Tiga Korban Banjir Bandang Sitaro Masih Hilang

Makassar, IDN Times – Proses pencarian terhadap tiga orang yang masih hilang akibat banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali dilanjutkan pada hari ini, Rabu (7/1/2026). Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia yang ditemukan mencapai 16 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya mengatakan dari total korban meninggal tersebut, enam orang telah berhasil teridentifikasi, sementara 10 korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Selain korban meninggal, bencana ini juga menyebabkan 22 orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan di puskesmas setempat. Sementara itu, dua korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk memperoleh penanganan medis lanjutan.
Banjir bandang tersebut memaksa ratusan warga mengungsi. Hingga kini, jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa dan angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang terus dilakukan di lapangan.
Dari sisi kerusakan, banjir bandang mengakibatkan tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah mengalami rusak berat, serta 112 unit rumah rusak ringan. Sejumlah akses jalan dilaporkan terputus, sementara beberapa bangunan kantor dan infrastruktur lainnya turut mengalami kerusakan. Petugas masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian materiil akibat bencana tersebut.
Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro selama 14 hari, terhitung sejak 5 Januari hingga 18 Januari 2026. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 1 Tahun 2026.
Hingga saat ini, penanganan di lapangan masih berlangsung secara intensif dengan prioritas utama pada pencarian korban yang hilang serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.


















