Mayoritas Proyek Gedung Sekolah Rakyat di Sulsel Masuk Tahap Pemeliharaan

- Sebagian besar dari sembilan proyek Sekolah Rakyat permanen di Sulawesi Selatan kini memasuki tahap pemeliharaan sebelum diserahterimakan dari Kementerian Pekerjaan Umum ke Kementerian Sosial.
- Beberapa proyek mendapat perpanjangan waktu penyelesaian, namun sebagian lainnya telah rampung sesuai jadwal kontrak dan menunggu laporan akhir setelah masa kontrak berakhir pada 30 Juni 2026.
- Dinas Sosial Sulawesi Selatan mulai menyiapkan operasional tahun ajaran 2026/2027 dengan melakukan penjangkauan calon siswa agar sekolah segera melayani anak-anak dari keluarga miskin di wilayah tersebut.
Makassar, IDN Times - Pembangunan sembilan Sekolah Rakyat permanen di Sulawesi Selatan terus menunjukkan perkembangan. Memasuki awal Juli 2026, sebagian besar proyek telah memasuki tahap pemeliharaan dan bersiap diserahterimakan dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Kementerian Sosial.
Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan, Abdul Malik Faisal, mengatakan progres pembangunan secara umum berjalan sesuai target. Meski begitu, masih ada beberapa proyek yang mendapat perpanjangan waktu penyelesaian.
"Alhamdulillah progres pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan sampai dengan hari ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan kita semua," kata Malik, Minggu (5/7/2026).
1. Sebagian besar proyek memasuki tahap pemeliharaan

Malik menjelaskan dari sembilan Sekolah Rakyat permanen yang dibangun di Sulawesi Selatan, sebagian besar kini telah memasuki masa pemeliharaan. Tahap ini menjadi bagian akhir sebelum bangunan diserahterimakan kepada Kementerian Sosial.
"Memang ada beberapa Sekolah Rakyat dari sembilan yang ada untuk perpanjangan waktu. Tapi sebagian besar hari ini sudah masuk ke tahap selanjutnya untuk pemeliharaan," katanya.
Menurut Malik, setelah masa pemeliharaan selesai, bangunan dijadwalkan diserahterimakan dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Kementerian Sosial agar dapat segera dimanfaatkan.
"Mungkin diagendakan untuk penyerahan dari Kementerian PU ke Kementerian Sosial," katanya.
2. Tidak semua proyek mendapat tambahan waktu

Malik menegaskan perpanjangan waktu tidak berlaku untuk seluruh proyek pembangunan. Beberapa Sekolah Rakyat telah menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal kontrak.
"Kalau di Makassar saja ini ada yang sudah selesai kemarin. Ada beberapa yang sudah selesai," katanya.
Menurutnya, pemerintah masih menunggu laporan akhir terkait progres masing-masing proyek setelah masa kontrak berakhir pada 30 Juni 2026.
3. Penjangkauan siswa tahun ajaran baru sudah dimulai

Selain memantau pembangunan fisik, Dinas Sosial Sulawesi Selatan juga mulai menyiapkan operasional Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027. Salah satunya melalui penjangkauan calon siswa yang menjadi sasaran program.
"Kami juga sudah melakukan penjangkauan siswa untuk tahun ajaran 2026-2027," kata Malik.
Dia berharap seluruh tahapan, baik penyelesaian pembangunan maupun proses penerimaan siswa, dapat rampung. Dengan begitu, Sekolah Rakyat permanen segera digunakan untuk melayani anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Sulsel.



















