Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

DPRD Sulsel Pantau Kualitas Pekerjaan Lima Proyek Jalan Pemprov

DPRD Sulsel Pantau Kualitas Pekerjaan Lima Proyek Jalan Pemprov
Ilustrasi Infrastruktur jalan. (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
5W1H
  • Komisi D DPRD Sulsel mulai memantau lima proyek jalan multiyears yang sudah berkontrak, dimulai dari Jalan Hertasning Makassar karena lokasinya dekat dan mudah diawasi selama Ramadan.
  • Setelah Ramadan, DPRD akan melanjutkan kunjungan ke empat paket proyek lainnya di berbagai daerah Sulawesi Selatan, sementara paket keenam masih menunggu proses kontrak selesai.
  • Pemantauan difokuskan pada kualitas konstruksi melalui uji core drill; hasil awal menunjukkan ketebalan aspal 3,8 cm di Jalan Hertasning masih dalam batas toleransi standar teknis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Komisi D DPRD Sulawesi Selatan mulai memantau proyek pembangunan jalan yang tengah berjalan di sejumlah daerah. Pengawasan difokuskan pada paket pekerjaan yang sudah berkontrak dengan pemerintah provinsi.

Wakil Ketua Komisi D Aan Nugraha menyampaikan terdapat lima paket proyek jalan yang akan dikunjungi secara bertahap oleh DPRD. Seluruh paket tersebut sudah memasuki tahap kontrak sehingga bisa dipantau langsung di lapangan.

Kunjungan awal diarahkan ke paket pertama yang berada di kawasan Jalan Hertasning, Makassar. Lokasi tersebut dipilih lebih dulu karena relatif dekat dan memudahkan pengawasan pada masa Ramadan.

"Untuk sementara lima karena kan yang sudah kontrak adalah lima. Nah kenapa kita pilih paket satu dulu karena ini kan bulan puasa, bulan Ramadan, jadi kita pilih yang dekat-dekat dulu," kata Aan, Senin (9/3/2026).

1. Lima paket jalan akan dipantau bertahap

ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Esti Suryani)
ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Esti Suryani)

Setelah Ramadan, Komisi D berencana melanjutkan pemantauan ke paket lainnya. Kunjungan akan diarahkan ke paket dua, tiga, empat, hingga lima yang berada di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.

"Nanti setelah Ramadan kita ke paket dua, tiga, empat, dan lima dan seterusnya. Lima paket insyaallah akan kita kunjungi semua," kata Aan.

Paket enam belum dapat dibahas lebih jauh karena proses kontraknya belum rampung. Namun paket tersebut diperkirakan segera masuk tahap kontrak dalam waktu dekat.

"Paket enam akan masuk. Ini paket enam proses tender MK (Manajemen Kontruksi). Kalau setelah MK baru masuk ke fisiknya. Tenang, akan dikerjakan semua. Sementara ditender. MK-nya sudah selesai. Selesai mi MK-nya sisa masuk ke fisiknya," katanya. 

2. DPRD cek kualitas jalan sebelum RDP

IMG_20260307_010939.jpg
Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, melakukan pengecekan ketebalan aspal di ruas Jalan Hertasning, Kota Makassar, Jumat (6/3/2026). (IDN Times/Istimewa)

Ketua Komisi D Kadir Halid menyampaikan pemantauan lapangan difokuskan untuk melihat langsung kualitas pekerjaan di lokasi proyek. Hasil pengecekan tersebut menjadi bahan pembahasan sebelum digelar rapat dengar pendapat bersama pihak terkait.

Kadir menyebut pengujian menggunakan metode core drill untuk memastikan kualitas konstruksi jalan. Metode ini melalui pengambilan sampel material jalan dari beberapa titik.

"Kita cek dulu sebelum RDP. Cek dulu sekali di lapangan, setelah itu baru kita RDP," kata Kadir.

3. DPRD telah cek kondisi aspal Jalan Hertasning

IMG_20260307_010955.jpg
Proses uji core drill dilakukan untuk memastikan kualitas lapisan aspal Jalan Hertasning sesuai spesifikasi teknis AC-WC. (IDN Times/Istimewa)

Sebelumnya, Komisi D DPRD Sulsel telah menggelar uji core drill pada beberapa titik di ruas Jalan Hertasning sepanjang sekitar 1,8 kilometer. 

Anggota Komisi D Muhammad Sadar menyebut ketebalan aspal pada titik pertama tercatat 3,8 sentimeter. Ketebalan tersebut sedikit di bawah standar teknis 4 sentimeter, namun masih berada dalam batas toleransi yang diperbolehkan.

"Pada titik pertama itu ketebalannya 3,8 cm. Memang tidak mencapai 4 cm, tetapi masih dalam batas toleransi yang diperbolehkan," kata Sadar, Jumat (6/3/2026).

Sampel hasil pengeboran tersebut kemudian dibawa ke laboratorium milik Dinas PU Bina Marga untuk diuji lebih lanjut. Pengujian ini bertujuan memastikan material yang digunakan sesuai spesifikasi lapisan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC).

Jika hasil pengujian laboratorium menunjukkan material dan kualitas pekerjaan sesuai standar, maka proyek dapat dilanjutkan. Namun jika ditemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis, maka DPRD akan mengevaluasi kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

Share
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More