Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BPBD Sulsel: Lahan Kering Sangat Rawan Terbakar saat Kemarau

Kota Makassar
BPBD Sulsel: Lahan Kering Sangat Rawan Terbakar saat Kemarau
Kepala Pelaksana BPBD Sulsel Amson Padolo. (Dok. Istimewa)
Share Article

Makassar, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) di tengah kondisi kemarau ekstrem. Warga pun diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Amson Padolo, mengatakan BMKG sebelumnya telah memberikan peringatan terkait peningkatan suhu udara. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Memang sudah ada peringatan dari BMKG terkait peningkatan suhu udara. Kondisi ini sangat rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan," kata Amson, Rabu (19/8/2026).

  1. 1. Lahan kering mudah terbakar

    Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
    Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

    Menurut Amson, kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar apabila terjadi pembakaran terbuka. Masyarakat pun diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

    "Jangan membakar sampah sembarangan, apalagi di daerah yang kondisi lahannya kering," jelasnya.

  2. 2. Karhutla terjadi di sejumlah wilayah

    Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
    Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

    Karhutla telah terjadi di sejumlah titik di Sulsel sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Salah satu kejadian terbaru terjadi di kawasan Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare.

    Di Kota Makassar, tercatat 31 peristiwa kebakaran sepanjang 1-12 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 47 rumah ludes terbakar, satu perusahaan industri terdampak, dan 26 kejadian terjadi pada titik alang-alang atau sampah.

    Di Kota Parepare, tercatat 106 kejadian kebakaran lahan sepanjang Juli 2026. Kebakaran juga terjadi di wilayah pegunungan Kabupaten Tana Toraja secara beruntun sejak 29 Juli hingga 6 Agustus 2026.

    Sementara di Toraja Utara, lahan seluas sekitar 1 hektare di Kelurahan Pantanakan Lolo, Kecamatan Kesu', terbakar pada Rabu (5/8/2026). Kebakaran tersebut diduga akibat aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.

  3. 3. Puntung rokok bisa picu kebakaran

    ilustrasi puntung rokok (IDN Times/Hana Adi Perdana)
    ilustrasi puntung rokok (IDN Times/Hana Adi Perdana)

    Amson juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang benda yang masih memiliki bara api secara sembarangan, terutama di kawasan yang kering. Salah satunya adalah puntung rokok yang masih menyimpan bara dan berpotensi memicu kebakaran.

    "Puntung rokok juga bisa menjadi sumber kebakaran, jadi jangan dibuang sembarangan," katanya.

    Amson mengatakan BPBD Sulsel berperan dalam koordinasi dan mitigasi potensi bencana. Sementara penanganan teknis karhutla menjadi kewenangan instansi terkait, termasuk Dinas Kehutanan dan pemerintah kabupaten/kota.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More