Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Istri Korban Pembunuhan Sekeluarga di Palu Meninggal di Rumah Sakit

Kota Makassar
Istri Korban Pembunuhan Sekeluarga di Palu Meninggal di Rumah Sakit
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)
Intinya Sih
  • Nurhanisa (23), istri dan ibu korban penganiayaan satu keluarga di Palu, meninggal di RSUD Undata pada 5 Agustus 2026 setelah 10 hari menjalani perawatan.
  • Kondisinya terus menurun meski telah dirawat di RS Bhayangkara dan menjalani operasi di RSUD Undata, akibat luka tusuk parah yang turut mengenai organ tubuhnya.
  • Jenazah Nurhanisa dibawa keluarga ke Palopo untuk dimakamkan, terpisah dari suami dan anaknya di Barru; polisi masih memburu pelaku penganiayaan dan pembunuhan tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Nurhanisa (23), istri sekaligus ibu dalam kasus penganiayaan dan pembunuhan satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama 10 hari.

Nurhanisa mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu, Rabu (5/8/2026), sekitar pukul 15.00 Wita. Sebelumnya, ia sempat mendapat perawatan intensif di RS Bhayangkara Palu sebelum dirujuk ke RSUD Undata untuk menjalani operasi.

1. Kondisi Nurhanisa terus menurun setelah operasi

Polisi menggelar olah TKP peristiwa pembunuhan bapak dan anak di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulten), Minggu (26/7/2026). Dok. Polresta Palu
Polisi menggelar olah TKP peristiwa pembunuhan bapak dan anak di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulten), Minggu (26/7/2026). Dok. Polresta Palu

Paur Humas Polresta Palu, Aiptu I Kadek Aruna, membenarkan Nurhanisa meninggal dunia setelah kondisinya terus menurun akibat luka yang dideritanya.

"Setelah peristiwa penganiayaan yang menewaskan suami dan anaknya, Nurhanisa sempat menjalani perawatan selama empat hari di RS Bhayangkara Palu," ujar Aruna melalui keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).

Ia kemudian dirujuk ke RSUD Undata untuk menjalani operasi. Namun, kondisi kesehatan Nurhanisa tidak kunjung membaik meski telah menjalani tindakan medis.

2. Jenazah dibawa ke Palopo untuk dimakamkan

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Setelah meninggal dunia, jenazah Nurhanisa dibawa oleh pihak keluarga ke Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Ia akan dimakamkan di kampung halamannya.

"Pihak keluarga membawa jenazahnya ke Kota Palopo untuk kemudian dimakamkan di kampung halamannya," kata Aruna.

Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan dan pembunuhan satu keluarga tersebut.

"Untuk pelaku masih dalam pengejaran," ucap Aruna.

3. Dimakamkan terpisah dari suami dan anaknya

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Sukma Shakti)

Sementara itu, keluarga Nurhanisa, Dila, mengatakan kondisi korban terus memburuk akibat luka tusuk yang cukup parah. Menurutnya, salah satu organ tubuh Nurhanisa turut terkena tusukan.

"Pihak rumah sakit sampaikan kalau kondisinya cukup parah. Ada organnya yang terkena tusukan pisau," ucap Dila.

Dila mengatakan pihak keluarga telah sepakat memakamkan Nurhanisa di Kota Palopo. Lokasi pemakamannya berbeda dengan suami dan anaknya yang telah dimakamkan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

"Kesepakatan keluarga kalau almarhumah dimakamkan di Palopo. Kalau suami dan anaknya dimakamkan di Barru," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More