Kementan Sebut Kendala Distribusi Jadi Penyebab Utama Harga Cabai Naik

- Kementerian Pertanian menegaskan kenaikan harga cabai disebabkan gangguan distribusi, bukan kekurangan produksi, karena secara nasional produksi mencapai 2 juta ton sementara konsumsi hanya sekitar 1,7 juta ton.
- Pasokan cabai di Sulawesi Selatan dinilai aman berdasarkan neraca produksi bulanan dan tahunan, meski beberapa daerah lain masih mengalami defisit akibat distribusi yang belum merata.
- Pemerintah menyiapkan pupuk bersubsidi untuk komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang dengan harga turun sekitar 20 persen serta mekanisme penyaluran yang lebih mudah bagi petani.
Makassar, IDN Times - Kementerian Pertanian menyebut kenaikan harga cabai lebih banyak dipengaruhi gangguan distribusi daripada kekurangan produksi. Secara nasional, produksi cabai masih berada di atas kebutuhan konsumsi masyarakat.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan produksi cabai nasional mencapai sekitar 2 juta ton. Sementara itu, kebutuhan konsumsi cabai secara nasional berada di kisaran 1,7 juta ton.
"Cabai kita sebetulnya surplus, secara nasional surplus. Kita konsumsi itu 1,7 juta ton, kita produksi 2 juta ton," kata Taufiq usai penyerahan bantuan pertanian di Centre Point of Indonesia (CPI), Makassar, Senin (6/7/2026).
1. Kenaikan harga dipicu distribusi yang belum merata

Menurut Taufiq, kenaikan harga yang terjadi di sejumlah daerah disebabkan distribusi yang belum merata. Beberapa wilayah mengalami kekurangan pasokan karena tidak semua daerah memiliki produksi cabai yang mencukupi sehingga harus bergantung pada pasokan dari daerah lain.
"Cuma distribusinya yang kadang terganggu sehingga ada inflasi sedikit di beberapa titik yang defisit. Jadi tidak ada masalah cabai," katanya.
2. Pasokan cabai di Sulsel dinilai aman

Taufiq memastikan kondisi pasokan cabai di Sulawesi Selatan masih aman. Berdasarkan neraca produksi secara bulanan maupun tahunan, produksi cabai di daerah ini masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Sulsel aman. Secara nasional neraca bulanan tahunan aman. Hanya distribusinya yang terganggu karena tidak semua lokasi ada cabai yang cukup, sehingga harus distribusi," katanya.
3. Cabai dan bawang masuk kategori pupuk subsidi

Selain memperkuat distribusi, pemerintah juga menyiapkan dukungan pupuk bersubsidi bagi komoditas hortikultura, termasuk cabai, bawang merah, dan bawang putih. Menurut Taufiq, harga pupuk telah turun sekitar 20 persen dan mekanisme penyalurannya dipermudah sehingga diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi petani.
"Pupuk cabai masuk subsidi. Saya kira pupuk tidak ada masalah sekarang. Dengan harganya turun 20 persen, mekanisme dipermudah oleh Pak Menteri, pupuk bisa siap tepat waktu," katanya.


















