Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Unhas Bentuk Lembaga AI, Siapkan Kampus Cerdas dan Perkuat Hilirisasi Riset

Unhas Bentuk Lembaga AI, Siapkan Kampus Cerdas dan Perkuat Hilirisasi Riset
Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan. (IDN Times/Darsil Yahya)
Intinya Sih
  • Unhas membentuk Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial serta Executive Global Research Institute untuk memperkuat riset, hilirisasi inovasi, dan internasionalisasi kampus.
  • Prof. Muhammad Niswar ditunjuk memimpin lembaga AI baru, menekankan pemanfaatan teknologi secara etis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kapasitas manusia di lingkungan akademik.
  • Unhas mengembangkan layanan kampus berbasis AI seperti sistem penilaian, penyuntingan naskah ilmiah, dan analisis data terintegrasi guna menciptakan tata kelola universitas yang lebih cerdas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times – Universitas Hasanuddin (Unhas) memulai babak baru transformasi kelembagaan dengan membentuk Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial (AI). Langkah tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi organisasi yang ditandai dengan pelantikan 21 pejabat baru di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (7/7/2026).

Pembentukan lembaga baru itu menjadi strategi Unhas untuk menghadapi disrupsi teknologi, mempercepat hilirisasi inovasi, sekaligus memperluas jejaring riset dan kolaborasi global. Dalam restrukturisasi tersebut, Unhas juga menambah jumlah wakil rektor dari empat menjadi lima sebagai bagian dari penguatan tata kelola universitas.

Selain Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial, Unhas juga membentuk Executive Global Research Institute. Kedua lembaga tersebut diproyeksikan menjadi motor penggerak transformasi akademik, penguatan riset, dan internasionalisasi universitas.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa mengatakan pembentukan lembaga yang berfokus pada transformasi digital dan AI merupakan langkah strategis untuk menjawab perubahan yang terjadi di berbagai sektor kehidupan.

"Teknologi ini akan membentuk cara kita belajar, bekerja, melakukan riset, hingga melayani masyarakat. Karena itu, Unhas harus menjadi pemain sekaligus pencipta tren, bukan sekadar mengikuti perkembangan," katanya.

1. Unhas bentuk lembaga khusus AI dan riset global

ilustrasi artificial intelligence atau AI
ilustrasi artificial intelligence atau AI (pexels.com/Solen Feyissa)

Rektor mengatakan, Unhas menargetkan integrasi kecerdasan artifisial dalam ekosistem pendidikan, penelitian, tata kelola, hingga layanan kampus. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membangun universitas yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi.

Rektor yang akrab disapa Prof. JJ itu juga menekankan pentingnya memperkuat dampak hasil riset bagi masyarakat. Ia mengatakan inovasi yang dihasilkan sivitas akademika tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah atau laboratorium, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata.

"Hasil riset harus sampai ke hilir. Inovasi yang kita lahirkan harus berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjawab persoalan nyata yang dihadapi bangsa," tegasnya.

Untuk mendukung agenda tersebut, Unhas juga memperkuat fungsi Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian serta Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha guna mempercepat kolaborasi dengan pemerintah, industri, dunia usaha, alumni, dan mitra internasional.

2. Prof. Muhammad Niswar pimpin Lembaga Transformasi Digital dan AI

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa melantik Prof. Muhammad Niswar sebagai Ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial. (Do
Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa melantik Prof. Muhammad Niswar sebagai Ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial. (Dok. Unhas)

Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial dipimpin oleh Prof. Muhammad Niswar. Ia dilantik bersama 20 pejabat lainnya dalam upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di lingkungan Unhas.

Niswar bukan sosok baru dalam pengembangan teknologi informasi di Unhas. Ia pernah menjabat Direktur Sistem Teknologi Informasi Unhas dan sebelum dilantik sebagai ketua lembaga baru, menjabat Kepala Unit Kerja Khusus (UKK) Layanan Sains dan Jasa Laboratorium Unhas.

Menurut Niswar, kecerdasan artifisial tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi dunia pendidikan. Sebaliknya, AI harus dimanfaatkan untuk memperluas kapasitas manusia dengan tetap mengedepankan etika akademik.

"Banyak yang mengatakan AI akan membuat mahasiswa menjadi kurang berpikir. Saya justru melihat sebaliknya. Kita harus belajar hidup berdampingan dengan AI. Yang perlu dibangun bukan ketergantungan, tetapi kemampuan memanfaatkan AI untuk menghasilkan proses belajar yang lebih berkualitas dan lebih kritis," jelasnya.

3. Unhas siapkan berbagai layanan kampus berbasis AI

Unhas menyambut sepuluh ribu mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026. (Dok. Humas Unhas)
Unhas menyambut sepuluh ribu mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026. (Dok. Humas Unhas)

Melalui lembaga baru tersebut, Unhas akan mengembangkan berbagai sistem berbasis AI untuk mendukung proses pendidikan, penelitian, hingga tata kelola kampus. Salah satu program yang disiapkan adalah AI Powered Assessment and Proctoring. Sistem ini dirancang membantu dosen menyusun instrumen evaluasi pembelajaran, menganalisis kualitas soal, hingga mendukung pelaksanaan pengawasan ujian secara lebih objektif dan efisien.

Selain itu, Unhas juga mengembangkan AI Powered Manuscript Review and Editing Tools untuk membantu penyuntingan naskah ilmiah, pemeriksaan struktur penulisan, serta memberikan rekomendasi penyempurnaan manuskrip sebelum dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional.

Transformasi digital juga mencakup pengembangan sistem Data Processing and Analytics yang memungkinkan pengelolaan data akademik, penelitian, sumber daya manusia, dan layanan administrasi secara lebih terintegrasi. Analisis berbasis AI diharapkan mendukung pengambilan keputusan yang cepat, akurat, dan berbasis bukti.

Untuk menopang implementasi tersebut, Unhas menyiapkan infrastruktur komputasi berkapasitas tinggi melalui penyediaan mesin server yang menjadi fondasi berbagai aplikasi AI di lingkungan kampus. Niswar mengatakan keberhasilan transformasi digital bukan hanya diukur dari kecanggihan teknologi, melainkan sejauh mana teknologi mampu memberikan manfaat bagi sivitas akademika.

"AI tidak boleh sekadar menjadi tren teknologi. AI harus menjadi mitra akademik yang membantu dosen mengajar lebih efektif, membantu mahasiswa belajar lebih mendalam, memperkuat kualitas riset, dan mendukung tata kelola universitas yang semakin cerdas. Di situlah transformasi digital menemukan maknanya," tegasnya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More