Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Singgung Jalan Rusak, Sudirman: Semakin Tanam Pisang Semakin Saya Tidak Kerja

Singgung Jalan Rusak, Sudirman: Semakin Tanam Pisang Semakin Saya Tidak Kerja
Ilustrasi jalan rusak ditanami pisang. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya Sih
  • Gubernur Andi Sudirman menegaskan aksi tanam pisang di jalan tidak akan memengaruhi prioritas pembangunan, karena proyek tetap mengikuti perencanaan resmi pemerintah.
  • Ia menjelaskan keterbatasan anggaran membuat pembangunan jalan dilakukan secara bergiliran sesuai program yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan tekanan protes masyarakat.
  • Sudirman mengungkapkan pernah ada pengurangan anggaran akibat protes berkepanjangan dan memastikan proyek peningkatan jalan Moncongloe sepanjang 9 kilometer tetap berjalan dengan skema multiyears.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meminta masyarakat tidak menggunakan aksi tanam pisang di jalan sebagai bentuk protes untuk menuntut perbaikan infrastruktur. Menurutnya, pembangunan jalan mengacu pada perencanaan dan kemampuan anggaran, bukan karena tekanan dari aksi protes.

Hal itu disampaikan Andi Sudirman saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Maros, Selasa (7/7/2026).

"Sudah banyak (di) Tiktok protes. Ini saja kita bangun jalan 1.000 kilo perencanaannya, masih banyak tanam pisang. Kenapa? Karena ada yang bocorkan jumlah jalan," kata Andi Sudirman.

1. Pembangunan jalan tetap berdasarkan perencanaan

IMG-20260614-WA0147.jpg
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. IDN Times/Asrhawi Muin

Dia mengaku tidak ingin menjadikan aksi protes sebagai dasar penentuan prioritas pembangunan jalan. Menurutnya, pembangunan tetap mengacu pada perencanaan yang telah disusun pemerintah.

"Saya bilang semakin tanam pisang semakin saya tidak kerja. Saya sudah sampaikan, itu perhatian saya. Siapa yang bicara, saya tidak kerjakan. Mulai sekarang, berhenti bicara," katanya.

2. Anggaran terbatas sehingga pembangunan dikerjakan secara bergiliran

ilustrasi Anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi Anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

Sudirman mengatakan pemerintah tidak bisa menjadikan aksi protes seperti tanam pisang sebagai dasar penentuan prioritas pembangunan jalan. Menurutnya, jika setiap wilayah yang menanam pisang di jalan langsung didahulukan, maka daerah lain akan mengikuti cara yang sama untuk mendapatkan perhatian pemerintah.

"Bilang nanti tanam pisang baru diperhatikan. Tidak ada. Kita bekerja sesuai dengan perencanaan dan program. Kalau cukup uang, saya akan kerjakan semua bahkan dengan pakai emas kalau perlu. Tapi karena uang terbatas, tentu kita akan gilir dan sesuai peruntukannya," katanya.

3. Klaim anggaran pembangunan jalan pernah berkurang karena protes

2809841a37224126aab32434eda6a5b4.jpg
Pekerjaan pemasangan U-Ditch di ruas Jalan Aroepala, Makassar, Selasa (5/5/2026). (Dok. Pemprov Sulsel)

Sudirman juga mengungkapkan pengalaman terkait pembangunan jalan di salah satu daerah. Menurutnya, anggaran yang semula telah dialokasikan justru berkurang setelah muncul protes yang berkepanjangan.

"Sudah sepakat dengan Menteri PU akan memasukkan Kementerian PU Rp110 miliar. Tapi karena ribut, dipotong setengahnya, dikasih pindah. Karena ribut sekali ko. Tadinya sudah Rp110 miliar masuk tinggal Rp48 miliar. Terpaksa kutomboki Rp38 miliar. Jadilah Rp78 miliar," ungkapnya.

4. Jalan Moncongloe masuk proyek multiyears

ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Ervan Masbanjar)
ilustrasi jalan rusak (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Selain itu, Sudirman memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tetap melanjutkan pembangunan di Kabupaten Maros. Dia menyebut proyek peningkatan jalan di kawasan Moncongloe sepanjang sekitar 9 kilometer telah masuk dalam skema multiyears.

"Tahun lalu tidak dikerjakan maka insyaallah tahun ini sekitar 9 kilo tadi sudah disampaikan. Itu sudah masuk multiyears kami. Jadi silakan insyaallah kita akan melakukan groundbreaking mungkin setelah selesai acara nasional kami," katanya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More