Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kementan: Sulsel Berkontribusi Dongkrak Produksi Beras Nasional

Kementan: Sulsel Berkontribusi Dongkrak Produksi Beras Nasional
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, menyampaikan sambutan saat penyerahan bantuan di Centre Point of Indonesia (CPI), Makassar, Senin (6/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya Sih
  • Sulawesi Selatan berkontribusi besar terhadap peningkatan produksi beras nasional 2025, dengan kenaikan sekitar 13 persen yang turut mendorong surplus produksi beras Indonesia hingga 4 juta ton.
  • Kementerian Pertanian mencapai peningkatan produksi melalui program optimasi lahan, benih unggul, pompanisasi, serta kolaborasi lintas pihak termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta.
  • Kementan menargetkan durian Sulsel menembus pasar ekspor sambil memperkuat produksi cabai dan bawang merah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Kementerian Pertanian menyebut Sulawesi Selatan (Sulsel) memberi kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi beras nasional pada 2025. Kenaikan produksi beras di provinsi tersebut mencapai sekitar 13 persen, sejalan dengan peningkatan produksi nasional.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, mengatakan Indonesia mencatat surplus produksi beras sebesar 4 juta ton pada 2025. Produksi beras nasional meningkat dari sekitar 30 juta ton pada 2024 menjadi lebih dari 34 juta ton pada 2025.

"Alhamdulillah tahun 2025 kita sudah mencapai itu. Per 31 Desember kita mencapai produksi surplus 4 juta ton, dari 30 juta ton tahun 2024 menjadi 34 juta ton lebih di tahun 2025," kata Taufiq saat penyerahan bantuan pertanian di Centre Point of Indonesia (CPI), Makassar, Senin (6/7/2026).

1. Sulsel menyumbang kenaikan produksi beras nasional

Ilustrasi beras (ANTARA FOTO/Dhimas Budi Pratama)
Ilustrasi beras (ANTARA FOTO/Dhimas Budi Pratama)

Menurut Taufiq, peningkatan produksi nasional mencapai sekitar 13 persen. Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah yang memberi kontribusi besar terhadap capaian tersebut dengan kenaikan produksi beras pada kisaran yang sama.

"Kita naik sekitar 13 persen dan Sulawesi Selatan memberikan kontribusi signifikan. Peningkatan produksi beras juga naik sekitar 13 persen," katanya.

2. Kenaikan produksi didorong optimasi lahan hingga benih unggul

Ilustrasi beras (ANTARA FOTO/Dhimas Budi Pratama)
Ilustrasi beras (ANTARA FOTO/Dhimas Budi Pratama)

Taufiq menjelaskan capaian tersebut didorong berbagai program Kementerian Pertanian, mulai dari optimasi lahan, cetak sawah, penyediaan benih unggul, program pompanisasi, hingga penyederhanaan regulasi pupuk dan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah. Program tersebut dijalankan bersama pemerintah daerah, BUMN, swasta, serta berbagai pemangku kepentingan.

"Hal itu kita capai dengan program-program yang ada dan kerjasama seluruh stakeholder yang ada dalam satu komando jadi tidak dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian sendiri," katanya. 

Selain tanaman pangan, Kementerian Pertanian juga menjalankan program hilirisasi untuk komoditas perkebunan dan peternakan. Program tersebut mencakup penyaluran benih untuk komoditas kakao, kopi, kelapa, pala, sawit, dan tebu, serta pengembangan sektor peternakan.

3. Kementan targetkan durian Sulsel tembus pasar ekspor

ilustrasi durian (pexels.com/Jeffry Surianto)
ilustrasi durian (pexels.com/Jeffry Surianto)

Di subsektor hortikultura, Kementerian Pertanian menargetkan durian Sulawesi Selatan menjadi komoditas ekspor. Target tersebut mengacu pada keberhasilan ekspor durian beku dari Sulawesi Tengah ke China yang diharapkan dapat diikuti Sulawesi Selatan melalui pengembangan kawasan durian secara lebih luas.

Selain mendorong ekspor, Kementerian Pertanian juga memperkuat produksi cabai dan bawang merah sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan. Menurut Taufiq, pengembangan kedua komoditas tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah mengendalikan inflasi melalui peningkatan produksi dan perluasan sentra tanam.

"Kita harus jaga kecukupan produksi cabai maupun bawang merah, kita harus jaga dengan lokasi pertanaman baru atau pembinaan lokasi yang sudah lama sehingga inflasi kita dari sektor pertanian sosial hortikultura bisa kita jaga," kata Taufiq.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More