Kunjungan Kapal Pelindo Regional 4 Naik 6,3 Persen saat Nataru

Makassar, IDN Times - Aktivitas pelabuhan di wilayah kerja Pelindo Regional 4 meningkat selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sepanjang H-15 hingga H+13, tercatat sebanyak 1.232 kunjungan kapal di seluruh pelabuhan Regional 4.
Jumlah tersebut naik sekitar 6,30 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya yang mencatat 1.159 call (kunjungan kapal). Peningkatan ini terlihat dari padatnya aktivitas sandar kapal di sejumlah pelabuhan utama di kawasan Indonesia timur.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengatakan peningkatan arus kapal sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.
"Periode Nataru selalu menjadi momentum krusial karena adanya peningkatan mobilitas masyarakat. Alhamdulillah, selama H-15 hingga H+13, Pelindo Regional 4 mampu menjaga kelancaran arus kapal dan penumpang dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan layanan," kata Abdul Azis, dalam keterangan tertulis, Jumat (8/1/2026).
1. Enam pelabuhan jadi penyumbang arus kapal tertinggi

Pelabuhan dengan arus kapal tertinggi meliputi Ternate, Manado, Ambon, Kendari, Makassar, dan Bitung. Tingginya aktivitas di pelabuhan tersebut didukung kuat oleh karakter wilayah kepulauan di Indonesia timur yang menjadikan transportasi laut sebagai moda utama mobilitas dan distribusi.
Selain arus kapal, Pelindo Regional 4 juga mencatat pergerakan penumpang yang signifikan. Selama periode Nataru 2025 - 2026, total arus penumpang mencapai 791.678 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 417.087 penumpang tercatat naik dan 374.591 penumpang tercatat turun di seluruh cabang pelabuhan Regional 4.
Jumlah penumpang naik mengalami peningkatan sekitar 5,45 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya. Capaian ini menggambarkan tingginya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan transportasi laut selama libur Nataru.
Pelabuhan dengan volume penumpang tertinggi antara lain Ambon, Makassar, Parepare, Ternate, Balikpapan, dan Manado, yang menjadi titik utama pergerakan masyarakat selama libur panjang.
2. Kesiapan terminal dan personel jadi penopang layanan

Abdul Azis menyampaikan kesiapan fasilitas dan penguatan layanan operasional berperan dalam menjaga kelancaran pelayanan selama periode padat libur akhir tahun. Upaya tersebut memastikan aktivitas kapal dan penumpang di seluruh pelabuhan tetap berjalan terkendali.
"Kami memastikan terminal penumpang dalam kondisi siap, mulai dari kebersihan, kenyamanan ruang tunggu, hingga pengaturan alur penumpang. Personel kami juga siaga penuh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.
Selama periode libur akhir tahun, puncak aktivitas kapal dan penumpang terjadi menjelang Hari Natal serta kembali meningkat pada arus balik setelah pergantian tahun. Seluruh aktivitas kepelabuhanan dilaporkan berlangsung aman dan terkendali.
"Keberhasilan Nataru ini adalah hasil kerja bersama seluruh insan Pelindo dan stakeholder. Ke depan, kami akan terus memperkuat sistem pelayanan dan operasional agar pelabuhan di Regional 4 semakin andal sebagai gerbang maritim Indonesia timur," kata Abdul Azis.
Pelindo siapkan layanan 24 jam dan perkuat koordinasi

Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, memaparkan bahwa lonjakan arus kapal telah diantisipasi sejak awal. Penyesuaian pola pelayanan serta kesiapan fasilitas sandar diterapkan untuk menjaga kelancaran aktivitas kepelabuhanan.
"Kami memastikan pelayanan kapal tetap optimal dengan pengaturan jadwal sandar, kesiapan fasilitas dermaga, serta dukungan operasional 24 jam. Koordinasi dengan KSOP, operator kapal, dan stakeholder terkait juga menjadi kunci agar tidak terjadi penumpukan," jelas Yusida.
Yusida juga menyampaikan sinergi dengan TNI/Polri, KSOP, Basarnas, operator kapal, dan instansi terkait lainnya berjalan baik selama periode Nataru. Koordinasi lintas instansi tersebut mendukung kelancaran operasional dan pengamanan aktivitas kepelabuhanan.
"Koordinasi lintas instansi berjalan efektif, baik dalam aspek keselamatan pelayaran, pengamanan pelabuhan, maupun penanganan kondisi darurat. Ini menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pengguna jasa," katanya.


















