Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Unhas Melompat 111 Peringkat di QS WUR 2027, Masuk Urutan 861 Dunia

Unhas Melompat 111 Peringkat di QS WUR 2027, Masuk Urutan 861 Dunia
Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan. IDN Times/Darsil Yahya
Intinya Sih
  • Universitas Hasanuddin naik 111 peringkat di QS World University Rankings 2027, kini berada di posisi 861 dunia setelah sebelumnya menempati peringkat 972.
  • Kenaikan signifikan didorong peningkatan skor hampir di semua indikator, terutama pada rasio dosen internasional yang melonjak dari 11,9 menjadi 37 poin.
  • Pihak kampus menyebut lonjakan ini hasil penguatan tata kelola dan pendataan institusi yang lebih sistematis serta kolaborasi seluruh elemen universitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Universitas Hasanuddin kembali mencatatkan lonjakan signifikan di panggung pendidikan tinggi dunia. Dalam pemeringkatan QS World University Rankings 2027, kampus yang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia timur itu berhasil menembus kelompok peringkat 851–900 dunia atau berada di posisi 861.

Capaian tersebut menjadi lompatan besar bagi Unhas setelah pada edisi sebelumnya masih berada di rentang 951–1000, tepatnya di posisi 972 dunia. Artinya, dalam satu tahun Unhas berhasil naik 111 tingkat dan memperkuat posisinya sebagai salah satu universitas Indonesia dengan daya saing global yang terus meningkat.

1. Kenaikan ditopang peningkatan di hampir semua indikator

Universitas Hasanuddin masuk dalam jajaran kelompok peringkat 851-900 (peringkat 861 dunia) dalam pemeringkatan QS World University Rankings
Universitas Hasanuddin masuk dalam jajaran kelompok peringkat 851-900 (peringkat 861 dunia) dalam pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) 2027. (Dok. Unhas)

Pemeringkatan Quacquarelli Symonds World University Rankings menggunakan lima perspektif utama dengan total 10 indikator penilaian. Komponen terbesar berasal dari riset dan inovasi keilmuan dengan bobot 50 persen, yang mencakup reputasi akademik serta sitasi per dosen.

Selain itu, aspek daya saing lulusan memiliki bobot 20 persen, mutu pengalaman belajar 10 persen, keterlibatan global 15 persen, dan keberlanjutan sebesar 5 persen. Seluruh indikator tersebut menjadi acuan utama dalam mengukur kualitas perguruan tinggi di tingkat internasional.

Secara umum, Unhas mencatat peningkatan skor di hampir seluruh indikator. Satu-satunya indikator yang stagnan adalah Citation per Faculty yang tetap berada di angka 1,7 seperti tahun sebelumnya.

Sementara itu, peningkatan paling menonjol terjadi pada indikator International Faculty Ratio. Skornya melonjak dari 11,9 pada 2026 menjadi 37 pada 2027, atau naik 25,1 poin.

2. Rektor sebut capaian sebagai bukti konsistensi

Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Jamaluddin Jompa (tengah) mengantisipasi kecurangan pada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Na
Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Jamaluddin Jompa (tengah) mengantisipasi kecurangan pada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. (Dok. IDN Times/Unhas)

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menyambut capaian ini sebagai bukti konsistensi institusi dalam memperbaiki kualitas akademik dan reputasi internasional. Ia menyebut hasil tersebut merupakan buah dari kerja kolektif seluruh unsur kampus.

“Pencapaian ini membuktikan konsistensi Unhas dalam meningkatkan standar akademik, kualitas riset, inovasi, dan kolaborasi internasional menuju universitas kelas dunia. Kenaikan 111 peringkat ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen universitas yang selama ini terus berupaya menghadirkan kinerja terbaik di berbagai bidang,” ujar Jamaluddin.

Menurutnya, QS World University Rankings menjadi instrumen evaluasi yang cukup komprehensif karena mengukur banyak aspek sekaligus. Hal itu membuat peningkatan yang diraih Unhas tidak sekadar menunjukkan keunggulan pada satu bidang tertentu, tetapi kemajuan institusi secara menyeluruh.

“QS WUR melibatkan banyak indikator yang saling terkait. Karena itu, peningkatan yang dicapai Unhas saat ini merupakan refleksi dari kolaborasi seluruh unsur universitas, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, hingga para mitra strategis yang terus mendukung pengembangan institusi,” katanya.

Ia berharap capaian ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan tinggi di Unhas. Ke depan, kampus tersebut akan terus memperluas kolaborasi internasional dan memperkuat produktivitas riset.

3. Penguatan data dan tata kelola jadi kunci

Unhas menyambut sepuluh ribu mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026. (Dok. Humas Unhas)
Unhas menyambut sepuluh ribu mahasiswa baru tahun ajaran 2025/2026. (Dok. Humas Unhas)

Direktur Peningkatan Reputasi Unhas, Rohani Ambo Rappe, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan penguatan tata kelola akademik dan perbaikan sistem pendataan institusi.

Menurut Rohani, secara substansi banyak aspek tridharma perguruan tinggi di Unhas sebenarnya telah memenuhi standar pemeringkatan global. Namun tantangan terbesar selama ini adalah memastikan seluruh capaian tersebut terdokumentasi dengan baik dan sesuai metodologi lembaga pemeringkatan.

“Kami secara serius melakukan kompilasi data, verifikasi capaian, serta membangun komunikasi yang intensif dengan berbagai pemangku kepentingan agar seluruh prestasi dan kinerja institusi dapat tersaji secara sistematis, akurat, dan sesuai dengan instrumen penilaian yang digunakan oleh QS,” jelas Rohani.

Ia menambahkan, upaya tersebut akan terus diperkuat melalui kesadaran internal seluruh unit kerja di Unhas. Dalam beberapa tahun terakhir, tren peningkatan kampus ini juga terlihat dalam berbagai pemeringkatan global lain, termasuk pada sejumlah bidang ilmu yang mulai mendapat pengakuan internasional.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More