Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[CEK FAKTA] Viral Pamflet Ajakan Pawai LGBT di Makassar

Kota Makassar
4 min read
[CEK FAKTA] Viral Pamflet Ajakan Pawai LGBT di Makassar
Ilustrasi Cek Fakta General. (IDN Times/Anjani Asra)
  • Pamflet rencana pawai di Pantai Losari beredar luas, tetapi memuat kejanggalan karena mencantumkan tahun 2025.

  • Polisi menyebut akun yang tercantum dalam pamflet dibajak dan tidak menemukan surat pemberitahuan aksi maupun permohonan izin.

  • Tim cyber masih menyelidiki penyebaran pamflet untuk memastikan ada atau tidaknya kegiatan serta unsur pelanggaran hukum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Warganet di Makassar ramai membicarakan beredarnya pamflet di media sosial bertuliskan "Pawai Semarak LGBT" yang disebut bakal digelar di Pantai Losari pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Dalam pamflet tersebut terlihat ilustrasi sejumlah ilustrasi manusia berkumpul sambil membawa dan membentangkan bendera berwarna pelangi. Pamflet itu juga memuat slogan "Jangan Membenci Ciptaan Tuhan, Keadilan untuk Kami"

Pada bagian bawah pamflet tercantum nomor WhatsApp dan akun Instagram dengan nama @cika_petshop. Namun, terdapat kejanggalan karena tahun yang tertera dalam pamflet adalah 2025. Meski demikian, pamflet tersebut telanjur beredar luas.

  1. 1. Polisi sebut akun Instagram dibajak

    logo Instagram (unsplash.com/Brett Jordan)
    logo Instagram (unsplash.com/Brett Jordan)

    Menanggapi pamflet viral tersebut, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi pemilik nomor WhatsApp dan akun Instagram yang tercantum dalam pamflet.

    Pemilik akun, kata Arya, mengaku akunnya telah dibajak.

    "Tadi kami sudah konfirmasi ke pemilik akun, ternyata pemilik akun menyampaikan bahwa akunnya dibajak," kata Arya Perdana kepada wartawan di Aula Polrestabes Makassar, Kamis (24/9/2026).

    Arya juga menyebut hingga Kamis (24/9/2026), pihaknya belum menerima surat pemberitahuan aksi (SPA) terkait rencana pawai tersebut.

    "Tidak ada permohonan izin. Tadi sudah cek ke Polda Sulsel juga tidak ada, di polsek juga tidak ada," ucapnya.

  2. 2. Polisi pertimbangkan berbagai aspek sebelum keluarkan izin

    Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, Kamis (24/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya
    Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, Kamis (24/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya

    Mantan Kapolres Metro Depok ini mengungkapkan, setiap rencana kegiatan di wilayah hukumnya akan terlebih dahulu ditindaklanjuti sebelum rekomendasi dikeluarkan. Menurutnya, polisi akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi masyarakat Makassar.

    "Jadi semua kegiatan, baik unjuk rasa, kegiatan apa pun itu sekadar pemberitahuan. Kalau ini memang kegiatannya positif kita akan memberikan rekomendasi. Kalau negatif kami tidak akan keluarkan rekomendasi," bebernya.

  3. 3. Tim cyber dikerahkan untuk lacak penyebar pamflet

    Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana (tengah), Kamis (24/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya
    Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana (tengah), Kamis (24/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya

    Meski begitu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan pihak yang berada di balik penyebaran pamflet tersebut. Polisi juga akan mendalami apakah terdapat unsur pelanggaran hukum dalam penyebarannya.

    "Ini masih dalam penyelidikan cyber untuk mengetahui apakah memang ini ada kegiatannya atau tidak karena sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi soal itu," tandasnya.

  4. 4. Penjelasan pemilik nomor WhatsApp dan akun Instagram

    logo WhatsApp (unsplash.com/@alexbemore)
    logo WhatsApp (unsplash.com/@alexbemore)

    Dikonfirmasi IDN Times, owner sekaligus pemilik akun @cika_petshop, berinisial A, mengaku bahwa pamflet yang beredar adalah hoaks. Dia juga mengaku kaget tiba-tiba banyak yang chat dari nomor WhatsApp admin toko miliknya.

    "Saya baru tahu hari ini karena ada yang chat di nomor WhatsApp admin toko, saya juga kurang tahu kenapa ada nomor saya di pamflet itu, lagi jualan tiba-tiba ada pamflet itu," kata A kepada IDN Times, Kamis (24/9/2026).

    Dia bahkan mencurigai adanya persaingan bisnis yang tidak sehat, sebab ia mengaku beberapa toko petshop di sekitar tempatnya sudah banyak yang gulung tikar sedangkan usahanya masih bertahan.

    Berdasarkan info dari pihak kepolisian, akun yang membagikan pertama kali pamflet itu dari akun @cika_petshop. Namun ia kaget karena merasa tidak pernah membuat apalagi memposting pamflet itu ke media sosial toko miliknya.

    "Karena kalau akun saya pasti ada notifikasinya, tapi kata polisi akun yang bagikan followers-nya sedikit sedangkan saya banyak. Jadi dia buat akun baru menyerupai akun saya dengan comot foto di postingan kami, lalu sebar pamflet itu," jelasnya.

    Dia mengaku mengetahui akunnya dicomot setelah beberapa orang menghubunginya dan menanyakan perihal benar tidaknya pamflet yang beredar itu. Sebab tokonya berada di Barru bukan di Makassar.

    Sehingga, A heran kenapa pamflet yang beredar lokasinya di Makassar. Menurutnya pamflet ini sengaja disebar oleh orang yang tidak bertannggung jawab dengan niat untuk menjatuhkan usaha petshop miliknya.

    "Iya ada sengaja mau jatuhkan usaha kami, karena google maps kami hilang, coba cari pasti tidak ada tapi sebelum hilang ada banyak ulasan buruk tentang toko kami jadi ada yang sengaja buat agar usaha kami jatuh," ungkapnya.

    Dia juga menyebut, ada puluhan orang yang menghubungi di nomor Whatsapp-nya ingin mendaftar untuk ikut dalam pawai tersebut. Tak hanya ingin pendaftar, beberapa chat makian ia juga terima.

    "Saya tidak bisa hitung karena banyak sekali, sampai chat orderan toko saya tenggelam," tuturnya.

    Mayotitas yang chat, kata A, adalah laki-laki bahkan ada yang mengaku dari Malaysia mau ikut gabung. Kemudian saya jelaskan bahwa postingan itu hoaks.

    A menambahkan telah diminta oleh polisi untuk membuat video klarifikasi soal pamflet yang beredar yang mencatut nama tokonya.

    "Saya bersedia dan kooperatif karena ini menyangkut juga nama baik toko saya," tandasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More