menjadi kunci karena kebutuhan finansial nasabah kerap berubah di tengah jalan.
"Perencanaan keuangan yang baik tidak hanya bertujuan untuk mencapai target di masa depan, tetapi juga memberikan ketenangan dalam menghadapi berbagai perubahan yang mungkin terjadi sepanjang perjalanan hidup," ujarnya.


















