Petugas Bandara Hasanuddin Temukan 65 Proyektil Amunisi dalam Paket Kiriman

- 65 butir proyektil amunisi kaliber 7,62 ditemukan dalam paket kiriman di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
- Proyektil tersebut sudah tidak aktif dan tidak mengandung bubuk mesiu, serta dikirim dengan identitas pengirim yang diduga fiktif.
- Paket tersebut hendak dikirim menggunakan maskapai Citilink dengan rute Makassar - Semarang melalui jasa pengiriman JNT Express.
Makassar, IDN Times - Petugas keamanan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, menggagalkan pengiriman paket mencurigakan yang berisi puluhan proyektil amunisi, Selasa (6/1/2026). Paket tersebut terdeteksi saat melewati pemeriksaan X-ray di gudang kargo sebelum diberangkatkan ke Semarang, Jawa Tengah.
Belakangan diketahui, di dalam paket itu terdapat 65 butir proyektil amunisi kaliber 7,62. Temuan ini langsung ditangani aparat kepolisian sektor kawasan bandara.
1. Proyektil sudah tidak aktif

Kapolsek Kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Iptu Asri Arif, membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia memastikan seluruh proyektil dalam kondisi tidak aktif.
“Dari hasil pemeriksaan awal, proyektil tersebut dinyatakan tidak aktif karena sudah diledakkan sebelumnya dan tidak mengandung bubuk mesiu,” kata Asri kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).
Berdasarkan data kepolisian, paket itu pertama kali diterima oleh Regulated Agent PT Integrasi Aviasi Solusi Cabang Makassar. Sesuai prosedur, petugas melakukan pemeriksaan dokumen dan fisik barang sebelum dikirim.
2. Berawal dari kecurigaan petugas Aviation Security (Avsec)

Namun, saat melewati mesin X-ray, petugas Aviation Security (Avsec) mencurigai bentuk isi paket yang menyerupai amunisi. Paket tersebut kemudian diturunkan untuk dilakukan pemeriksaan manual.
Pihak Regulated Agent selanjutnya berkoordinasi dengan instansi terkait dan melaporkan temuan tersebut ke polisi. Sekitar pukul 10.55 WITA, petugas kepolisian melakukan pemeriksaan fisik dan uji lapangan terhadap isi paket.
“Hasilnya dipastikan seluruhnya tidak aktif. Itu amunisi yang sudah diledakkan lalu dirangkai kembali,” jelas Asri.
3. Hendak dikirim ke Kota Semarang

Menurutnya, paket tersebut rencananya dikirim menggunakan maskapai Citilink dengan rute Makassar - Semarang (UPG–SMRG) melalui jasa pengiriman JNT Express.
Namun, polisi menemukan kejanggalan pada identitas pengirim. Dalam resi tertulis nama Dark Archive dengan alamat Jalan Kegelapan Nomor 666, Kota Makassar, yang diduga merupakan identitas fiktif.
“Secara administratif ada nama pengirim, tapi identitasnya tidak valid dan masih kami dalami. Penerimanya tercatat sebagai warga Semarang,” ungkap Asri.
Kini, seluruh barang bukti telah diserahkan ke Polres Maros untuk penyelidikan lebih lanjut.


















