Teman Bus Berhenti Beroperasi, Bagaimana dengan Trans Sulsel?

- Dua koridor Trans Sulsel berhenti beroperasi
- Pemprov Sulsel belum pastikan kelanjutan Trans Sulsel
- Operator masih menunggu kelanjutan Trans Sulsel
Makassar, IDN Times - Awal tahun 2026 dibuka dengan kabar buruk bagi pengguna transportasi publik di Sulawesi Selatan. Seluruh moda transportasi umum bersubsidi yang selama ini melayani masyarakat di kawasan Mamminasata (Makassar, Maros, Takalar dan Sungguminasa/Gowa) kini berhenti beroperasi.
Penghentian layanan terjadi setelah Kementerian Perhubungan mengakhiri subsidi Teman Bus Trans Mamminasata per 31 Desember 2025. Koridor 5 dengan rute Unhas Gowa-Unhas Tamalanrea menjadi layanan terakhir Teman Bus yang beroperasi dengan tarif Rp4.600.
"Untuk yang berhenti sementara, itu kementerian (Kemenhub) punya. Per 31 Desember itu," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Selatan, Andi Erwin Terwo, Selasa (6/1/2025).
Namun, berhentinya Teman Bus bukan satu-satunya pukulan bagi transportasi publik di kawasan Mamminasata. Trans Sulsel yang baru beroperasi sekitar lima setengah bulan juga ikut berhenti. Armada Trans Sulsel sudah tidak mengaspal dalam sepekan terakhir, bersamaan dengan berakhirnya layanan Teman Bus.
1. Dua koridor Trans Sulsel juga berhenti beroperasi

Sebelum berhenti, Trans Sulsel melayani dua koridor. Koridor 1 melayani rute Panakkukang Square-Pelabuhan Galesong, Takalar, dengan 50 halte perjalanan pergi dan 57 halte perjalanan balik. Rute ini melintasi sejumlah kawasan strategis, termasuk Center Point of Indonesia (CPI).
Koridor 1 mencatat tingkat keterisian di atas 100 persen setelah penyesuaian rute menuju kawasan wisata. Sejak beroperasi pada 14 Juli 2025, total penumpang Trans Sulsel Koridor 1 mencapai 437.317 orang, dengan rata-rata 87.463 penumpang per bulan.
Sementara itu, Koridor 2 mencatat tingkat keterisian 34 persen. Rute ini melayani perjalanan dari Kampus Unhas Tamalanrea ke Stasiun Kereta Api Mandai melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dengan 17 halte. Rendahnya keterisian dipengaruhi oleh banyaknya angkutan kota lain yang melintasi rute serupa.
Sepanjang masa subsidi 2025, Koridor 2 mencatat total 174.421 penumpang, dengan rata-rata 34.884 penumpang per bulan. Selama periode tersebut, Trans Sulsel beroperasi tanpa tarif atau gratis bagi masyarakat.
Koridor 2 sejatinya dirancang sebagai moda lanjutan bagi pengguna Teman Bus Koridor 5, terutama masyarakat dari Kabupaten Gowa dan Kota Makassar yang hendak menuju bandara maupun stasiun kereta. Integrasi ini diharapkan menjadi langkah awal peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Jika dibandingkan, maka Teman Bus mencatat jumlah penumpang yang lebih tinggi. Sepanjang Januari hingga November 2025, Teman Bus melayani 687.415 penumpang, dengan puncak penumpang pada Oktober sebanyak 105.962 orang. Capaian ini diraih meski Teman Bus memberlakukan tarif dan beroperasi lebih awal sekitar tujuh bulan dibandingkan Trans Sulsel.
2. Pemprov Sulsel belum pastikan kelanjutan Trans Sulsel

Kementerian Perhubungan tidak memperpanjang kontrak Teman Bus di kawasan Mamminasata. Sejak awal, program tersebut dirancang sebagai stimulan agar pemerintah daerah mengembangkan layanan transportasi massal secara mandiri.
Sejumlah pihak, mulai dari pengguna, mahasiswa, pramudi, akademisi, hingga legislatif, mendorong Pemprov Sulsel mengambil alih Koridor 5. Masyarakat berharap layanan pengganti memiliki fasilitas dan kenyamanan setara dengan Teman Bus.
Hingga kini, Pemprov Sulsel belum menyampaikan pernyataan resmi terkait kelanjutan Trans Sulsel. Subsidi Trans Sulsel diketahui hanya berlaku satu tahun anggaran pada 2025. Untuk beroperasi kembali pada 2026, layanan ini harus melalui proses lelang ulang.
Ke depan, layanan bus Trans Sulsel direncanakan tidak lagi beroperasi secara gratis bagi masyarakat. Saat ini, seluruh armada Trans Sulsel masih diliburkan sambil menunggu kejelasan kebijakan lanjutan.
3. Operator masih menunggu kelanjutan Trans Sulsel

Operator Trans Sulsel menyebut layanan belum dapat kembali beroperasi karena masih menunggu proses tender yang dijalankan Pemprov Sulsel. Hingga kini, belum ada kepastian waktu dimulainya kembali operasional armada tersebut.
"Karena kami hanya sebagai operator saja. Kami berharap kalau bisa secepatnya juga," kata perwakilan operator, yang enggan disebutkan namanya, saat dihubungi via telepon, Senin (5/1/2026).
Dia menyampaikan keluhan masyarakat yang meningkat setelah Trans Sulsel berhenti beroperasi, terutama warga dari luar Kota Makassar seperti Kabupaten Takalar. Penghentian layanan membuat biaya transportasi harian warga melonjak karena kembali bergantung pada angkutan berbayar.
"Ada penumpang yang bercerita, kalau dihitung biaya transportasi bisa sekitar Rp25 ribu sekali jalan atau Rp50 ribu pulang-pergi," katanya.
Dia mengaku masih menunggu kejelasan terkait skema tarif dan sistem pembayaran. Seluruhnya bergantung pada hasil tender dan kontrak baru yang akan ditetapkan Pemprov Sulsel.
"Kami mungkin masih menunggu keputusan juga di tingkat Pemda setempat seperti di provinsi terkait masalah tarifnya. Sistemnya juga belum ada. Tapi kami masih menunggu di sistem e-katalog terkait tendernya, karena kami bukan penugasan langsung. Kami harus ikut proses juga," katanya.


















