Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mahasiswa dan Komuter Paling Terdampak Penghentian Teman Bus

Suasana di dalam Teman Bus yang beroperasi di Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin
Suasana di dalam Teman Bus yang beroperasi di Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin

Makassar, IDN Times - Penghentian layanan Teman Bus di kawasan Mamminasata berdampak langsung terhadap mahasiswa dan pekerja komuter yang setiap hari beraktivitas lintas wilayah. Kelompok tersebut selama ini mengandalkan Teman Bus sebagai moda transportasi utama dari Gowa dan Takalar menuju Kota Makassar.

Salah seorang pengguna Teman Bus, Naura, mahasiswa Universitas Hasanuddin, menyebut penghentian layanan tersebut menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Menurutnya, biaya transportasi meningkat sejak Teman Bus tidak lagi beroperasi.

"Diberhentikannya Teman Bus yang memberikan dampak atau kerugian yang cukup dirasakan oleh masyarakat sekitar," kata Naura usai audiensi terkait hal tersebut di DPRD Sulsel, Rabu (7/1/2026).

1. Beban biaya dan waktu komuter meningkat

Suasana di dalam Teman Bus yang beroperasi di Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin
Suasana di dalam Teman Bus yang beroperasi di Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin

Hal serupa disampaikan pengguna lain, Laila, yang menyoroti dampak besar terhadap pekerja komuter. Dia menyebut warga yang tinggal di Gowa atau Takalar dan bekerja di Makassar kini harus mengeluarkan biaya lebih besar.

"Masyarakat komuter ini orangnya tinggal di Gowa atau di Galeosong itu hanya datang bekerja atau bersekolah di Makassar, tentu saja dengan ketiadaan Teman Bus ini menambah mereka untuk mengeluarkan biaya lebih lagi dan waktunya itu lebih ke sana," kata Laila.

2. Pilihan transportasi terbatas

Teman Bus yang beroperasi di Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin
Teman Bus yang beroperasi di Makassar. IDN Times/Asrhawi Muin

Laila menyebut keterbatasan fasilitas transportasi alternatif membuat warga tidak memiliki banyak pilihan perjalanan. Kondisi tersebut membuat beban pengeluaran semakin berat, terutama bagi masyarakat yang memiliki tanggungan keluarga.

"Seperti ojek online kalau misalnya dia pergi pulang lagi bayar, apalagi kalau kita dapati di zaman sekarang itu generasi sandwich yang harus menghidupkan orang tua dan lain sebagainya," ucapnya.

3. Harap layanan pengganti segera beroperasi

1001461956.jpg
Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi (kiri) menerima audiensi pengguna Teman Bus di Kantor Sementara DPRD Sulsel, Makassar, Rabu (7/1/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan layanan transportasi umum Trans Sulsel akan kembali beroperasi pada 2026 setelah dialokasikan dalam APBD Provinsi Sulsel 2026. Trans Sulsel dirancang menggantikan sebagian koridor Teman Bus Trans Mamminasata yang sebelumnya disubsidi melalui APBN.

Terkait hal ini, Laila berharap layanan transportasi umum segera kembali beroperasi setelah penghentian Teman Bus. Setidaknya, ada moda angkutan lain yang kualitasnya setara Teman Bus.

"Secepat mungkin untuk beroperasi kembali, entah itu Trans Sulsel ataupun Teman Bus, kami hanya mau percepatan beroperasinya. Kemudian juga fasilitasnya harus setara atau mendekati dengan Teman Bus. Kami berharap Trans Sulsel itu berkiblat ke Teman Bus atau Trans Mamminasata," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

New CRETA Alpha Hyundai Siap Tampil Gagah di Jalan Makassar

09 Jan 2026, 01:38 WIBNews