Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pengungsi Banjir Bandang Pulau Siau Sulut Butuh Pakaian-Alat Mandi

-
Petugas dan warga membersihkan material banjir bandang di Pulau Siau, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Dok. BPBD Sitaro
Intinya sih...
  • Empat polisi dirawat akibat banjir bandang di Pulau Siau.
  • Pengungsi membutuhkan alat mandi dan pakaian.
  • Kemenko PMK akan membantu membangun kembali infrastruktur yang rusak.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Manado, IDNT imes - Hari keempat pasca-banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, sebagian aktivitas warga masih terhenti. Sekolah masih banyak yang libur, sedangkan kegiatan perekonomian juga baru pulih sebagian.

Pelayanan Polres Sitaro pun masih terhenti hingga saat ini karena kantornya ikut terdampak. Gedung utama mengalami kerusakan berat.

Ruangan berisi lumpur setinggi kurang lebih 50 cm, sedangkan kaca hingga pintu banyak yang hancur. "Yang di lantai satu hancur semua termasuk perabot dan berkas," ujar Kapolres Sitaro, AKBP Iwan Permadi, Kamis (8/1/2026).

1. Empat polisi dirawat

-
Bagian belakang gedung Polres Sitaro yang tersapu banjir bandang. Dok. Polres Sitaro

Akibat peristiwa ini, 4 polisi dirawat di rumah sakit. Mereka terseret air bah dari gedung belakang Polres Sitaro.

"Keempatnya piket jaga saat kejadian. Alhamdulillah masih selamat meski mengalami luka yang cukup serius," kata Iwan.

Rencananya, pelayanan Polres Sitaro akan dipindah ke Polsek Siau Barat. Mereka pun masih berkoordinasi terkait kelayakan gedung saat ini.

2. Pengungsi butuh alat mandi hingga pakaian

-
Petugas dan warga membersihkan material banjir bandang Pulau Siau, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Dok.BPBD Sitaro

Di pengungsian, warga mengaku kebutuhan makan dan minum sudah terpenuhi. Hanya saja, kebanyakan masih membutuhkan alat mandi dan pakaian.

Hal ini diungkapkan seorang pengungsi di Museum Ulu Siau, Ismawati Tinahu (47). Anaknya pun membutuhkan sumbangan pakaian dan alat sekolah.

"Kami tidak sempat bawa apapun, hanya baju di badan," tuturnya.

3. Kemenko PMK bakal perbaiki gedung rusak

-
Dampak banjir bandang di Pulau Siau, Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Dok. Kantor SAR Manado

Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Lilik Kurniawan, datang bersama Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo, ke tempat pengungsian, Rabu, 7 Januari 2026 malam. Di sana, Lilik menyebut pihaknya akan membantu membangun kembali infrastruktur yang rusak.

Selain itu, bagi warga yang kehilangan rumah bakal segera direlokasi. Ia meminta posisi relokasi tidak jauh dari sumber penghasilan masyarakat.

"Jadi tugas dari Pemerintah Kabupaten Sitaro adalah mencari lahan yang aman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujar Lilik.(*)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

PKB Sulsel Buka Ruang Diskusi soal Skema Pilkada Lewat DPRD

10 Jan 2026, 02:42 WIBNews