DPRD Sulsel Cek Ketebalan dan Kualitas Aspal Jalan Hertasning

- Komisi D DPRD Sulsel melakukan pengecekan ketebalan dan kualitas aspal di Jalan Hertasning Makassar melalui uji core drill, dengan hasil awal menunjukkan ketebalan 3,8 cm masih dalam batas toleransi.
- Sampel aspal dibawa ke Laboratorium Badoka PU Bina Marga untuk memastikan material sesuai spesifikasi AC-WC; hasil uji akan menentukan kelanjutan atau evaluasi terhadap kontraktor proyek.
- Pemprov Sulsel mendukung pengawasan DPRD atas proyek multiyears ini, menegaskan pekerjaan harus sesuai standar teknis dan bagian yang tidak memenuhi spesifikasi wajib diperbaiki oleh kontraktor.
Makassar, IDN Times - Komisi D DPRD Sulawesi Selatan telah mengecek langsung kualitas pengerjaan proyek multiyears di ruas Jalan Hertasning, Kota Makassar. Salah satu pemeriksaannya melalui uji core drill untuk mengetahui ketebalan lapisan aspal di lapangan.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar, mengatakan pengujian berlangsung pada beberapa titik di ruas jalan sepanjang 1,8 km tersebut. Hasil awal menunjukkan ketebalan aspal pada titik pertama mencapai 3,8 cm.
Ketebalan tersebut sedikit berada di bawah standar 4 cm yang ditetapkan dalam spesifikasi teknis. Meski demikian, menurut Sadar, angka tersebut masih berada dalam batas toleransi yang diperbolehkan.
"Pada titik pertama itu ketebalannya 3,8 cm. Memang tidak mencapai 4 cm, tetapi masih dalam batas toleransi yang diperbolehkan," kata Sadar, Jumat (6/3/2026).
1. Pemeriksaan laboratorium untuk pastikan kualitas material

Menurut Sadar, pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kualitas pekerjaan jalan yang sedang berlangsung. Jalan Hertasning merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa dan memiliki tingkat lalu lintas harian yang tinggi.
Selain pemeriksaan di lapangan, sampel hasil pengeboran aspal tersebut juga dibawa ke Laboratorium Badoka milik PU Bina Marga untuk diuji lebih lanjut. Pengujian ini bertujuan memastikan material yang digunakan sesuai dengan spesifikasi teknis, khususnya jenis lapisan aspal Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC).
"Hasil core ini kita bawa ke laboratorium Badoka PU Bina Marga untuk dilakukan evaluasi. Kita ingin memastikan apakah material yang digunakan memang sesuai dengan spesifikasi AC-WC yang direncanakan," katanya.
2. Evaluasi pekerjaan berdasarkan hasil lab

Sadar menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan kelanjutan pekerjaan di lapangan. Jika material dan kualitas pekerjaan dinilai sesuai standar, maka proyek dapat dilanjutkan sesuai rencana.
"Kalau itu benar, maka pekerjaan ini layak untuk dilanjutkan," kata Sadar.
Namun apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan standar teknis yang berlaku, pihaknya akan mengevaluasi kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Evaluasi itu dapat berujung pada pemanggilan pihak rekanan untuk membahas tindak lanjut pekerjaan proyek.
"Kalau tidak sesuai dengan aturan yang ada, tentu akan kita evaluasi. Kami akan panggil rekanannya untuk membahas langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pekerjaan dihentikan sementara atau seperti apa," jelasnya.
3. Pemprov Sulsel dukung pengawasan DPRD

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung pengawasan DPRD terhadap proyek preservasi jalan dalam paket Multiyears Contract (MYC) Paket 1. Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan, menyebut pengawasan legislatif merupakan bagian dari fungsi perwakilan masyarakat.
"Pada prinsipnya pengawasan dewan kita dukung sepenuhnya karena itu bagian dari tugas dan fungsinya sebagai perwakilan masyarakat," kata Ihsan.
Dia menjelaskan kualitas pekerjaan jalan tetap mengacu pada spesifikasi teknis yang ditetapkan. Jika ada bagian pekerjaan yang dinilai tidak memenuhi standar, maka akan dievaluasi melalui pengujian laboratorium.
"Kalau disebutkan ada bagian yang kurang berkualitas, itu tentu diuji melalui uji laboratorium," jelasnya.
Ihsan mengatakan proyek preservasi jalan dalam paket MYC masih berada pada tahap pelaksanaan dan dijadwalkan berlangsung hingga 2027. Proses pembayaran proyek juga belum dapat diproses selama pekerjaan belum memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan.
Menurut dia, apabila ditemukan bagian pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, maka kontraktor wajib membongkar bagian tersebut. Selanjutnya, kontraktor harus memperbaikinya sesuai ketentuan yang berlaku.
"Bagian proyek yang tidak berkualitas akan dibongkar dan dilakukan pembenahan sesuai dengan spesifikasinya," kata Ihsan.
4. Pemprov sebut penanganan Hertasning menggunakan lapisan AC-WC

Khusus pada ruas Jalan Hertasning, Ihsan menjelaskan bahwa metode yang digunakan merupakan rehabilitasi minor. Penanganan dimulai dari perbaikan titik-titik jalan yang berlubang sebelum dilapisi aspal pada tahap akhir.
"Pengerjaan di ruas Hertasning dilakukan dengan penanganan rehab minor. Pekerjaan dimulai dengan penanganan ruas jalan yang berlubang kemudian dilakukan satu lapisan aspal AC-WC dengan ketebalan 4 cm," jelasnya.
Lapisan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) merupakan lapisan aus yang berada di bagian paling atas perkerasan jalan. Lapisan ini dirancang untuk menahan beban lalu lintas menengah hingga berat serta menjaga permukaan jalan tetap rapat dan kedap air.
"AC-WC biasa diberlakukan untuk lalu lintas menengah ke atas," kata Ihsan.
















