Pameran Manifesto Seni 2026 Digelar Besok, Ajak Maknai Ulang Maritim

- Manifesto Seni 2026 digelar di Makassar Creative Hub Nusantara pada 8-9 Agustus 2026, mengusung revitalisasi identitas budaya maritim melalui seni dan kritik sosial.
- Pameran menyoroti romantisme kejayaan maritim masa lalu serta jarak masyarakat dengan laut, sambil mendorong penciptaan makna baru manusia maritim lewat praksis sosial.
- Acara gratis pukul 10.00-22.00 WITA ini menghadirkan pameran, mural kelompok rentan, lokakarya sampah plastik dan papercraft, serta pertunjukan musik untuk berbagai kalangan.
Makassar, IDN Times - Komunitas seni dan industri kreatif di Kota Makassar kembali menyuguhkan ruang apresiasi visual yang sarat pesan filosofis. Pameran bertajuk Manifesto Seni 2026 ini berlangsung di Makassar Creative Hub Nusantara selama dua hari, mulai dari Sabtu (8/8/202) besok hingga Minggu (9/8/2026) mendatang.
Mengusung tema besar "Revitalisasi Identitas Budaya Maritim: Dari Ekspresi ke Praksis Sosial", pameran ini bukan sekadar sebagai ajang pamer karya visual. Mereka juga mengangkat kritik sosial atas cara pandang masyarakat terhadap warisan maritim saat ini.
1. Menjadi cara mengkritik romantisme bangsa maritim yang tidak benar-benar diperjuangkan

Tema besar Manifesto Seni 2026 adalah sorotan bahwa masyarakat dianggap kerap terjebak dalam romantisme kejayaan masa lalu sebagai bangsa maritim tanpa benar-benar memperjuangkannya di masa sekarang. Bahkan, termasuk juga jarak antara orang-orang dengan laut, secara harafiah dan literal.
"Masalah terbesar kita bukan kehilangan laut. Masalah terbesar kita adalah terlalu lama menyembah kenangan tentang laut. Kita membangun monumen untuk kejayaan masa lalu, tetapi lupa bahwa laut tidak pernah hidup di dalam monumen. Laut hidup dalam keberanian untuk bergerak, berubah, dan menghadapi badai," ungkap mereka dalam pernyataan tertulis di akun media sosial Instagram resmi mereka, @manifestoseni, pada Kamis (6/8/2026).
2. Dari sekadar ekspresi karya kemudian berlanjut ke tindakan nyata di tengah masyarakat

Sesuai sub-temanya, pameran ini ingin menggeser karya seni rupa dari sekadar ekspresi estetika pribadi menjadi sebuah tindakan nyata (praksis sosial) di tengah masyarakat. Karya-karya yang dipamerkan diharap membuat pengunjung untuk tidak sekadar menjaga simbol warisan, tetapi turut menciptakan nilai baru manusia maritim di era modern.
"Revitalisasi bukan menghidupkan kembali sesuatu yang mati. Revitalisasi adalah keberanian untuk menghancurkan kepalsuan, lalu menciptakan makna yang baru. Maka angkat layar. Bukan untuk mencari masa lalu yang hilang, tetapi untuk menciptakan manusia maritim yang belum pernah ada," jelas pihak Manifesto Seni 2026.
3. Terbuka gratis untuk umum, ada juga sesi lokakarya hingga pertunjukan musik

Tidak hanya pameran kolektif seni rupa, acara dua hari ini juga memiliki berbagai program pendukung. Pengunjung dapat menyaksikan secara langsung proses pembuatan mural dari para kelompok rentan. Turut pula lokakarya dengan Payabo, kolektif yang berfokus pada pengelolaan dan pemanfaatan sampah plastik.
Bagi kamu yang senang dengan kerajinan tangan, Makassar Papercraft juga memiliki satu sesi lokakarya khusus. Pengunjung juga akan mendapat pertunjukan musik dari grup musik Barakka dan Daur Hidup. Turut pula playlist beragam genre dari Musik Analog Makassar, ditambah Jamaican culture hasil seleksi Subhanoo.
Manifesto Seni 2026 terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, perupa, hingga masyarakat umum. Pameran dapat dikunjungi secara gratis, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WITA.



















